Menag Undang Paus Fransiskus ke Indonesia

* 2022 Dicanangkan Sebagai “Tahun Toleransi”

466 view
Menag Undang Paus Fransiskus ke Indonesia
Foto: Dok/Kemenag
BERSALAMAN: Menag Yaqut Cholil Qoumas bersalaman dengan Paus Fransiskus (kiri) saat berkunjung ke Vatikan, Rabu (8/6). 

Jakarta (SIB)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Dalam kesempatan itu, Menag menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Paus Fransiskus untuk berkunjung ke Indonesia.


"Saya ingin menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo kepada Yang Mulia untuk datang berkunjung ke Indonesia," ujar Menag saat diterima Paus Fransiskus di Vatikan seperti dalam keterangan tertulis dari Kemenag, Rabu (8/6).


Menag mengatakan Indonesia merupakan negara yang mampu menjaga perdamaian antarumat beragama. Menag ingin Paus Fransiskus melihat langsung keberagaman di Indonesia.


"Indonesia mampu menjaga toleransi dan perdamaian antarpemeluk agama, termasuk ratusan umat agama lokal. Kami ingin mengundang Yang Mulia untuk melihat keberagaman ini di Indonesia," sambungnya.


Lebih lanjut, Menag juga menginformasikan kerinduan umat Katolik kepada Paus Fransiskus saat datang ke Indonesia.

Menag menyampaikan salam dari para Uskup Agung dan Uskup Indonesia. Mereka berdoa untuk kesehatan Paus Fransiskus dan berharap dapat datang ke Indonesia.


"Kami berdoa dan berharap kesehatan dan kemakmuran yang baik untuk Yang Mulia. Kami percaya dan menghargai persaudaraan sebagaimana Yang Mulia percaya untuk menciptakan dan memelihara perdamaian di Indonesia," ujar Menag.


Yaqut berangkat ke Vatikan pada 7 Juni 2022 dini hari.


"Tujuan kunjungan kami ke Vatikan mengundang Paus Fransiskus untuk menyapa umat Katolik dan menyaksikan keragaman yang dimiliki Indonesia," kata Yaqut dalam keterangannya, Rabu (8/6).


Yaqut mengatakan, Paus Fransiskus sebelum pandemi sempat berencana datang ke Indonesia. Namun rencana itu diundur karena pandemi Covid-19.


"Sebelum pandemi Paus berencana datang ke Indonesia, tapi batal karena pandemi," ujarnya.


Kedatangan Menag ke Vatikan didampingi Plt Dirjen Katolik Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono dan Staf Khusus Menag Abdul Qodir. Pada hari pertama kedatangannya, Yaqut menyapa warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Vatikan dan Roma. WNI tersebut di antaranya biarawati, pelajar, mahasiswa, serta para pekerja.


Acara pertemuan itu diselenggarakan KBRI Vatikan, Selasa (7/6), pukul 19.30 waktu setempat. Pertemuan dibuka Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Hadir juga dalam pertemuan itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.


TOLERANSI

Yaqut mengatakan, Kemenag telah mencanangkan tahun 2022 sebagai 'tahun toleransi'. Pencanangan ini menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah untuk merawat toleransi, baik toleransi sosial, agama, maupun politik. Yaqut menilai, hal tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun bangsa.

Selain itu, Indonesia akan menghadapi momentum politik Pemilu 2024. Karena itu, diperlukan upaya bersama seluruh lapisan masyarakat untuk meminimalisasi potensi politisasi agama.


"Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kehidupan keberagamaan yang rukun dan harmoni dalam keberagaman, serta masyarakatnya toleran dan saling menghargai perbedaan," ungkap Yaqut.


"Kementerian Agama bertugas melayani umat dari semua agama. Tidak ada diskriminasi. Kita harus hormat-menghormati di antara sesama pemeluk agama serta saling menghormati mereka yang berbeda keyakinan," imbuhnya. (Detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com