Massa Ormas Ribut di PN Jaksel, Minta Sambo Berompi Tahanan Saat Diadili

* 5 Poin Penting Surat Dakwaan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

451 view
Massa Ormas Ribut di PN Jaksel, Minta Sambo Berompi Tahanan Saat Diadili
(Foto: Detikcom)
DATANGI: Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) mendatangi gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk memantau langsung sidang Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Senin (17/10). 

Jakarta (SIB)

Keributan terjadi di luar ruang sidang Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


Sekelompok orang meminta masuk ke ruang sidang untuk mengingatkan hakim menyuruh Ferdy Sambo mengenakan rompi tahanan.


Pantauan di lokasi, Senin (17/10), terlihat beberapa orang dari ormas Horas Bangso Batak berkerumun di pintu masuk ruang sidang utama. Mereka meminta masuk saat jaksa membacakan dakwaan Ferdy Sambo.


Mereka meminta masuk untuk mengingatkan hakim agar Sambo disuruh mengenakan baju tahanan saat sidang berlangsung.


"Minta Sambo pakai baju tersangka. Ternyata ini sindikat semua. Dia tahanan, dia bukan saksi ahli kenapa nggak pakai baju tahanan," kata salah seorang anggota ormas di lokasi.


Mereka dihalangi oleh polisi yang berjaga di pintu ruang sidang utama.


Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pada kasus pembunuhan berencana Yosua.


Ferdy Sambo datang ke PN Jaksel menggunakan rompi tahanan dan kemeja batik cokelat. Namun rompi tahanan dilepas saat sidang dimulai.







Paksa Masuk

Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Pemuda Batak Bersatu (PBB) mendatangi gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).


Mereka memaksa masuk ke PN Jaksel untuk memantau langsung sidang Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).


Pantauan di lokasi, Senin (17/10) terlihat para anggota Ormas PBB memakai seragam berwarna merah dan berkumpul di gerbang masuk PN Jaksel. Sementara itu, petugas kepolisian terlihat menghadang mereka dan menutup pintu.


"Kami hanya ingin nonton, Pak," kata salah seorang massa di lokasi.


Perwakilan ormas PBB bernegosiasi dengan polisi yang menjaga gerbang PN Jaksel. Untuk diketahui, polisi menjaga ketat PN Jaksel selama berjalannya sidang Sambo.


Per pukul 10.40 WIB, sebagian dari mereka diperbolehkan untuk masuk halaman parkir gedung PN Jaksel untuk menonton jalannya sidang melalui layar yang sudah disediakan. Sebagian anggota PBB lain masih berada di luar PN Jaksel.


Massa ormas PBB yang tidak dapat masuk ke PN Jaksel menyanyikan lagu 'Maju Tak Gentar' dan mereka tetap meminta masuk ke PN Jaksel.


Ketua DPC Jakarta Timur Kelompok Pemuda Batak Bersatu Indonesia, Liras Silitonga, mengatakan maksud kedatangan mereka untuk mengikuti dan mengawal jalannya persidangan Ferdy Sambo.


"Kegiatannya ini untuk mengikuti sidang kasus Brigadir J. Benar (mengawal)," kata Liras di lokasi, Senin (17/10).


Liras berharap persidangan berjalan semestinya. Dia meminta hakim bekerja secara tulus dan menghukum para terdakwa sesuai dengan perbuatannya.


"Semoga hakim kita ikhlas dan tulus sesuai dengan perilaku yang dilakukan si pelaku, hukum bisa diterima. Ya sesuai yang dilakukan ya itu hukum yang berlaku," ujarnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com