Kamis, 13 Juni 2024 WIB

Menag Kedepankan Dialog Sikapi soal Aliran ‘Bab Kesucian' di Gowa

* PBNU Desak Polisi Usut Tuntas
Redaksi - Rabu, 04 Januari 2023 08:57 WIB
276 view
Menag Kedepankan Dialog Sikapi soal Aliran ‘Bab Kesucian' di Gowa
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta (SIB)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait heboh aliran diduga sesat bernama 'Bab Kesucian' di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) karena melarang pengikutnya makan daging, ikan, minum susu, hingga melarang salat 5 waktu. Yaqut mengedepankan dialog untuk menyelesaikan permasalahan itu.

"Verifikasi dan klarifikasi ini penting agar langkah tindak lanjut yang diambil benar-benar berdasarkan informasi yang sebenarnya," kata Yaqut kepada wartawan, Senin (2/1).

Yaqut mengatakan jajaran Kanwil Kemenag, penyuluh, serta FKUB setempat akan berdialog untuk mendengar penjelasan terkait keyakinan dan pemahaman yang dianut aliran 'Bab Kesucian'. Penjelasan yang dimaksud seperti asal muasal ajaran aliran tersebut, dan argumentasinya seperti apa.

"Sekira ditemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pemahaman keagamaan, kita lakukan edukasi, dakwah, dan pendampingan, khususnya kepada para anggotanya. Kepada pimpinan aliran, kita ajak dialog dan pendekatan persuasif. Selain dialog keagamaan, juga memberikan pencerahan terkait regulasi yang berlaku agar penyebaran paham keagamaan tidak mengarah pada tindakan penistaan," jelas Yaqut.

Lebih lanjut, Yaqut mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri menyikapi masalah ini. Yaqut mengataka jika terindikasi ada tindak pidana, dan masalah tak bisa diselesaikan secara dialog, maka kemungkinan akan ada pelibatan aparat kepolisian.

"Pelibatan aparat dimungkinkan jika dalam proses pendalaman ditemukan indikasi tindak pidana dan tidak bisa diselesaikan melalui dialog," imbuhnya.



Usut Tuntas

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta polisi turun tangan mengusut aliran tersebut.

"Sebaiknya pihak keamanan (polisi) memeriksa dan mengusut agar tidak meresahkan masyarakat. Mungkin juga perlu diperiksa psikolog apakah mereka masih sehat dan waras," kata Ketua PBNU bidang Keagamaan Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur) kepada wartawan, Senin (2/1).

Dia meminta aliran 'Bab Kesucian' segera dicegah agar tidak menyebar luas ke masyarakat. "Kadang ada orang cari sensasi murahan dengan aliran aneh-aneh," tambahnya.[br]





Menurut Gus Fahrur, polisi dapat berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Sulsel. Gus Fahrur berharap masyarakat yang berada dekat dengan yayasan aliran 'Bab Kesucian' diberi edukasi agar mengikuti ajaran Islam yang benar.

"Masyarakat harus diberi panduan untuk mengikuti agama Islam yang benar," ucapnya.



Aliran 'Bab Kesucian'

Sebelumnya, MUI Sulsel angkat bicara terkait munculnya aliran 'bab kesucian'. MUI Sulsel mengatakan pengikut aliran itu tidak melaksanakan salat lima waktu.

"Mereka mengajarkan untuk tidak melaksanakan salat lima waktu. Ini sudah jelas bertentangan dengan syariat Islam yang termuat dalam Rukun Islam yakni mengerjakan salat setelah bersyahadat," kata Sekretaris MUI Sulsel, Muammar Bakry, Senin (2/1).

"Ini menyalahi hal yang disepakati (ma'lum minaddin bidhorurah) adalah kekufuran, sudah jelas telah keluar dari Islam," sambungnya.

Muammar mengatakan bahkan aliran itu melarang pengikutnya untuk melaksanakan salat 5 waktu. Selain itu, aliran tersebut melarang pengikutnya memakan daging, ikan, dan minum susu.

Padahal, menurut Muammar, makanan dan minuman yang dilarang itu adalah makanan yang dihalalkan Allah SWT.

"Rasulullah SAW termasuk orang yang gemar meminum susu. Beliau juga menganjurkan para sahabat minum susu dari binatang ternak, seperti kambing, unta, dan sapi. Jadi melarang orang minum susu menyalahi sunnah Nabi, serta merusak kesehatan manusia," jelasnya. (detikcom/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Keluarga Prabowo Gelar Syukuran Terpilihnya Presiden RI di Langowan Sulut
Menag RI Minta Jajarannya Segera Dirikan Sekolah Menengah Katolik Negeri
Menag RI Minta Jajarannya Segera Dirikan Sekolah Menengah Katolik Negeri
PBNU Segera Copot Rektor UNU Gorontalo Diduga Lecehkan 12 Orang
PBNU: Pemilu Berjalan dengan Damai, Jangan Ada Ketegangan
PBNU Sambut Gembira Rencana Kunjungan Paus Fransiskus
komentar
beritaTerbaru