Menag: Zona Merah-Oranye Silakan Ibadah di Rumah Selama Ramadhan

* 1 Ramadan 1442 Hijriah Jatuh pada Selasa 13 April 2021

229 view
Menag: Zona Merah-Oranye Silakan Ibadah di Rumah Selama Ramadhan
Foto Dok
Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta (SIB)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan warga di zona merah dan zona oranye untuk tidak menggelar ibadah Ramadan secara massal. Yaqut menjelaskan, pembatasan ibadah Ramadan juga sudah ada dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 3 Tahun 2021.

"Ini juga sudah menerbitkan surat edaran terkait dengan pelaksanaan amaliah bulan Ramadan dan Idul Fitri, nanti bahwa selama bulan Ramadan untuk ibadah yang menyertainya, seperti salat tarawih jika ada kultum dan seterusnya akan dilakukan pembatasan-pembatasan dengan mengikuti protokol kesehatan, dari tarawih misalnya tetap diperbolehkan tapi dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas," ujar Yaqut di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (12/4).

"Namun aturan-aturan ini tidak berlaku untuk daerah-daerah yang di zona merah dan oranye campur diperbolehkan untuk melaksanakan amaliah selama secara massal gitu ya silakan dilakukan di rumah masing-masing," sambungnya.

Sementara untuk zona hijau dan kuning diizinkan untuk menjalankan ibadah Ramadan secara massal. Namun hal itu dibatasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Daerah zona hijau dan kuning dipersilakan dengan aturan-aturan yang sesuai dengan protokol kesehatan," ucapnya.
Lebih lanjut, Yaqut menerangkan aturan itu dibuat untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat ibadah.

"Ini tidak lain untuk melindungi kita semua seluruh masyarakat Indonesia agar selama pada Covid-19 ini kita bisa beribadah dengan tenang," katanya.

1 Ramadan
Sebelumnya, pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa, 13 April 2021. Ketetapan itu berdasarkan hasil sidang isbat yang dihadiri sejumlah ormas Islam hingga ahli astronomi.

Sidang isbat digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Sidang isbat kali ini dihadiri terbatas secara fisik, mengingat masih dalam kondisi pandemi Corona. Sedangkan undangan lainnya mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas. Selain itu, hadir pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi.

"Keputusan dari sidang isbat tadi tanpa ada perbedaan, tanpa ada dissenting opinion disepakati dan kami menetapkan bahwa 1 Ramadan 1442 H jatuh pada tanggal 13 April 2021, Selasa. Jadi malam ini sudah bisa melakukan salat tarawih, nanti kita sahur. Setelah Subuh kita mulai menjalankan ibadah puasa," kata Yaqut.

Beri Pemahaman
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut, para pemangku kepentingan harus segera menyesuaikan strategi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional. Pemahaman masyarakat terkait vaksinasi yang tidak membatalkan puasa, harus ditingkatkan.

"Masyarakat harus benar-benar memahami bahwa vaksinasi Covid-19 saat menjalankan ibadah puasa aman dan tidak membatalkan puasa," kata Rerie, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Senin (12/4).

Diungkapkannya, pada pertengahan Maret lalu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan fatwa bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. Hal itu tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

Menurut Rerie, Fatwa MUI tersebut harus benar-benar dipahami oleh masyarakat sehingga proses vaksinasi Covid-19 tidak tersendat dan bisa dituntaskan.

"Keraguan sebagian masyarakat tentang proses vaksinasi pada bulan Ramadan membatalkan puasa harus segera diluruskan bahwa hal itu tidak benar, agar proses vaksinasi Covid-19 secara nasional dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.

"Para tokoh dan pemuka agama diharapkan ikut membantu memberi pemahaman soal vaksinasi di bulan Ramadan tersebut," jelas anggota majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

Selain itu, jelas Rerie, strategi pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadan juga harus disesuaikan, agar minat masyarakat untuk divaksinasi tetap tinggi.

Pada program vaksinasi nasional, Pemerintah memasang target total vaksinasi Covid-19 sebanyak 181,55 juta orang. Ini agar 70% populasi penduduk Indonesia dapat menerima vaksin sehingga membentuk kekebalan kelompok yang diharapkan membantu dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air.

Data yang tercantum pada laman resmi Satgas Covid-19, per 10 April 2021 mencatat total yang sudah mendapat vaksinasi pertama mencapai 9,95 juta (5,48% dari target). Sedangkan total jumlah orang yang sudah mendapat vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 5,05 juta (2,78% dari target). (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com