Didistribusikan ke Seluruh Provinsi

Menkes Minta Vaksin Booster Moderna Segera Disuntikkan ke Nakes, Bukan Warga


151 view
Menkes Minta Vaksin Booster Moderna Segera Disuntikkan ke Nakes, Bukan Warga
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (SIB)
Indonesia telah menerima vaksin Moderna dari Amerika Serikat (AS). Namun vaksin itu diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksin ketiga atau booster.

"Kita mendapatkan bantuan Moderna dari Pemerintah Amerika itu 4 juta dosis. Satu setengah juta dosis kita kasihkan dulu pertama kali untuk seluruh nakes sebagai single shot, satu suntikan booster ketiga, dan tolong bapak-ibu para nakes segera disuntikkan, para dinkes segera disuntikkan," ucap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

Budi menegaskan agar penyuntikan ketiga atau booster itu segera dilakukan untuk para nakes. Dia juga menekankan penggunaan vaksin itu hanya untuk para nakes.

"Saya memohon dengan sangat, tolong jangan dialihkan ke non-nakes!" ucap Budi.

"Kita harus prioritaskan nakes karena merekalah tentara kita yang bertempur sehari-hari," imbuhnya memberikan penegasan.

Dia meminta tidak ada warga yang meminta booster ini.

Mulanya, Menkes Budi mengapresiasi para tenaga kesehatan yang telah bekerja keras di tengah pandemi Corona. Maka itu, para nakes perlu mendapatkan booster ini.

"Saya ingin ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan. Mereka sudah bekerja sangat keras. Beberapa saya sangat sedih, karena masih ada yang terkena dan wafat. Saya mengucapkan turut berdukacita," kata Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Budi menjelaskan bahwa stok vaksin untuk booster nakes ini telah didistribusikan ke seluruh provinsi. Dia meminta vaksin ini segera disuntikkan kepada para nakes.

"Sudah didistribusikan ke seluruh provinsi. Dan saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau ada pasien-pasien yang masuk," tuturnya.

"Dan saya tolong pesankan ke semua komponen masyarakat. Secara etika, masih banyak rakyat Indonesia yang belum dapat vaksin. Ada 140 juta yang belum dapat dosis pertama. Karena yang sudah mendapatkan itu baru 68 juta atau 70 juta. Jadi tolong Bapak-Ibu, booster ketiga hanya untuk tenaga kesehatan. Karena mereka berisiko tinggi saat membantu kita. Tapi sisanya, tolong kita berikan 140 juta saudara kita yang belum mendapatkan vaksin," ungkapnya.

Dia mengaku tahu banyak yang mengincar jatah booster Moderna ini. Namun, dia mengimbau agar booster ini tidak diperebutkan demi para nakes yang berjuang antara hidup dan mati.

"Saya tahu banyak yang ingin mendapatkan vaksin ketiga, booster ketiga, tolong berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pandemi ini," tegasnya. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com