Massa PMII Unjuk Rasa di DPRD SU Tolak Kenaikan Harga BBM

* Pemprov Sumut dan PT Pertamina Diminta Membatalkan

80 view
(Foto SIB/Firdaus Peranginangin)
TERIMA: Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani didampingi anggota dewan Rony Reynaldo Situmorang, H Anwar Sani Tarigan, Jonius Taripar P Hutabarat, H Subandi dan Ari Wibowo menerima aspirasi massa PMII Medan yang menolak kenaikan harga BBM dalam aksi unjuk rasa ke DPRD Sumut, Rabu (7/4). 
Medan (SIB)
Massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Medan berunjukrasa ke gedung DPRD Sumut, Rabu (7/4) menolak keras kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sumut, karena sangat memberatkan masyarakat di saat pandemi Covid-19.

Mahasiswa dalam aksinya sempat memanjat gerbang gedung DPRD Sumut dan berteriak sembari menempelkan poster-poster yang berisi tuntutan penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang tidak memihak rakyat.

"Wakil rakyat jangan tutup mata, jangan tutup telinga. Rakyat sudah susah, segera panggil Pemprov Sumut dan PT Pertamina untuk menuntut penurunan harga BBM sekaligus pencabutan Pergub Nomor 1/2021 sebagai pemicu kenaikan harga BBM," kata Koordinator Aksi Rahmad Akhir.

Dalam pernyataan sikapnya, massa PMII sangat menyesalkan sikap Pemprov Sumut maupun PT Pertamina yang bertindak semena-mena dengan menaikkan harga BBM tanpa melihat kondisi masyarakat yang perekonomiannya sedang hancur-hancuran.
"Kami akan terus menggelar aksi damai, sampai harga BBM kembali diturunkan," teriak Rahmad Akhir sembari mengingatkan DPRD Sumut untuk terus menggedor Pemprov Sumut dan PT Pertamina guna membatalkan kenaikan harga BBM ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani didampingi anggota dewan Rony Reynaldo Situmorang, H Subandi, H Anwar Sani Tarigan, Jonius Taripar P Hutabarat dan Ari Wibowo memastikan akan menyahuti aspirasi mahasiswa secepatnya memanggil pihak Pemprov Sumut dan PT Pertamina pada 12 April.

Namun mahasiswa menganggap jadwal yang sudah ditetapkan dewan pada 12 April terlalu lama, mengingat masyarakat saat ini sedang susah karena efek kenaikan harga BBM, berimbas kepada kenaikan harga-harga kebutuhan.

Rahmansyah kembali menyakinkan mahasiswa agar bersabar dan memastikan aspirasi mereka akan ditanggapi, sehingga massa PMII akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(A04/c).

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com