Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Gula Pasir


235 view
Mendagri Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Gula Pasir
Foto: Ist/harianSIB.com
Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/12/2023).  
Jakarta (SIB)
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah untuk mengawasi kenaikan sejumlah harga komoditas, khususnya cabai merah dan gula pasir. Hal ini dikatakan Tito pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta.
Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu pertama Desember 2023, kenaikan harga cabai merah terjadi di 347 kabupaten/kota dan harga gula pasir terjadi kenaikan di 345 kabupaten/kota.
"Data-data ini akan kita sharing, agar seluruh daerah bisa melihat daerahnya masuk wilayah aman atau tidak, cabenya, gula pasirnya, bawangnya, dan perlu diambil langkah, bukannya setelah zoom meeting ditutup selesai saja, harus dilanjutkan dengan rapat di tingkat daerah masing-masing," kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (11/12).
Tito mengatakan, ia juga akan mendorong penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tingkat pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah kenaikan harga cabai. Pihak tersebut seperti Kantor Staf Presiden (KSP), Badan Pangan Nasional (Bapanas) Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga asosiasi petani cabai. Menurutnya, upaya ini perlu dilakukan agar harga cabai kembali stabil, sehingga tidak mengganggu daya beli masyarakat.
"Entah siapa menginisiasi apa mungkin dari KSP nanti yang bisa memanggil semuanya, dimulai dari sektor produksi Kementan, kemudian didistribusi yang melibatkan perdagangan, Bapanas, kemudian kerja sama antardaerah, nanti Kemendagri diundang bersama dengan asosiasi petani cabai atau Kadin yang mengurusi ekonomi komoditas hortikultura, komoditas pertanian, dan juga mungkin dengan Dirjen Perhubungan Darat mengenai masalah atau Kemenhub mengenai masalah transportasi," ujarnya.
Kemudian terkait dengan gula pasir, Tito juga mengimbau kepada semua pihak untuk melakukan intervensi sehingga harganya tidak semakin naik dan menyusahkan ekonomi masyarakat. Terlebih, selama ini untuk memenuhi kebutuhan gula, pemerintah harus melakukan importasi. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang ingin memainkan harga gula pasir di pasar.
Lebih lanjut, Tito juga meminta Pemda untuk mewaspadai kenaikan harga pangan jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. Hal ini karena pada momen tersebut permintaan kebutuhan pokok akan semakin meningkat.
"Tapi kita memang tidak take it for granted menganggap ini terjadi begitu saja, perlu dirawat untuk stabilitas harganya terjaga, terutama nanti di bulan Desember ada Natal dan tahun baru, kemudian Pemilu, nanti setelah itu ada Lebaran, ini pola demand-nya akan berubah, perlu diimbangi," ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti juga mengatakan perayaan Natal dan tahun baru umumnya terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti telur ayam ras dan daging ayam ras, termasuk tarif angkutan umum dan angkutan udara.
"Dalam lima tahun terakhir, selalu terjadi inflasi pada bulan Desember, tingkat inflasi Desember lebih tinggi dibandingkan inflasi November," pungkasnya.(**)
Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com