Kasus Covid-19 Terus Meningkat

Mungkinkah PPKM Diperketat Jelang Natal dan Tahun Baru ?

* 7 Provinsi Sudah “Kemasukan” Varian XBB Termasuk Sumut

151 view
Mungkinkah PPKM Diperketat Jelang Natal dan Tahun Baru ?
(Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
BERBINCANG: Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) sebelum pembukaan The 2nd Joint Finance and Health Ministers Meeting di Bali, Sabtu (12/11).

Jakarta (SIB)

Menteri Kesehatan (Menkes) RI mengatakan, saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berada di level 1.


Hal ini dikarenakan indikator transmisi jumlah pasien rawat inap dan tingkat kematian akibat Covid-19 masih relatif rendah, meski terjadi kenaikan.


Namun, jika angka kasus harian Covid-19 dan kematian terus meningkat, mungkinkah ada pengetatan PPKM jelang Natal dan Tahun Baru?


Menurut Menkes, aturan ini masih tetap dipantau oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku koordinator penanganan Covid-19.


"Biasanya ada regular view tiap dua mingguan ya, dari Pak Luhut dan Pak Airlangga," ujar Budi ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan, Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (12/11).


Terkait Erat

Budi Gunadi Sadikin juga mengemukakan, pandemi Covid-19 mengungkap fakta bahwa situasi ekonomi sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan masyarakat global.


"Kesehatan adalah kekayaan sejati kita. Tanpa kesehatan, ekonomi kita menderita. Dan sebaliknya, kekayaan mengarah pada kesehatan yang lebih baik," kata Budi Gunadi Sadikin saat membuka agenda Joint Finance Health Ministers Meeting (JFHMM) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (11/11) malam.


Menurut Budi, kerja sama antara sektor keuangan dan kesehatan tidak pernah menjadi fokus penting dalam tahap kebijakan global seperti saat pandemi sekarang.


"Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita pada fakta bahwa nasib ekonomi sangat erat kaitannya dengan kondisi kesehatan kita," katanya.


Menurut Budi, ekonomi dan kesehatan bagaikan dua tali yang saling bergantung serta diselaraskan menjadi satu rangkaian yang kuat melalui kerja sama antara keuangan dan kesehatan.


Kerja sama keuangan dan kesehatan yang dicapai melalui rangkaian diplomasi G20 adalah Pandemic Fund sebagai landasan membangun kembali dan memperkuat arsitektur kesehatan global.


"Kami mengapresiasi komitmen negara pendonor (Pandemic Fund) yang kini terkumpul lebih dari 1,4 miliar dolar AS, dan menyambut baik komitmen untuk berkontribusi secara sukarela tambahan dari donor baru," katanya.


Sudah 'Kemasukan'

Seiring dengan ditemukannya Covid-19 varian XBB, kasus harian, pasien dirawat inap, hingga kematian terus bertambah.


Dalam enam pekan terakhir, kenaikan terjadi nyaris dua kali lipat.


Kementerian Kesehatan RI mencatat, total kasus Covid-19 varian XBB sudah mencapai 48 pasien.


Total ada tujuh provinsi yang mencatat kasus Covid-19 varian XBB yakni DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat.


"Per 9 November kita mencatat rata-rata harian dalam satu minggu ada 30 provinsi mengalami peningkatan kasus, dan 4 provinsi mengalami penurunan kasus, dan kasus kemarin yang konfirmasi sebanyak 6.186," kata juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril pada konferensi pers update kasus Covid-19, Kamis (10/11).


Dalam sepekan, menurut Syahril kenaikan kasus Covid-19 tercatat sebanyak sampai 47,24 persen.


"Data-data ini harus menjadi perhatian kita agar masyarakat bisa mencegah untuk tidak jatuh sakit atau masuk rumah sakit, kelompok pasien dengan gejala sedang, berat dan kritis adalah mereka yang belum pernah divaksin , dan lansia adalah kelompok dengan kematian tertinggi," beber dr Syahril.


Zona Merah

Dilaporkan terpisah, Pemprov DKI Jakarta mencatat penambahan jumlah zona merah Covid-19 selama sepekan terakhir. Saat ini, sebanyak 7 RT berstatus sebagai zona merah Corona.


Data ini berdasarkan peta pengendalian wilayah skala RT periode 7 November-13 November 2022. Informasi ini bisa diakses melalui situs corona.jakarta.go.id.


Dilihat, Minggu (13/11), angka ini mengalami peningkatan dibanding data per periode 31 Oktober-6 November 2022, di mana hanya satu RT yang berstatus zona merah Covid-19.


Zona merah terbaru tersebar di lima kota Jakarta. Rinciannya adalah 1 RT di Jakarta Pusat, 3 RT di Jakarta Barat.


Kemudian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara masing-masing melaporkan keberadaan zona merah di 1 RT.


Sementara itu, sejumlah wilayah juga melaporkan zona kuning dan zona oranye Covid-19, dengan rincian 443 RT di Jakarta Pusat, 530 RT di Jakarta Timur, 802 di Jakarta Barat, 734 RT di Jakarta Selatan, dan 613 RT di Jakarta Utara.


Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebelumnya memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperketat protokol kesehatan (prokes).


Selain itu, Heru mengatakan, pihaknya akan melakukan jemput bola, terutama akan mendatangi lansia untuk vaksinasi.


Bertambah

Sementara itu, Pemerintah terus memperbarui data terkait kasus Corona di Indonesia. Minggu (13/11) dilaporkan ada tambahan 4.877 kasus positif Covid-19 di Indonesia.


Data perkembangan penyebaran ini disampaikan Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (13/11).


Dengan tambahan tersebut, jumlah total kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga kini menjadi 6.561.504 kasus.


Dilaporkan juga, ada 4.347 orang di Indonesia yang sembuh. Jumlah total yang telah sembuh dari Corona sebanyak 6.352.606 orang.


Selain itu, dilaporkan sebanyak 36 pasien positif di Tanah Air meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah total pasien positif yang meninggal sebanyak 159.104 orang.


Pemerintah mengimbau warga agar menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir, serta menjaga jarak.


Program vaksinasi Covid-19 juga tengah digencarkan agar tercipta kekebalan komunal (herd immunity).


Pemerintah juga telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 hingga 4 untuk menekan laju penyebaran Corona.


Warga diminta menaati aturan yang diberlakukan selama PPKM agar pandemi virus Corona dapat teratasi. (detikHealth/Antaranews/detikcom/a)




Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com