Menkes Sebut Peningkatan Covid-19 di Indonesia ‘Luar Biasa'

* Kebut Vaksinasi 1 Juta Orang per Hari Mulai Juli

168 view
Menkes Sebut Peningkatan Covid-19 di Indonesia ‘Luar Biasa'
Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia naik gila-gilaan. Dalam keterangannya, Budi juga melaporkan berbagai kabar perihal pandemi seperti kondisi rumah sakit, tenaga kesehatan, sampai ketersediaan obat-obatan.

"Kami sampaikan memang sampai saat ini terjadi peningkatan yang luar biasa dan itu penting untuk bisa fokusnya bukan hanya di sisi hilir di sisi RS, di sisi penanganan orang sakit, tapi lebih penting lagi fokus ke sisi hulu bagaimana kita mencegah agar orang sehat ini jangan menjadi sakit," katanya dalam siaran pers, Senin (21/6).

Untuk mencegah Covid-19 meluas, ia juga menyampaikan daerah dengan kasus positif tinggi akan diberlakukan pembatasan mobilitas 75-100 persen.

Budi juga mengatakan akan memprioritaskan pasien Covid-19 yang bergejala untuk diisolasi dan dirawat di rumah sakit. Pasien Corona yang dirawat di rumah sakit adalah mereka yang memiliki komorbid, kondisi sesak, dan saturasi di bawah 95 persen.

"Tetapi yang tidak, lebih baik diisolasi mandiri atau diisolasi terpusat agar tidak terekspos virus yang tinggi di rumah sakit dan juga bisa membebaskan rumah sakit untuk merawat orang-orang yang sudah (kondisi) sedang dan gawat," bebernya.

Kebut
Budi Gunadi Sadikin menyebut, percepatan vaksinasi Covid-19 sedang diupayakan. Ia menargetkan, pemberian vaksin untuk 1 juta orang bisa berlangsung mulai awal bulan depan.

"Mengenai vaksinasi, bapak presiden meminta minggu lalu untuk kita bisa bekerja sama dengan TNI dan Polri agar mencapai angka 700 ribu bulan ini. Kami laporkan, 716 ribu sudah dicapai Kamis kemarin," terangnya.

"Kita yakin angka 1 juta vaksinasi per hari kita bisa capai di awal bulan depan sesuai dengan arahan bapak presiden," lanjutnya.

Rencana percepatan vaksinasi Covid-19 mencapai 700 ribu-1 juta penerima ini sudah disampaikan dalam kesempatan sebelumnya terkait temuan varian Delta di DKI Jakarta, Kudus, dan Bangkalan.

Disebutkan, percepatan vaksinasi perlu diupayakan mengingat varian baru ini disebut-sebut lebih mudah menular dan gejala lebih berat dibanding varian Corona lainnya.

MENINGKAT
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ini tak terlepas dari aktivitas masyarakat yang juga terus meningkat.

Sri Mulyani menjelaskan kegiatan masyarakat Indonesia terus meningkat, bahkan seperti masa sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Di Indonesia aktifitas masyarakat meningkat dan ini level pra pandemi. Perubahan mobilitas ini capai positif sejak Maret, April, Mei, Juni selalu meningkat positif. Masyarakat sudah lakukan aktifitas baik dari sisi kegiatan di ritel dan recreation grocery," jelas Sri Mulyani di Jakarta, Senin (21/8).

Menurut Sri Mulyani aktivitas yang meningkat ini berdampak positif terhadap kondisi ekonomi. Namun di sisi lain, kondisi ini juga berdampak terhadap jumlah kenaikan kasus Covid-19.

"Ini merupakan hal positif, namun eksesnya dampaknya ke Covid-19 yang meningkat minggu ini harus diperhatikan hati-hati. Di satu sisi positif tapi di sisi lain ada impikasinya," jelas dia.

"Untuk konsumsi rumah tangga ada aspek seasonal pada Mei yang lalu tentunya sesudah Ramadan dan Idul fitri, meski nggak dibolehkan mudik aktifitas masyarakat konsumsi meningkat," tutupnya. (detikhealth/detikfinance/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com