Mohon Keadilan Bersama HBB, Purnawirawan Polisi Kini Advokat Demo di Kejati Sumut

* Kasipenkum Kejati : Curhatan Pak Longser Kita Dengarkan

149 view
Mohon Keadilan Bersama HBB, Purnawirawan Polisi Kini Advokat Demo di Kejati Sumut
(Foto : SIB/Martohap Simarsoit)
Mohon Keadilan : Purnawirawan Polisi Longser Sihombing SH MH (kanan tangan ke atas) di tengah massa HBB berhadapan dengan Kasipenkum Yos Tarigan (kiri) mohon keadilan saat aksi demo di depan pintu utama Kejati Sumut, Kamis (25/11). 
Medan (SIB)
AKP (Pur) Longser Sihombing SH MH yang juga seorang advokat, bersama ratusan massa dari HBB (Horas Bangso Batak), Kamis (25/11), aksi unjuk rasa di depan Kejati Sumut Jalan Jend AH Nasution/Jalan Karya Jasa Medan Johor mohon keadilan serta menyampaikan aspirasi. yang intinya memohon kepada Jaksa Agung, Jamwas, Jambin, Jampidum dan Kajati Sumut agar mengungkap tuntas pelaku tindak pidana dalam pengadaan minyak goreng dan gas serta pelaku perusak police line barang bukti dan pencurian barang bukti solar subsidi di proyek PLTM PT Karya Sakti Sejahtera Pakpak Bharat.

“Kami masyarakat Bangso Batak merasa prihatin dan terpanggil mendukung kepastian hukum yang berkeadilan kepada sahabat kami AKP Purn Longser Sihombing SH MH CDR yang mengalami dugaan krimininalisasi,” ungkap mereka dalam aksi demo tersebut.

Longser Sihombing yang ikut berorasi menyampaikan, dugaan kriminalisasi yang dialaminya terjadi saat ia menjabat aktif bertugas di Sukarame Pakpak Bharat menangkap 1 unit truk berisi 2.000 liter solar bersubsidi pada 3 Agustus 2016 lalu.

Namun truk yang dibawa ke komando dan dipasang police line malah dirusak. Barang bukti solar pun hilang sebagian, katanya.

"Nah dari sini lah awal dugaan kriminalisasi ini saya terima, saya dijebak dikatakan memeras Rp200 juta kemudian saya dibawa ke Polda dan ditahan," kata Longser di hadapan massa. Ia mengaku, selama ditahan atas tuduhan dugaan pemerasan berkas perkaranya dua kali ditolak oleh pihak kejaksaan tepatnya pada tahun 2016. Apalagi masa penahanannya akan berakhir pada 3 Januari 2017.

Pada 29 Desember 2016 ia diserahkan ke pihak Pidsus Kejatisu dengan kasus menerima suap yang masuk ke dalam tindak pidana korupsi (Tipikor). Padahal pada 27 Desember 2016 baru dibuat lagi SPDP ke Kejati Sumut tentang kasus suap ini.

Ia menduga kriminalisasi super diskriminatif karena BAP terhadapnya dalam tempo dua hari kasus pemerasan yang disangkakan kepadanya tiba-tiba berubah menjadi kasus Tipikor. Longser akhirnya menjalani sidang dan dihukum 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan pada 26 April 2017 lalu.

"Untuk itu kami hadir di sini agar Kejatisu ini. Saya saja mantan penyidik di reserse selama 32 tahun tapi bisa dibuat dan diperlakukan seperti ini apalagi masyarakat lemah yang tidak memiliki harta dan jabatan," katanya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yos Arnold Tarigan, datang menemui massa. Yos sempat memberikan penjelasan, namun ditolak massa dengan tetap minta agar Kajatisu yang datang menemui mereka. Massa kemudian memilih tetap menunggu di depan Kantor Kejatisu.

Kasi Penkum mengakui, kasus yang dilaporkan Longser Sihombing sudah pernah dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI."Mereka sudah melaporkan ini ke Jakarta. Mereka mengharapkan satu sisi masalah di tahun 2016 itu dibuka kembali. Kita sebagai aparat hukum, menjunjung tinggi hukum. Kalau memang ada upaya hukum kasasi, PK, kita sarankan jalur tersebut.

“Namun begitu aspirasinya kita terima. Curhatan Pak Longser kita dengarkan, kita sampaikan ke pimpinan secara berjenjang. Ini terkait masalah pidananya yang sudah dijalaninya sesuai putusan pidananya,” kata Yos.

Kasipenkum menyarankan,sebaiknya tidak menempuh jalan unjuk rasa karerna telah menyebabkan kemacetan dan kerugian bagi masyarakat khususnya yang menggunakan jalan lalu lintas Jalan AH Nasution selama aksi demo.

“Unjuk rasa itu kan apabila aspirasinya tidak direspon. Mereka yang belum pernah datang ke Kejatisu. Sebaiknya hadir ke PTSP tidak perlu unjuk rasa yang kemudian macet sepanjang lalu lintas apalagi di tengah pandemi berbahaya penularan Covid, kita harus tetap jaga Prokes,” kata Yos. (BR1/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com