Massa Bakar Ban di Depan Kantor Gubernur Sumut, Tolak Kedatangan Habib Rizieq ke Medan


345 view
Foto SIB/Roland Tambunan
UNJUK RASA: Ratusan orang menggelar unjuk rasa menolak kedatangan Habib Rizieq Syihab dengan membakar ban di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (20/11).
Medan (SIB)
Ratusan orang yang mengaku dari Laskar Front Pembela Pancasila (FPP) menggelar unjukrasa dengan membakar ban di depan Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (20/11). Dalam orasinya mereka menolak kedatangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab (HRS) ke Medan. Massa yang membawa poster mirip gambar Habib Rizieq Syihab, sempat terlihat diinjak beberapa massa.

Zulkarnain, salah seorang orator dari massa dalam orasinya menyampaikan, jika Habib Rizieq Syihab tetap dan memaksa datang ke Medan atau Sumut, pihaknya memastikan akan ada pertumpahan darah. "Pak polisi, jangan takut jangan terintimidasi, kami berani di barisan depan," ungkapnya.

Mereka menilai, Sumut merupakan daerah yang heterogen dengan berbagai agama, suku dan etnis. Sehingga tidak ingin kebersamaan itu dirusak dengan hadirnya Habib Rizieq Syihab di Medan, Sumut. "Kita selama ini hidup damai, rukun. Jangan akibat kedatangan dia (Habib Rizieq Syihab), terbelah umat ini dan terganggu kerukunan di Sumut," katanya.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan kegiatan yang digelar oleh ratusan orang saat kedatangan Haib Rizieq Shihab di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka tidak mau apa yang terjadi di Jakarta, akan dibuat di Medan atau Sumut. Mereka mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah selama ini untuk memerangi pandemi Covid-19.

Massa juga mengecam pernyataan Habib Rizieq Syihab yang dinilai sebagai ujaran kebencian dan memecah belah anak bangsa. "Tidak ada satu agama manapun yang menganjurkan menghina agama lain," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, massa juga mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk tidak sekali-kali memberikan izin kedatangan Rizieq Shihab. "Sumut dari dulu tetap menjaga kebersamaan, tetap heterogen dengan kasih sayang sesama kita. Tidak pernah kita bertengkar gara-gara beda paham, beda kelompok, beda agama. Maka dari itu, kami mengatakan ingin damai, ingin tenteram. Jangan sampai dengan datangnya Rizieq Syihab, umat dari seluruh keyakinan bisa bertikai, bisa berbeda paham, terjadilah perpecahan di Sumut," ujar Zulkarnain.

Sementara Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Salman yang mewakili Pemprov Sumut menyampaikan, bahwa pimpinannya tetap mendukung NKRI dan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia.

Arus lalu lintas di depan kantor Gubernur Sumut sempat dialihkan ke Jalan RA Kartini, Medan. Massa yang datang saat itu membawa sejumlah poster ukuran kecil dan besar yang mirip gambar Habib Rizieq Syihab. Di dalam spanduk juga dituliskan penolakan terhadap kedatangan Habib Rizieq Syihab dan sejumlah tulisan dengan kalimat hujatan yang diarahkan kepada Habib Rizieq Syihab.(M11/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com