Mutasi Corona Seperti India Masuk RI

* 10 Orang Tertular

273 view
Mutasi Corona Seperti India Masuk RI
Foto: Ant/HO-Bidang TIKIM Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI
DIPULANGKAN: Sejumlah warga negara India menunggu proses pemulangan kembali ke negaranya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (25/4) setelah mereka ditolak masuk ke Indonesia, Jumat (23/4).
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut mutasi virus Corona baru seperti di India telah masuk ke Indonesia. Sejauh ini ada 10 orang di Tanah Air yang telah terpapar mutasi virus tersebut.

"Sedikit membahas penyebab pertama bahwa mutasi virus baru meningkatkan kasus di India, bahwa virus itu juga sudah masuk ke Indonesia. Ada 10 orang sudah terkena virus tersebut," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4).

Budi membeberkan provinsi di RI yang telah ditemukan mutasi virus Corona baru tersebut. Menurutnya, ada 3 provinsi, yakni Provinsi di Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

"Enam di antaranya adalah impor, jadi masuk dari luar negeri, 4 di antaranya adalah transmisi lokal. Ini yang kita perlu jaga. Dua di Sumatera, 1 di Jawa Barat, 1 di Kalimantan Selatan," ucapnya.

Dia menyebut pemerintah sudah menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas. Pemerintah juga telah membuat kebijakan menolak masuknya orang asing yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India sebelum masuk ke Indonesia.

"Untuk WNI masih boleh masuk, tapi protokol kesehatan kita perketat sehingga mereka harus stay 14 hari untuk WNI yang 14 hari terakhir pernah mengunjungi India mereka tetap diizinkan masuk. Tapi mereka harus dikarantina 14 hari," katanya.

Untuk titik pintu masuk kedatangan orang asing ke Indonesia pun telah ditentukan. Pemerintah memutuskan untuk jalur udara hanya boleh masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, Kualanamu, dan Sam Ratulangi. Sedangkan untuk pelabuhan hanya bisa masuk melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Dumai.

"Kita pastikan semua nanti yang pernah datang atau mengunjungi India akan dilakukan Genome Sinfansing. Agar kita bener lihat apakah terjadi mutasi baru atau tidak," pungkasnya.

Kondisi gelombang 'tsunami' COVID-19 di India yang memprihatinkan disebut-sebut salah satunya disebabkan oleh varian baru. Ada dua varian yang jadi perhatian yaitu B117 yang berasal dari Inggris dan B1617 yang merupakan varian lokal, keduanya dianggap bersifat lebih mudah menular.

Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa salah satu varian tersebut, B117, sudah terdeteksi di Indonesia pada awal Maret lalu. Seluruh pihak diimbau harus ekstra waspada agar jangan sampai kejadian seperti di India juga terjadi di Indonesia. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com