* Doni Monardo: Secara Tak Langsung Telah Membunuh Orangtua

Meski Dilarang, 7 Juta Orang Tetap Ingin Mudik Lebaran

* Jubir Pastikan Jokowi-Ma'ruf Beserta Seluruh Menteri Tak Akan Mudik

231 view
Meski Dilarang, 7 Juta Orang Tetap Ingin Mudik Lebaran
Ils. Mudik. [Foto: Ist]
Jakarta, (SIB) -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut masih ada tujuh jutaan orang yang ingin mudik pada libur Lebaran tahun ini. Mereka tetap berkeras ingin mudik meskipun larangan mudik telah diumumkan oleh pemerintah.

"Meskipun mudik sudah diumumkan dilarang, masih ada sekitar 7 juta setelah larangan mudik diumumkan itu masih ada 7 juta orang yang masih berkeinginan untuk mudik," kata juru bicara Menhub Adita Irawati dalam diskusi virtual di YouTube BNPB, Rabu (21/4).

Adita menyebut adanya temuan itu membuat potensi mobilisasi warga pada libur lebaran masih sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya akan mengantisipasi agar momentum situasi pengendalian Covid-19 kali ini tetap terjaga.

"Pertama bahwa kita sadari bahwa pandemi ini belum berakhir, kita sudah sadar tentang itu meskipun angka dari hari ke hari sudah lebih baik dibanding beberapa bulan lalu, tapi ini justru momentum yang harus kita jaga agar situasi tidak memburuk lagi," ucapnya.

Dia menyebut antisipasi lonjakan kasus ini harus belajar dari pengalaman libur-libur panjang sebelumnya. Bahkan, menurut dia, pada libur Lebaran 2020, angka positif Covid-19 naik hingga 100 persen meskipun saat itu mudik juga dilarang.

"Ini yang seharusnya bisa jadikan pembelajaran untuk bagaimana caranya agar mudik ini tidak menjadi satu penyebab kasus baru atau lonjakan kasus. Ya akhirnya dengan demikian pemerintah memutuskan agar supaya tidak terjadi lonjakan kasus ya mari mudik tahun ini ya kita tahan dulu, dilakukan peniadaan dan tentu diimbau masyarakat tidak bepergian atau mobilitas secara masif dulu," katanya.

Menurutnya, Indonesia juga harus belajar dari India yang kembali mengalami lonjakan kasus positif setelah Covid-19 di negara itu melandai. Dia menyebut Indonesia tidak boleh dulu melonggarkan protokol kesehatan agar penularan virus ini dapat segera berakhir.

"India yang sebelumnya sangat landai kasusnya kemudian membuka, melonggarkan banyak protokol, kemudian banyak juga ritual keagamaan yang mengumpulkan orang banyak, dan sekarang kita lihat kasusnya bahkan sehari bisa 200 ribu. Ini sebuah pembelajaran yang betul-betul harus kita jadikan rujukan," pungkasnya.

Membunuh Orangtua
Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengimbau masyarakat, khususnya warga Aceh, agar tidak melakukan mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2021. Doni mengatakan melakukan mudik secara tidak langsung telah membunuh orang tua di kampung halaman.

Doni Monardo awalnya mengatakan bahwa tak ada jaminan pemudik akan bebas Covid-19 meskipun telah membawa surat hasil tes negatif. Doni menyebut risiko penularan sangat tinggi saat di perjalanan.

"Tidak menjamin seseorang yang sudah membawa dokumen negatif Covid-19 akan selamanya negatif. Kita sudah buktikan, mereka yang berada di dalam perjalanan itu punya risiko yang sangat tinggi," kata Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Selasa (20/4), seperti dalam rilis di situs resmi BNPB.

"Mereka sudah negatif Covid-19, merasa nyaman, tetapi tanpa sadar mereka menyentuh bagian tertentu dari permukaan benda-benda yang mungkin sudah terkena droplet dari seseorang yang positif Covid-19," jelas Doni.

Doni mencontohkan, jika seorang pemudik terinfeksi Covid-19 dalam perjalanan dan tiba di kampung halaman, yang bersangkutan menjadi carrier dan berpotensi menulari sanak famili, termasuk orang tuanya di rumah.

Doni mengingatkan bahwa tidak semua daerah di kampung halaman memiliki fasilitas kesehatan yang baik. Akibatnya, dapat menimbulkan risiko yang fatal jika ada anggota keluarga yang tertular karena kendala fasilitas kesehatan. Dia mengatakan seorang pemudik yang pulang ke kampung halaman secara tak langsung telah membunuh orang tua.

"Di kampung belum tentu tersedia rumah sakit, belum tentu tersedia dokter, belum tentu tersedia fasilitas kesehatan yang baik," jelas Doni.

"Apa artinya? Yang bersangkutan (pemudik) sama halnya secara tidak langsung telah membunuh orang tuanya," imbuh Doni.

Atas dasar itu, Doni mengatakan maka pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini. Hal itu sudah diatur dalam Surat Edaran Ketua Satgas Nomor 13 Tahun 2021 telah menjadi strategi sekaligus upaya pencegahan dan mitigasi dalam menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air pada masa libur hari nasional.

Tak Akan Mudik
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta semua pejabat tidak akan mudik Lebaran 2021. Hal ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat untuk mematuhi larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah.

"Presiden Joko Widodo bersama semua menteri, wakil presiden, semua kepala lembaga itu tidak akan mudik atau pulang kampung karena mereka semua akan memberikan teladan kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung atau mudik Lebaran," kata Stafsus Presiden Jokowi bidang komunikasi, Fadjroel Rachman, dalam Instagram Live-nya seperti dilihat, Minggu lalu.

Fadjroel sendiri mengaku sudah memesan tiket untuk mudik ke Kalimantan Selatan. Namun perjalanan itu akhirnya dibatalkan karena mudik Lebaran 2021 dilarang.

Selain itu, kata Fadjroel, Jokowi juga sudah memberikan arahan kepada semua menteri untuk tidak menggelar buka bersama. Larangan juga berlaku untuk open house. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com