Masjid Istiqlal Buka Salat Tarawih Saat Ramadhan, Kapasitas Dibatasi

* Gubernur DKI Izinkan Warga Buka Bersama Kapasitas 50 Persen

246 view
Internet
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar 
Jakarta (SIB)
Masjid Istiqlal akan membuka salat tarawih berjemaah saat bulan Ramadhan. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pihaknya membatasi jumlah jemaah maksimum 2.000 orang dari kapasitas 250 ribu.

"Insyaallah kita akan mulai uji coba penggunaan Masjid Istiqlal secara terbatas, salat Jumat, maksimum 2.000 orang seperti yang teman-teman lihat tadi, bisa terkontrol bagus," kata Nasaruddin kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

"Hari ini, alhamdulillah, baru saja Bapak Presiden pada Desember terakhir kemarin meresmikan renovasi tahap pertama Istiqlal dan alhamdulillah tadi keputusan rapat kita Istiqlal sudah mulai dibuka pada bulan suci Ramadhan, tetapi masih sangat terbatas, jadi kita akan buka sampai 2.000 orang atau 30 persen dari ruang utama," sambungnya.

Nasaruddin mengatakan pihaknya telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi pasca dibukanya Masjid Istiqlal untuk umum di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Pihaknya juga telah mengatur jarak 2,5 meter antar-anggota jemaah.

"Kami sudah melakukan beberapa kali simulasi dan segala kemungkinan kami sudah antisipasi. Poin yang ingin saya tegaskan di sini, insyaallah, mudah-mudahan Masjid Istiqal ini bisa menjadi contoh untuk seluruh masjid di Indonesia bagaimana protokol kesehatan itu diindahkan. Kami sudah mengatur jarak 2,5 meter di antara satu jemaah dengan jemaat yang lain," katanya.

Nasaruddin mengatakan acara buka puasa dan sahur bersama ditiadakan di Masjid Istiqlal. Nasaruddin menyebut pihaknya akan membatasi mengosongkan Masjid Istiqlal pada pukul 20.00 WIB.

"Di samping itu juga, kita tidak melakukan acara buka puasa, jadi hanya dipakai untuk tarawih, salat lima waktu, tidak ada buka puasa, tidak ada salat lain dan tidak ada sahur, yang ada hanya salat magrib, salat isya, tarawih, witir bagi yang mau. Kemudian, jam 20.00 WIB kita langsung kosongkan lagi Istiqlal, untuk disemprot lagi semuanya. Jadi, setiap malam kita lakukan penyemprotan di Istiqlal ini," kata Nasaruddin.

Izinkan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengizinkan warga menggelar buka puasa bersama. Anies memberikan catatan kapasitas restoran atau tempat makan harus maksimal 50 persen.

"Begini, apa bedanya buka puasa dengan makan malam? Jadi prinsipnya adalah 50 persen di dalam kegiatan apapun, apakah makan pagi, malam, apa makan sore, disebut iftar, disebut buka, sahur. Prinsipnya adalah 50 persen kapasitas," kata Anies kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

Anies meminta setiap tempat makan untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Anies juga meminta pengunjung untuk tidak membuka masker.

"Karena saat bulan Ramadhan makan malamnya di menit yang hampir sama, maka pengelola restoran, tempat makan harus secara disiplin mengatur posisi duduk, disiplin atur kapasitas maksimal," kata Anies.

"Sesungguhnya kegiatan makan malam, buka puasa sama-sama buka masker, sama-sama harus melakukan aktivitas yang punya potensi penularan, karena itu kapasitas 50 persen harus dijaga dan jarak harus dipastikan aman," sambungnya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan Pemprov DKI akan membuat aturan untuk pelonggaran jam malam restoran. Jam operasional tempat makan ini akan diatur khusus pada bulan Ramadhan saja. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com