Kamis, 23 Mei 2024 WIB

Menag: Penembakan di Kantor MUI Tindakan Individu Salah Belajar Agama

* Penembak Sudah Diautopsi, Penyebab Kematian Belum Diketahui
Redaksi - Kamis, 04 Mei 2023 10:09 WIB
296 view
Menag: Penembakan di Kantor MUI Tindakan Individu Salah Belajar Agama
Foto: Dokumentasi Media Center Haji 2023
Menag Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta (SIB)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peristiwa penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta merupakan aksi individu yang salah belajar agama. Menag Yaqut meminta agar Polri mengusut tuntas kasus tersebut.

"Saya meyakini ini tindakan individu yang salah belajar agama atau orang yang salah memahami agamanya," kata Yaqut, Rabu (5/3).

Yaqut meminta polisi mengusut tuntas insiden tersebut meskipun pelakunya sudah meninggal dunia. Hal itu agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Aparat tetap harus memproses dan menyelidiki latar belakang peristiwa tersebut agar aksi semacam itu tidak terulang kembali," kata Yaqut.

Lebih lanjut, Yaqut meyakini semua agama di dunia selalu mengajarkan perdamaian dan cinta kasih antarsesama makhluk, bukan kekerasan dan konflik yang membuat suasana dunia menjadi mencekam.



Analisis Catatan Pelaku
Sementara itu, Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan penggeledahan di rumah Mustopa, pelaku penembakan di kantor MUI Pusat yang mengaku sebagai 'wakil nabi'. Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya catatan-catatan yang kini tengah dianalisis.

"Pada kesimpulan awal sementara itu yang telah disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tentu (adanya) catatan-catatan, alat bukti yang ada di TKP ini menjadi bagian untuk kita lakukan analisis pada proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (3/5).

Trunoyudo menyampaikan tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat sudah berangkat ke rumah Mustopa di Lampung sejak Selasa (2/5) malam.

"Dalam proses ini masih berkesinambungan, berkelanjutan tadi malam juga sudah diturunkan tim langsung dari Polda Metro Jaya menuju ke Lampung," katanya.[br]


Ia menyampaikan tim masih mendalami kasus penembakan di kantor MUI Pusat yang dilakukan oleh Mustopa ini. Proses penyelidikan masih berlangsung.

"Tentu hasilnya ini berkaitan dengan proses kan proses ini ada waktu yang harus dijalani, tentu kamu berharap berminta juga kepada seluruh teman-teman media, masyarakat menunggu," katanya.


Catatan di Rumah Mustopa
Dari penggeledahan rumah Mustopa, polisi mengamankan sejumlah dokumen untuk mencari bukti-bukti baru dalam kasus tersebut.

"Sudah, ada dua kali penggeledahan. Tengah malam penggeledahan dilakukan tim Metro Pusat, dan Subuh tadi sekitar jam 03.30 WIB dilakukan tim dari Metro Jaya," ujar Kasat Reskrim Polres Pesawaran, AKP Supriyanto Husin.

Supriyanto mengatakan, dari rumah pelaku yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, ini, anggota mengamankan sejumlah berkas yang berkaitan dengan pesan tertulis yang ditemukan seusai penembakan tersebut.

"Ada tadi yang dibawa mereka, ada sejumlah dokumen yang sama dan berkaitan dengan catatan yang ditemukan di TKP," terangnya.

Sebelumnya, Polres Pesawaran melakukan sterilisasi di rumah Mustopa NR. Di sekeliling rumah tersebut dipasang police line. Hal ini ditujukan untuk memudahkan tim Polda Metro melakukan penyelidikan di rumah tersebut.


Selidiki Air Gun
Polisi juga masih menyelidiki asal-usul senjata jenis air gun yang digunakan Mustopa NR. Polisi akan menganalisis senjata itu di laboratorium forensik.

"Itu (asal-usul senjata) masih kita lakukan pendalaman, ditambahkan daripada forensik, di laboratorium forensik ini akan dilakukan analisis," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Trunoyudo mengatakan senjata itu akan dijadikan bahan penyelidikan. Termasuk, izin penggunaan airsoft gun itu.

"Semuanya bukti yang ada digunakan sebagai bagian untuk bahan penyelidikan. (Soal izin) nanti kita tunggu secara teknis," tutur Trunoyudo.


Belum Diketahui
Terpisah, Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, masih melakukan pendalaman dengan melakukan uji laboratorium terhadap organ pelaku penembakan. Penyebab kematian Mustopa belum diketahui.

"Kemarin sudah (selesai) kita lakukan autopsi. Kita masih perlu pendalaman untuk pemeriksaan laboratorium dari organ-organ," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto di RS Polri, Jakarta Timur.

Uji laboratorium patologi anatomi tersebut dilakukan dengan mengambil sampel organ jantung dan paru yang dapat menjelaskan penyebab kematian seseorang secara medis.[br]


Nantinya hasil uji laboratorium patologi anatomi akan diserahkan berikut hasil autopsi berupa dokumen visum et repertum kepada penyidik yang menangani perkara penembakan.

"Jadi, saat kejadian kan si pelaku menembakkan diketahui orang banyak. Kemudian lari, lalu pingsan. Artinya sejak dia menembak sampai jatuh ini kenapa penyebabnya," ujar Hariyanto.

Terkait dugaan pelaku meninggal akibat asma karena penyidik menemukan obat-obatan asma pada tas, kata dia, tim dokter forensik menyatakan belum dapat memastikan penyebab kematiannya karena proses uji laboratorium patologi anatomi masih berjalan.

"Di tas ada obat-obatan asma. Jadi patologi anatomi sebenarnya asma yang bisa membunuh itu nanti pengaruhnya ke jantung. Jadi nanti hasil pemeriksaan patologi bisa menjawab," jelas Haryanto.

Untuk diketahui, Mustopa melakukan penembakan ke kantor MUI di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Aksi tersebut langsung menyita perhatian Polres Metro Jakarta Pusat. Jajaran Polres pun akhirnya mendatangi lokasi untuk memeriksa Tempat Kejadian Perkara.

Sesampai di lokasi, polisi telah menemukan pelaku dalam kondisi tidak sadarkan diri. Mustopa lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebelum dinyatakan meninggal dunia

"Kami belum menyimpulkan (penyebab kematian tersangka) ya. Sekali lagi jangan salah, kami belum menyimpulkan, " kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi saat konferensi pers di Polsek Menteng Jakarta Pusat. (detikcom/d)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemenag: Jemaat Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024
Menag RI Minta Jajarannya Segera Dirikan Sekolah Menengah Katolik Negeri
Menag RI Minta Jajarannya Segera Dirikan Sekolah Menengah Katolik Negeri
Pesawat Jemaah Haji Keluarkan Percikan Api, Kemenag Tegur Garuda
Kanwil Kemenag Sumut dan IAIN Lhokseumawe Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kemenag Sumut: Visa Jemaah Haji Tuntas Akhir April 2024
komentar
beritaTerbaru