NII Sumbar Ingin Lengserkan Pemerintah Sebelum Pemilu 2024

* Anggota DPR RI Miris Ada 1.125 Anggota NII di Sumbar

337 view
NII Sumbar Ingin Lengserkan Pemerintah Sebelum Pemilu 2024
(Foto: Dok/MPI)
UNGKAP: Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar (kanan) mengungkap bahwa kelompok Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Sumatera Barat memiliki 1.125 anggota, Senin (18/4). 

Jakarta (SIB)

Densus 88 Antiteror Polri menangkap 16 orang terduga teroris jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Polisi menduga NII Sumbar memiliki rencana untuk melengserkan pemerintah sebelum Pemilu 2024.


"Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatra Barat yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024," kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Senin (18/4).


Aswin mengatakan pihaknya juga menemukan barang bukti lain berupa dokumen. Dia menduga NII Sumbar memiliki rencana mengganti ideologi Pancasila seperti NII Kartosuwiryo.


"Sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam bentuk dokumen tertulis menunjukkan bahwa jaringan NII di Sumatra Barat memiliki visi-misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo, yakni mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syariat Islam, sistem khilafah dan hukum Islam," katanya.


Aswin menyebut NII Sumbar juga memiliki potensi ancaman dengan senjata tajam golok. Polisi pun menemukan barang bukti berupa golok panjang dari salah satu tersangka.


"Di antara sekian rencana tersebut, terdapat juga potensi ancaman berupa serangan teror yang tertuang dalam wujud perintah mempersiapkan senjata tajam dan juga mencari para pandai besi," ujarnya.


"Adapun temuan alat bukti arahan persiapan golok tersebut sinkron dengan temuan barang bukti sebilah golok panjang milik salah satu tersangka," sambungnya.


Miris

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus miris mendengar pernyataan Polri yang menyebutkan anggota yang tergabung ke dalam Negara Islam Indonesia (NII) sudah mencapai 1.125 orang di wilayah Sumbar. Dengan kata lain kini Sumbar jadi gudang NII.


Menurutnya, dari segi jumlah jelas sangat mengkhawatirkan dan mengindikasikan gerakan NII ini sangat aktif dan massif dilakukan.


Dirinya pun mempertanyakan kebenaran tentang jumlah anggota NII di Sumatera Barat mencapai 1.125 orang yang telah disampaikan oleh pihak kepolisian.


"Dan diminta kepada Polri untuk dapat mengungkap dan menjelaskan secara transparan kepada publik, sehingga informasi ini menjadi terang benderang," ujar Guspardi Minggu (17/4).


Sementara itu Bupati Dharmasraya dan Tanah Datar serta Gubernur Sumbar juga mesti memberikan klarifikasi dan mengambil sikap terkait penangkapan dan keberadaan jaringan NII di Sumatera Barat.


Keterangan resmi dari kepala daerah menjadi sangat penting artinya. "Jangan sampai ada anggapan bahwa pemerintah daerah lalai dan abai menyikapi pernyataan dari pihak kepolisian. Implikasinya bisa ke mana-mana," ulas politisi PAN ini.


Legislator asal Sumatera Barat ini mengingatkan, jika data yang disampaikan pihak kepolisian itu benar dan akurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus waspada dan memberikan perhatian serius terkait permasalahan penyebaran paham NII ini.


Segera lakukan koordinasi dengan semua kepala daerah di kabupaten/kota yang ada di Sumbar untuk melakukan investigasi serta tracking kepada warga masyarakatnya tentang kegiatan NII di Sumatera Barat.


Jika ternyata terbukti banyak warga masyarakat yang terpapar paham NII di wilayah Sumatera Barat, tentu tugas utamanya adalah melakukan pembinaan yang intensif kepada warga masyarakat yang terpapar paham menyimpang yang dibawa kelompok NII itu.


Oleh karenanya, lanjutnya, sekali lagi jika data mengeni jumlah anggota NII benar adanya, diharapkan Pemerintah daerah sebagai pembina sosial dan politik harus waspada.


Harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mewaspadai dan menghindari ideologi yang dibawa kelompok NII.


Bagaimanapun jaringan teroris Negara Islam Indonesia (NII) harus ditumpas sampai ke akar-akarnya.


"Jangan sampai tatanan kehidupan masyarakat Sumatera Barat yang selama ini adem, tenang dan kondusif menjadi terancam karena disusupi oleh paham yang dibawa oleh NII," pungkas anggota Bakeg DPR RI ini.


Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebutkan, jaringan NII telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.


Ramadhan mengatakan jumlah anggota NII di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 1.125 orang. Dari jumlah itu, 400 orang adalah personel aktif.


Ramadhan juga mengungkapkan, ancaman teror dari jaringan NII cukup besar. Ia mencontohkan NII cabang Sumbar memiliki keinginan untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Kemudian, NII cabang Sumbar memiliki hubungan dengan kelompok teror di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. (PK/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com