RI Masuk Negara Berisiko Rendah Covid-19

Meski PPKM Level 3 Natal-Tahun Baru Batal, Polri Tetap Bangun Check Point


240 view
Meski PPKM Level 3 Natal-Tahun Baru Batal, Polri Tetap Bangun Check Point
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
dr. Siti Nadia Tarmidzi

Jakarta (SIB)

Indonesia dinilai memiliki risiko penularan Covid-19 yang rendah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut RI masuk ke dalam negara dengan risiko penularan Level 1.


Dalam rekomendasi tujuan perjalanan berdasarkan tingkat risiko Covid-19, diketahui CDC membagi lima level risiko, yakni Level 4 hingga Level 1, dan Level Tidak Diketahui. Indonesia masuk kategori Level 1 yang merupakan kategori rendah. Kendati demikian, pelaku perjalanan yang ingin berkunjung direkomendasikan tetap harus melakukan vaksinasi lengkap.


Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmidzi menilai rekomendasi CDC menjadi kabar baik bagi RI. Artinya, upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indoneisa telah berada pada jalur yang tepat.


"Rekomendasi CDC merupakan kabar baik bagi kita semua. Penanganan pandemi Covid-19 terus menunjukkan progress yang semakin membaik, " kata dr. Nadia dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa (7/12).


Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).


Diketahui, selain Indonesia terdapat 42 negara lainnya yang masuk kategori Level 1. Beberapa di antaranya Bangladesh, Benin, Bhutan, Kepulauan Virgin Inggris, Chad, Cina, Komoro, Pantai Gading, Republik Demokrasi Kongo, Djibouti, Kepulauan Falkland, Gambia, Ghana, Guinea, SAR Hongkong, India, Jepang, Kenya, Kosovo, Kuwait, Kirgistan, Liberia, Montserrat, Maroko, Nigeria, Oman, Pakistan, Paraguay, Rwanda, Saba, Saint Barthelemy, Saint Pierre dan Miquelon, Senegal, Sierra Leone, Sint Eustatius, Sudan, Taiwan, Timor-Leste (Timor Timur), Togo, Uganda, Uni Emirat Arab, dan Zambia.


Bangun Check Point

Sementara itu, kendati pemerintah membatalkan penerapan PPKM level 3 selama Natal dan tahun baru 2022 (Nataru) di semua daerah,Polri akan tetap mendirikan check point berupa pos pelayanan dan pos pengamanan untuk mengecek aplikasi Pedulilindungi masyarakat.


"Tidak, tetap (check point), itu kan untuk pengamanan, pos pam (pos pengamanan), pos yan (pos pelayanan). Nantinya bermanfaat juga untuk memastikan aplikasi Pedulilindungi itu berjalan, di rest area itu nanti kita akan aturkan," kata Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto kepada wartawan, Rabu (8/12).


Imam menerangkan Polri juga akan mendirikan pos vaksinasi di beberapa rest area di sejumlah tol. Jadi, kata Imam, pengendara yang ketahuan belum divaksinasi bisa langsung diimbau divaksinasi di pos pelayanan.


"Tentunya di tempat-tempat itu juga mungkin kemungkinan akan kita dirikan pos vaksinasi. Jadi yang ketahuan belum vaksin langsung diimbau vaksin di situ misalnya gitu," kata Imam.


"Iya pos pelayanan sama," imbuhnya.


Lebih lanjut, Imam menyebut pihaknya akan membahas perubahan aturan Natal dan tahun baru 2022 bersama Mendagri. Imam menyatakan Polri akan mendukung penuh peraturan yang dikeluarkan pemerintah.


"Kita mau rapat sama Mendagri, jadi kita akan menyesuaikan apa keputusan di Mendagri, memang sepertinya ada perubahan yang kemarin kayak akan diberlakukan PPKM level 3 ternyata kan ada hasil laporan Pak Menkes itu, varian baru itu tidak seperti Delta-lah, pertimbangannya kan gitu ya," kata Imam.


"Jadi nanti akan dirapatkan sama Mendagri, kemudian sepertinya dari level 3 itu diganti peraturan Nataru, nanti Inmendagri turun akan kita pedomani, kita ralat nanti," imbuhnya.


Diketahui, pemerintah membatalkan penerapan PPKM level 3 saat Nataru 2022. Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Jokowi menyampaikan tidak perlu ada penyekatan saat Nataru.


"Presiden menyampaikan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan, tapi diperkuat, di tempat ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi," ujar Tito kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).


Tito mengimbau masyarakat yang belum vaksinasi tidak bepergian. Mendagri mengingatkan bahwa Covid-19 belum benar-benar hilang.


"Yang vaksin dua kali boleh jalan, yang belum vaksin, jangan jalan lah. Meskipun sudah cukup tinggi (angka vaksinasi), tapi kita kan yang terpapar ada juga kan, (sekitar) 100-200 kan ada yang terpapar," tambah Tito. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com