Mentan Jamin Hewan Kurban Idul Adha Bukan dari Zona Merah PMK


142 view
Mentan Jamin Hewan Kurban Idul Adha Bukan dari Zona Merah PMK
Foto : Grandyos Zafna/detikcom
Ilustrasi Hewan Kurban.

Jakarta (SIB)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan hewan kurban saat Idul Adha bukan berasal dari zona merah yang terkonfirmasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Syahrul menjamin hewan kurban sehat dan layak potong.


"Ketersediaan hewan kurban tersebut bukan berasal dari daerah atau kota yang masuk dalam zona merah terkonfirmasi PMK berdasarkan hasil uji laboratorium," kata Syahrul saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/5).


Sebanyak 1,72 juta hewan ternak siap dipotong saat Idul Adha nanti. Angka itu mengalami kenaikan sebanyak 6 persen dari 2021.


"Untuk menjamin ternak kurban yang sehat dan layak untuk potong, Kementan telah menghitung perkiraan ternak yang dapat dipotong 2022 sebanyak 1,72 juta ekor atau mengalami kenaikan estimasi 5-6 persen dari tahun 2021 sebanyak 1,64 juta ekor," jelas Syahrul.


Edukasi

Syahrul mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban.


Mereka juga dibekali petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan hewan kurban.


"Saat ini sedang dilakukan persiapan pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban oleh seluruh dinas kabupaten/kota yang dibekali pula dengan petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan kurban untuk dipedomani," ujar Syahrul.


"Potensi ternak yang tersedia dalam rangka memenuhi hewan kurban meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba," sambungnya.


Lebih lanjut Syahrul menuturkan, pihaknya telah membangun crisis center nasional untuk mensosialisasi kejadian PMK kepada masyarakat. Kementan juga telah mengawal zona merah wabah PMK melalui pusat kesehatan hewan (puskeswan).


"Kami telah membangun crisis center nasional sehingga dapat meminimalisir kesalahan komunikasi di kalangan masyarakat yang menyikapi kejadian PMK," imbuh Syahrul.


"Intinya bahwa semua daerah merah kami telah kawal dengan ketat dengan segala kekuatan yang ada pada puskeswan dan tenaga-tenaga kesehatan hewan yang ada," sambungnya.(detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com