Menag Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Tutup Tempat Ibadah Selama Pandemi

* Satgas Ajak Umat Beragama Terlibat Bantu Tangani Covid-19 di Desa

137 view
Menag Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Tutup Tempat Ibadah Selama Pandemi
TRIBUNNEWS/Jeprima
Ilustrasi: Petugas saat melakuan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat   
Jakarta (SIB)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menutup tempat ibadah selama pandemi Corona. Yaqut menyebut pemerintah hanya mengatur agar ibadah berjamaah di masjid ditiadakan sementara.

"Bapak ibu sekalian, perlu disampaikan masjid tidak pernah ditutup, tempat ibadah tidak pernah ditutup. Ini peraturan pemerintah yang sudah disampaikan. Tidak pernah ditutup, jadi masjid, gereja, klenteng, vihara, apapun tidak pernah ditutup," kata Yaqut dalam konferensi virtual, Minggu (25/7).

Yaqut lalu menjelaskan berkaca dari negara lain, tempat ibadah kerap menjadi sumber penularan virus Corona. Karena itu, sementara ini pemerintah melarang peribadatan secara berjamaah karena berpotensi menularkan virus Corona.

"Sebagaimana disampaikan pak Menko (Mahfud Md), negara yang melakukan peribadatan secara kolektif, di Saudi dan banyak tempat justru menjadi sumber penularan. Untuk itu, sementara waktu tidak diperkenankan untuk beribadah secara jamaah atau kolektif," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Yaqut juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tak mempertentangkan ketakutan terhadap pandemi dan tuhan. Menurutnya, keduanya merupakan hal yang tak sama.

"Sebagaimana yang diperintahkan oleh agama kita, tidak boleh dipertentangkan antara ketakutan terhadap tuhan dan ketakutan terhadap pandemi Covid-19, semuanya memiliki porsi sendiri-sendiri dan masing-masing pihak juga harus mengambil peran masing-masing," ujarnya.

TERLIBAT
Terpisah Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengajak umat beragama di Tanah Air terlibat dalam menekan penyebaran virus di level mikro seperti Kelurahan/Desa. Menurutnya, Covid-19 adalah musuh bersama yang harus ditangani oleh banyak komunitas.

"Kita harus ingat musuh kita bukan kelompok lain di dalam masyarakat, musuh kita adalah virus dan virus ini sebenarnya kalau kita kenali dengan baik bisa dicegah untuk tidak menyerang kita," ujarnya saat Dialog dengan Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GBBI), Senin (26/7).

Wiku menjelaskan dalam menangani kasus Covid-19 tidak bisa lepas dari struktur birokrasi pemerintahan. Ada peran Satgas Covid-19 di level provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan/kelurahan. Oleh karenanya, ia meminta peran komunitas beragama dalam penanganan virus ini.

"Kami berharap GGBI betul-betul bisa mengendalikan kondisi, membantu kami sehingga betul-betul menjadi kekuatan yang besar di Indonesia, karena kalau kita tidak bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa akan sulit untuk menyelesaikannya," tuturnya.

Lebih lanjut, Wiku menuturkan komunitas beragama bisa terlibat dalam mengedukasi warga di kelurahan/desa seputar protokol kesehatan. Mengingat, tingkat kepatuhan menjaga jarak atau memakai di beberapa tempat masih rendah.

"Jadi mohon bantuan Bapak Ibu sekalian agar ikut terlibat di dalam Posko Desa/Kelurahan masing-masing seluruh Indonesia baik dalam aspek pencegahan yaitu nanti memberikan edukasi pembagian masker pembatasan jam malam, pemasangan spanduk depan rumah ibadah apabila kondisi penularannya sedang tinggi," jelas Wiku.

"Kemudian pembinaan penegakan disiplin, kalau boleh mohon bantuannya untuk memberitahu kepada umat yang lain baik yang seagama maupun yang tidak selama kita sampaikan nya dengan kasih sayang dengan respect dan hormat yang baik harusnya mereka bisa menerima, misalnya kalau tidak menggunakan Master ya kita bagi Master kalau kita punya atau minimal kita mengingatkan kalau mereka sudah menggunakan masker ingatkan lagi untuk menggunakannya dengan benar," pungkasnya. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com