Menko Airlangga Serahkan Piala TPID Award 2021 kepada Gubernur Sumut

* Penurunan Kasus Covid-19 di Sumut Diapresiasi

99 view
Menko Airlangga Serahkan Piala TPID Award 2021 kepada Gubernur Sumut
(Foto Humas BI Sumut)
SERAHKAN: Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menyerahkan langsung apresiasi Piala TPID Awards 2021 kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di aula rumah dinas Gubernur Sumut, Kamis (9/9). 
Medan (SIB)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyerahkan Piala dan Sertifikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2021 berkinerja terbaik Provinsi kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi selaku Ketua TPID Provinsi Sumut.

“TPID yang telah dianugrahi penghargaan sebagai TPID terbaik dan berprestasi telah mampu menghadirkan progam-program yang inovatif dan efektif dalam menjaga stabilisasi harga/inflasi di daerah,” ujar Menko Airlangga selaku Ketua TPIP dalam Rapat Koordinasi dengan jajaran Pemprov Sumut, Kamis (9/9) di Aula Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan.

Hadir di antaranya Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hassanudin, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Anggota DPR RI serta bupati/wali kota se-Sumut secara virtual.

Disampaikannya ekonomi Provinsi Sumut pada Q2-2021 mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,95 persen (YoY) lebih dari nasional 7,07 persen. Dari sisi Lapangan Usaha, share tertinggi adalah sektor Pertanian 21,33 persen diikuti Industri 19,3 persen dan Perdagangan 6,9 persen. Adapun pertumbuhan tertinggi dicatat oleh Sektor Jasa Keuangan 7,87 persen sedangkan yang terendah adalah Jasa Kesehatan 0,50 persen.

Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh komponen impor 24,10 persen dan ekspor 18,89 persen. Konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen dengan share terbesar 51,44 persen tumbuh di angka 5,14 persen.

Perkembangan inflasi selama tiga tahun terakhir terjaga di kisaran sasaran. Namun demikian di masa pandemi tingkat inflasi Provinsi Sumut mengalami tren penurunan sejalan dengan tingkat permintaan yang relatif belum kuat.

Pada Agustus 2021 Provinsi Sumut mengalami deflasi sebesar -0,08 persrn MtM yang terdorong dari komponen makanan minuman dan tembakau, utamanya karena deflasi pada komoditas hortikultura yang mulai memasuki masa panen.

Airlangga juga mendorong potensi yang ada di Sumut yakni dari commodity super-cycle harga komoditas naik secara signifikan yang merupakan potensi menaikkan nilai tukar petani salah satunya memperbaiki replanting upaya untuk mempertahankan produksi.

Apresiasi Kasus Covid-19 Menurun
Pada kesempatan itu, Menko Airlangga Hartarto mengapresiasi Pemprov Sumut bersama Forkopimda yang telah berhasil menurunkan angka kasus Covid-19 termasuk juga di Kota Medan.

Kasus Covid-19 aktif di Sumut sebut Airlangga sebanyak 15.685 kasus. Namun meskipun masih tinggi kasus Covid-19 aktif di Sumut sudah menunjukkan penurunan sebesar 38 persen. “Kita apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Sumut dan Forkopimda atas penurunan kasus termasuk juga di Kota Medan," ucap Airlangga.

Airlangga juga memberikan catatan pada Pemprov Sumut terkait kendala update data Covid-19 di beberapa daerah yang masih terkendala dan untuk segera diperbaiki. Tingkat vaksinasinya juga masih perlu terus ditingkatkan. “Untuk itu konsolidasi menjadi penting karena pemerintah selalu mengklaim data WHO angka yang tinggi," katanya.

Sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan perkembangan dan penanganan Covid-19 serta kondisi perekonomian di Sumut. Dijelaskannya kondisi di Sumut update pertanggal 4 September 2021, kasus aktif menurun dari 23,57 persen menjadi 19,51 persen. Terjadinya penurunan kasus positif kumulatif mingguan di Kota Medan dan Kota Pematangsiantar.

"Tingkat kematian masih tinggi di mana angka kematian 2,47 persen. Rata-rata jumlah spesimen diperiksa perhari sebesar 10.874 spesimen. Tingkat keterisian Rumah Sakit cenderung menurun BOR 29,61 persen di bawah ambang maksimal WHO yakni 60 persen," ucap Edy Rahmayadi.

Untuk target vaksinasi sendiri di Sumut sebanyak 11.419.559 orang, telah direalisasikan untuk Dosis I yakni 2,6 juta orang 23 persen, Dosis II 1,6 juta 14 persen dan Dosis III sebanyak 24.715 atau 34,78 persen.

Bukti Keberhasilan TPID Sumut
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo kepada wartawan mengatakan, penghargaan TPID Awards ini sebagai bukti atas keberhasilan TPID Provinsi Sumut dalam menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Disebutnya, Provinsi Sumut memeroleh penghargaan TPID Awards 2021 melalui program Pekan Horas Tani (Pengembangan Kawasan Hortikultura Strategis Berbasis Kelompok Tani).

Pekan Horas Tani, katanya, merupakan program untuk mendukung ketersediaan komoditi pangan strategis khususnya cabai merah dan bawang merah.

Budidaya difokuskan dengan melakukan pendampingan dan pemberian bantuan kepada kelompok tani di berbagai kabupaten/kota di Sumut yang telah berbadan hukum dan berhasil meningkatkan produktivitas daerah untuk komoditas cabai merah dan bawang merah.

Pada 2020 terpantau fluktuasi harga cabai dan bawang, produktivitas meningkat; serta tekanan inflasi relatif melandai. Hal itu dampak dari pelaksanaan program Pekan Horas Tani di Sumatera Utara.

Semangat dan motivasi dalam menjaga stabilitas inflasi dan partisipasi TPID Awards perlu terus dijaga dan di tingkatkan. (A13/A1/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com