Menkes: Jakarta Sangat Babak Belur

* Wagub DKI: Vaksinasi Tak Lagi Dibatasi Zona

196 view
Menkes: Jakarta Sangat Babak Belur
ANTARA/HO
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menjelaskan perkembangan vaksinasi Corona di Tanah Air. Menkes Budi mengatakan vaksinasi Corona mengalami penurunan pada Sabtu dan Minggu.

"Vaksinasi kita mempercepat, angkanya tadi pagi 52 juta, Bapak-Ibu, suntik pertamanya 37 juta, 30 juta itu sekitar 20 persen dari target. Jadi per kemarin kita untuk suntik pertama sudah mencapai 20 persen dari target populasinya kita yang 181,5 juta. Karena ini sudah tembus 37 juta suntik pertamanya, yaitu 20 persen dari target populasi," kata Budi dalam rapat Komisi IX DPR RI yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Selasa (13/7).

Vaksinasi Corona yang menurun pada waktu Sabtu dan Minggu akan terus ditingkatkan oleh Menkes Budi. Untuk meningkatkan, Menkes Budi menggandeng TNI dan Polri.

"Memang hari Sabtu-Minggu itu selalu turun biasanya, ini yang sekarang saya tekan terus, agar bisa lebih cepat lagi dengan dibantu TNI-Polri, memang kembali lagi ketersediaan vaksin," ujarnya.

Menkes Budi kemudian menjelaskan dua provinsi tertinggi yang sudah melakukan vaksinasi Corona, yakni Bali dan DKI Jakarta. Namun DKI Jakarta akan diagresifkan vaksinasi Corona karena kondisi di Ibu Kota sedang babak belur.

"Jadi Bali itu sudah hampir 80 persen rakyatnya mendapatkan suntikan pertama, karena Bali banyak AstraZeneca, memang suntikan keduanya baru 30 persen, karena butuh waktu tiga bulan," ucap Budi.

"DKI Jakarta karena yang sekarang sangat babak belur. Kita lagi agresif sekali melakukan vaksinasi untuk bisa mengurangi beban yang masuk ke rumah sakit, itu sekarang sudah lebih dari 60 persen," imbuhnya.

Tak Lagi Dibatasi Zona
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota tak lagi dibatasi oleh zona. Dia mengatakan warga sudah bisa melakukan vaksinasi di mana saja.

"Bagi seluruh warga Jakarta semuanya silakan vaksin di mana pun berada, tidak lagi dibatasi zona, bisa daftar melalui aplikasi atau datang langsung ajak keluarga sana saudara kerabat teman-teman, silakan ikuti vaksin untuk memastikan kekebalan tubuh kita semua," kata Riza kepada wartawan, Selasa (13/7).

Riza melaporkan saat ini pihaknya terus menggencarkan program vaksinasi hingga 150 ribu vaksin per hari. Tujuannya agar target yang dicanangkan Presiden Jokowi tercapai.

"Kita pastikan akhir Agustus seperti yang diminta Pak Jokowi bisa selesai. Dan di Jakarta tahun ini kita pastikan seluruhnya warga yang vaksin sudah semuanya selesai," ujarnya.

Riza mengatakan saat ini hampir sebagian warga Jakarta telah disuntik vaksin Covid-19. Dia meminta ke depannya warga tak lagi ragu untuk menerima vaksin Covid-19.

"Sekarang sudah lebih dari 62% yang divaksin, mudah-mudahan angka ini bisa lebih cepat lagi," jelasnya.

"Bisa daftar melalui aplikasi atau datang langsung ajak keluarga sanak saudara kerabat teman-teman, silakan ikuti vaksin untuk memastikan kekebalan tubuh kita semua," sambungnya.

Lebihi Target
Ahmad Riza Patria juga menyebut bahwa vaksinasi Covid-19 di Jakarta saat ini sudah bisa melebihi target dari pemerintah pusat. Vaksinasi di Jakarta bisa mencapai 158 ribu per hari.

"Kalau melihat angka vaksin, Jakarta melebihi yang ditargetkan pemerintah pusat, di mana diminta 100 ribu, kita sudah mencapai 120 bahkan 158 ribu per hari," kata Riza di Balai Kota Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (13/7).

Riza mengatakan saat ini vaksinasi Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 7,3 juta dosis. Dengan rincian sekitar 5,4 juta adalah dosis pertama dan 1,9 juta adalah dosis kedua.

"Ini upaya yang kita semua lakukan, demikian orang bisa mengurangi dan memutus mata rantai penularan Covid-19," ucapnya.

Sementara, berdasarkan data publik di laman corona.jakarta.go.id yang dipantau di Jakarta, Senin pukul 19.58 WIB, dari sasaran vaksinasi 8.812.515 orang, jumlah orang yang divaksin dosis pertama sebanyak 3.106.685 orang dan dosis kedua sebanyak 1.194.946 orang.

Angka tersebut berasal dari data vaksinasi beberapa program mulai dari Vaksinasi Gotong Royong (Umur 18+) dengan jumlah dosis pertama 40.295 dan dosis dua 15.428; Vaksinasi Tenaga Kesehatan (Umur 18+) dengan jumlah dosis pertama 74.280 dan dosis dua 65.677.

Untuk program Vaksinasi Lansia dengan jumlah dosis pertama 509.781 dan dosis dua 449.982; Vaksinasi Pelayan Publik (Umur 18+) dengan jumlah dosis pertama 970.199 dan dosis dua 593.123; serta Vaksinasi Tahap 3 (Remaja Umur 12-17, Masyarakat Umum, Pra Lansia, Rentan) dengan jumlah dosis pertama 1.512.130 dan dosis dua 70.736.

Dilihat dari persentasenya, jumlah tersebut baru mencapai 35,25 persen yang menerima vaksin dosis 1 dari sasaran vaksin, padahal targetnya DKI harus 60 persen dari populasi agar tercapainya 'herd immunity' pada Agustus mendatang.

Sementara itu, pemerintah melaporkan penambahan kasus baru terbanyak kemarin adalah di DKI Jakarta dengan 12.182 kasus dan diikuti Jawa Barat dengan 7.192 kasus baru.

Sedangkan daerah dengan kasus sembuh tertinggi juga ada di DKI Jakarta, yaitu 4.571 kasus. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com