Naik Helikopter Mewah, Ketua KPK Jalani Sidang Etik

* Jadi Saksi, Ketua MAKI Minta Firli Diturunkan Jadi Wakil Ketua KPK

269 view
Naik Helikopter Mewah, Ketua KPK Jalani Sidang Etik
ANTARA/HO-MAKI
Ketua KPK Firli Bahuri menggunakan helikopter mewah saat perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, Sabtu (20-6-2020).
Jakarta (SIB)
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, diperiksa Dewan Pengawas KPK sebagai saksi terkait kasus Ketua KPK Firli Bahuri yang menumpangi helikopter mewah. Boyamin mengaku dikonfirmasi soal data yang dilaporkannya.

"Prinsipnya persidangan tadi adalah mengkonfirmasi aduan saya, benar saya yang adukan, dengan data yang kemarin naik heli, fotonya (Firli) terus tidak pakai masker, terus kemudian saya lengkapi beberapa misalnya perjalanan saya sebutkan," ujar Boyamin di Anti-Corruption Learning Center KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/8).

Boyamin juga mengatakan, dirinya menemukan pesawat itu milik perusahaan mana saja. Dia juga menyebut helikopter yang dinaiki Firli saat itu pernah ditumpangi oleh salah satu pejabat negara tahun 2015.

"Saya juga mencari helikopter itu milik siapa karena pernah dipakai oleh petinggi di republik ini dari Solo ke Semarang tahun 2015 dari sebuah perusahaan X. Apakah itu perusahaan masih atau gimana kan saya nggak bisa buktikan. Tahun 2015 masih perusahaan itu, tahun 2018 ke sini apakah masih perusahaan itu atau nggak saya juga tidak bisa menyimpulkan, dan itu tugasnya Dewas," jelas dia.

Sidang tersebut, kata Boyamin, dipimpin oleh Ketua Dewas KPK Tumpak Hatarongan Panggabean, dan anggotanya Agustina Albertina Ho dan Syamsuddin Haris. Selain Boyamin, sejumlah pegawai dan staf Dewas yang menyelidiki aduan soal heli mewah juga diperiksa.

Menurut Boyamin, ada juga sesi sidang yang dia dikonfrontasi dengan Firli. Boyamin mengatakan Firli menjawab semua data-data tentang helikopter yang ditumpanginya. Menurut Firli, dia membayar full dan menggunakan uang pribadi saat menyewa helikopter itu.
"Iya lebih banyak saya dimintai keterangan aduan saya. Pak Firli sifatnya hanya tanggapi. Pak Firli katakan sudah dibayar (heli), tapi saya kan menyampaikan dibayar full, dapat diskon, atau lain? Pak Firli jawab bayar sendiri dan full, nanti apakah pembayaran standar atau nggak itu tugasnya Dewas (memastikan) bukan saya," jelas Boyamin.

Untuk diketahui, Dewas KPK menggelar sidang etik Ketua KPK Firli Bahuri, Selasa (25/7). Persoalan etik yang menjadi masalah adalah terkait aktivitas naik helikopter mewah.

Boyamin diperiksa karena dia yang melaporkan ke Dewas soal adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Firli karena naik helikopter mewah saat melakukan kunjungan ke Sumsel, yakni dari Palembang ke Baturaja, 20 Juni lalu.

Diturunkan Jadi Wakil Ketua
Boyamin Saiman di hadapan Dewan Pengawas KPK meminta Firli Bahuri diturunkan menjadi Wakil Ketua KPK jika terbukti melanggar etik soal kasus helikopter mewah. Boyamin juga menyampaikan itu di hadapan Firli.

"Saya sampaikan juga jika ini nanti dugaan melanggar, saya memohon Pak Firli cukup jadi wakil ketua, ketua diganti orang lain. Itu saya sampaikan juga," kata Boyamin usai sidang.

Boyamin mengaku permintaan ini hanya bersifat harapan dan tidak ditanggapi Firli di sidang. Dia mengatakan harapan ini hanya ditujukan ke Dewas. "Saya minta, itu permohonan. Itu tidak ditanggapi Pak Firli, ini malah saya minta ini permohonan pada Dewas dan tidak ditanggapi oleh Pak Firli," kata Boyamin.

Ketua KPK Firli Bahuri menjalani sidang etik terkait helikopter mewah yang dia tumpangi.

"Dengan anggota Dewas terkait dugaan pelanggaran kode etik. Saya tidak mau komentar biar nanti Dewas yang menilai," ujar Firli.
Firli mengatakan, akan mengikuti sidang dan mendengarkan penilaian Dewas KPK. "Kita ikuti dulu, oke ya," katanya.

Sidang etik digelar secara tertutup. Sebelum Firli, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo juga menjalani sidang etik kemarin (24/8), Yudi diperiksa lantaran pernyataan Yudi dalam polemik penyidik KPK, Kompol Rosa Purbo Bekti. (detikcom/d)
Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com