Megawati Ancam Pecat Kader PDIP Bermanuver dan Main Dua Kaki

* Kalau Masih Ngomong Koalisi, Out !

569 view
Megawati Ancam Pecat Kader PDIP Bermanuver dan Main Dua Kaki
Foto: Antara/HO-PDIP
TANDATANGANI: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menandatangani dokumen penerimaan dana bantuan dari pemerintah, di sela-sela Rakernas PDIP, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6). 


Megawati lantas mengancam kader untuk keluar jika terlibat manuver. Jika tidak keluar, Megawati mengancam akan memecat kader tersebut.


"Ingat, lo! Lebih baik keluar deh. Lebih baik keluar deh, daripada saya pecati, lo, kamu, saya pecati, lo," katanya.


"Biar saja, ini dikasih Hasto ini terbuka. Biar, saya pikir, biar semua orang biar tahu. Inilah organisasi dari sebuah partai yang namanya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang mengikuti aturan partainya dan solid bersama dengan rakyat," kata Megawati.


Megawati menyebut hanya dirinya yang menentukan siapa calon presiden (capres) PDIP.


Megawati mulanya cerita soal demokrasi terpimpin saat makan bersama dengan sejumlah ketum partai, salah satunya Ketum PAN Zulkifli Hasan. Menurut Megawati, Indonesia punya kearifan lokal, seperti ninik mamak di Sumatera Barat, di mana ada yang sesepuh terpandang.


"Jadi maksud saya, mengapa PDIP dari sisi administrasi, (sertifikasi) ISO kita sudah tiga kali loh, kalau kalian mulai alpa bahwa saya bilang instruksi jalankan, jalankan, laporkan, laporkan, itu sudah mulai dilupakan, absensi, absensi, itu ya maaf masuk kondite. Nah begitu," kata Megawati saat memberikan pidato Rakernas PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).


Megawati kemudian menyindir balik pihak yang menyudutkan PDIP soal tak mencalonkan capres lebih dahulu. Menurut Megawati, jika ada kader yang manuver seperti itu, lebih baik keluar.


"Kalau saya dalam keputusan kongres partai, makanya banyak yang selalu mau memutarbalikkan, mau menggoreng-goreng, kenapa PDI diam saja tidak pernah mau mencalonkan seseorang? Bla bla bla, kalian siapa yang berbuat manuver, keluar," ujarnya.


Koalisi

Selain ancaman memecat kader yang bermanuver demi 2024, Megawati meminta kader yang masih membicarakan koalisi keluar dari partai.


Megawati mulanya berbicara soal visi misi presiden hingga kepala desa. Megawati menilai seharusnya visi misi tersebut tidak berbeda-beda di setiap tingkatan pemimpin.


"Jadi kan saya mengintrodusir dengan perkataan begini. Kalau presiden itu, dari presiden, kan boleh dong, saya sekarang sudah diakui adalah golongan yang namanya akademisi dengan 2 profesor. Jadi kata-kata saya ini bukan kata-kata gawean, dapat dipertanggungjawabkan. Presiden setelah reformasi itu dari presiden sampai kepala desa disuruh bikin visi misi. Saya mikir tak liatin kok beda-beda yo," kata Megawati.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com