Menteri Yasonna Laoly: Pandemi Covid-19, Kesempatan Tingkatan Solidaritas ASEAN


342 view
Menteri Yasonna Laoly: Pandemi Covid-19, Kesempatan Tingkatan Solidaritas ASEAN
(Foto: SIB/Victor Ambarita)
Foto Bersama usai pembukaan The 1st International Conference on Law and Human Rights 2021, yang digelar secara daring oleh Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia, 14-15 April 2021. 
Jakarta (SIB)
Menteri Hukum dan HAM Prof Yasonna Hamonangan Laoly menyatakan pandemi Covid-19 adalah tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah dan masyarakat. Sebab itu, dibutuhkan kerjasama internasional dalam menghadapi pandemi.

“Asean terbukti efektif memainkan peran penting sebagai organisasi regional dalam usaha meningkatkan perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang mengglobal ini. Kondisi ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan solidaritas Asean untuk berkolaborasi,” ujar Menteri Yasonna Laoly dalam keynote speech-nya pada acara The 1st International Conference on Law and Human Rights (ICLHR 2021), yang digelar secara daring oleh Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (FH UKI), Rabu (14/4) seperti dilansir hariansib.com.

“Dan Integrasi hukum Asean menjadi begitu penting. Dimana setiap negara anggota mesti mengharmonisasikan hukum dan peraturannya,” imbuh Yasonna. Turut menjadi keynote speaker juga dalam webinar yang digelar dari tanggal 14-15 April 2021, Secretary General Asean 2019 – 2022, HE Dato Lim Jock Hoi.

Webinar internasional dengan tema “ASEAN Diversities and Its Principles Toward ASEAN (Legal) Integration in Pandemic Era” ini merupakan kerjasama antara Universitas Kristen Indonesia, Hanns Seidel Foundation, Universitas Prima Indonesia dan Universitas Jayabaya.

Ketua Pelaksana Edward Panjaitan SH LLM menjelaskan, “Webinar 1st ICLHR 2021 menjadi wadah bagi para ilmuwan, peneliti, praktisi, pembuat kebijakan, mahasiswa untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkini, serta solusi dari tantangan yang dihadapi dalam bidang hukum dan hak asasi manusia.”

“Makalah dari 1st ICLHR 2021 akan dimasukkan ke dalam layanan terkemuka, termasuk EI Compendex, Scopus, CrossRef, Google Scholar, DBLP, serta EU Digital Library (EUDL) milik EAI sendiri,” tambah dia.

Makalah yang terpilih, lanjut Edward, akan direview kembali untuk dipublikasikan di Jurnal Scopus. Dan nama Jurnal akan diinformasikan kepada masing-masing penulis melalui email. Seluruh peserta akan mendapatkan e-certificate di akhir acara.

“Ada 553 partisipan dan 219 presenter dari mancanegara yang hadir pada webinar 1st ICLHR 2021 ini. Jumlah peserta berasal dari universitas di enam negara yaitu Indonesia, Belanda, Australia, Jerman, Thailand dan Malaysia. Pemakalah yang hadir dari 225 abstrak yang terkumpul ditambah keynote dan invited speaker,” pungkasnya.

Sementara Rektor UKI, Dr Dhaniswara K Harjono mengatakan acara ini kesempatan bagi seluruh civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa agar mereka lebih maju lagi dalam melakukan penelitian. “Inilah wadah bagi calon peneliti dan peneliti,” kata dia.

Terkait webinar, Dhaniswara berharap Asean sebagai komunitas beberapa negara mampu bersama-sama menyikapi wabah pandemi Covid-19 ini. “Jika kita (Asean) bersatu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menangani pandemi Covid-19 ini,” tutupnya.

Sedangkan Dekan FH UKI Dr Hulman Panjaitan menjelaskan penyelenggaraan konferensi Internasional ini merupakan yang pertama kali dan akan diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, tema konferensi ini dirasakan tepat, khususnya di lingkungan Asean, dimana adanya keberagaman pemberlakuan ketentuan hukum positif yang berlaku di masing-masing negara.

Webinar 1st ICLHR 2021 menghadirkan narasumber terkemuka dari berbagai mancanegara di antaranya Dr Dhaniswara K. Harjono, SH, MH, MBA (Rektor UKI), Prof Dr Ronald Holzhacker (Faculty of Spatial Science University of Groningen Netherlands), Prof Hadrian Geri Djajadikerta (School of Business and Law, Edith Cowan University Australia), Prof Dr Ludger Kühnhardt (Professor of Political Science University of Bonn Germany), HE Yuyun Wahyuningrum (Representative of Indonesia to AICHR 2019-2021), Dr James Gomez (Regional Director of Asia Centre Thailand), Assoc Prof Dr Salawati Mat Basir (Universiti Kebangsaan Malaysia), HE Sidharto R Suryodipuro (Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kemenlu RI). (SS24/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com