Menko PMK Minta Telusuri Kesengajaan Cemaran Obat EG-DEG, Perkuat Sanksi Pidana

* Bareskrim Gelar Perkara

337 view
Menko PMK Minta Telusuri Kesengajaan Cemaran Obat EG-DEG, Perkuat Sanksi Pidana
Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Ilustrasi





Laporkan

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI melaporkan, hingga Senin (31/11) Indonesia mencatat total 304 pasien gangguan ginjal misterius pada anak.


Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.


Dari total kasus tersebut, sebanyak 159 pasien meninggal dunia.


"Sampa tanggal 31 Oktober, total kasus kita ada 304 dan yang masih dirawat di seluruh Indonesia sebanyak 46 kasus. Meninggal 159 kasus atau 52 persen, dan sembuh 99 kasus. Jadi ini per 31 Oktober," ungkap juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/11).


Lebih lanjut Syahril melaporkan, pasien gangguan ginjal akut tersebut paling banyak berusia 1 hingga 5 tahun dengan total 106 pasien.


"Ada terbanyak itu di kelompok umur 1-5 tahun sebanyak 106 anak. Kemudian di bawah 1 tahun (sebanyak) 21 anak, dan seterusnya 23 (kasus) pada (usia) 6-10 tahun. Dan ada 9 (kasus) anak pada (usia) 11-18 tahun," pungkas Syahril.


Terkait penyebab ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak, Kemenkes RI mengerucutkan dugaan penyebab yakni cemaran bahan etilen glikol pada sejumlah jenis obat cair atau sirup yang sempat dikonsumsi anak-anak. (detikHealth/detikcom/a)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com