Menkeu Minta Aset Negara Jangan Jadi Tempat Tuyul Hidup

Masih Banyak yang Terbengkalai

143 view
Menkeu Minta Aset Negara Jangan Jadi Tempat Tuyul Hidup
Foto: Rifkianto Nugroho
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Jakarta (SIB)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Kementerian/Lembaga agar mengelola dan memanfaatkan Barang Milik Negara (BMN) dengan optimal. Bendahara Negara itu menilai saat ini masih banyak aset negara yang terbengkalai.

"Sering karena kita anggap ini milik negara terus kita tidak urus. Banyak ada kavling tanah, kantor yang letaknya di tempat strategis tapi dia cuma dipakai untuk gudang bahkan sebetulnya sudah kosong, suwung, tempatnya tuyul hidup di situ," kata Sri Mulyani dalam acara Anugerah Reksa Bandha di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (23/11).

Untuk itu lah Kementerian Keuangan mengadakan acara Anugerah Reksa Bandha sebagai apresiasi tahunan kepada para pemangku kepentingan terpilih yang telah mengelola, memanfaatkan, menertibkan, serta menggunakan BMN dengan baik dan memanfaatkan jasa lelang negara.

Menurut Sri Mulyani, mengelola aset negara dengan baik adalah bentuk tanggung jawab kepada rakyat dan perekonomian. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang baik jika ingin membangun dari aset negara agar dirasakan ke publik manfaatnya.

"Saya sering menyampaikan jangan sampai aset itu sesudah didapat, kemudian dia tidur, tidak ada gunanya. Itu ruginya banyak sekali, selain rugi kita telah membangun, habis membangun kita rugi karena harus memelihara dan kita memelihara kemudian nilainya juga makin turun dan tidak menghasilkan apa-apa," tuturnya.

Berdasarkan buku laporan keuangan pemerintah per 2021, aset negara mencapai Rp 11.454 triliun. Nilai itu meningkat tajam dibanding 2018 karena didorong oleh revaluasi aset.

"Ini adalah praktik-praktik yang harus dilakukan secara reguler supaya nilai-nilai aset kita memang mencerminkan nilai keekonomian dan nilai pasar yang mendekati," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, diperlukan sosialisasi dan pemanfaatan aset secara maksimal terutama setelah pandemi Covid-19, di mana banyak Kementerian/Lembaga mengubah sistem kerjanya menjadi work from home (WFH).

"Sekarang penggunaan space sangat berbeda dengan 20 tahun lalu. Ini akan memunculkan sebuah cara untuk memanfaatkan aset yang berbeda. Perubahan teknologi adanya pandemi semuanya memberikan arus perubahan yang luar biasa," tandasnya. (detikfinance/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com