Memutus Mata Rantai Covid-19, 7 Pintu Masuk Sumut Diperketat

* Warga-ASN Nekat Mudik akan Disanksi

175 view
Memutus Mata Rantai Covid-19, 7 Pintu Masuk Sumut Diperketat
Edi Wahyono
Foto: Ilustrasi mudik.
Medan (SIB)
Memutus mata rantai penularan Covid-19 di bulan Ramadan dan Lebaran, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya akan memperketat penjagaan mudik Lebaran 2021 di pintu masuk Sumut.

"Ada 7 pintu masuk antara Sumatera Utara-Aceh, Sumatera Utara-Padang, Sumatera Utara Riau, jadi ada 7 kita buat pos. Tahun lalu agak longgar, tahun ini nggak boleh longgar lagi," kata Edy di rumah Dinas Gubernur Medan, Rabu (14/4).

Edy mengatakan larangan mudik itu untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia menyebut di tahun lalu angka pasien terpapar Covid-19 bertambah karena banyak warga yang nekat mudik.

Tahun lalu longgar akibatnya jumlah pandemi naik-turun terus. Dari dasar itu kita evaluasi, sekarang nggak boleh longgar dulu. Tahun ini harus sama-sama kita melakukan lebaran itu di daerahnya masing-masing untuk menjaga penyebaran Covid-19," ucapnya.

Edy kemudian mengatakan pihaknya telah menyiapkan sanksi bagi warga yang tetap nekat untuk melakukan mudik. Bagi warga yang datang ke Sumut diwajibkan untuk isolasi selama lima hari.

Edy menuturkan sanksi itu berupa isolasi mandiri.

"Seandainya dia di Madina (Mandailing Natal), dia menyiapkan tempat mandiri di situ, 5 hari di situ. Kalau dia memaksa masuk (Sumut) isolasi 5 hari," imbuhnya.

Sanksi juga akan diberikan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang nekat melakukan mudik. Sanksi itu berupa sanksi administrasi hingga keterlambatan kenaikan pangkat.

"Kalau PNS udah pasti pelanggaran itu ada sanksinya tentang administrasi, yang lebih pasti terhadap karir dia tak taat," jelas Edy. (A13/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com