PPDB Dinilai Tidak Transparan

Nilai Rata-rata Siswa 90 Lebih Tidak Lulus di SMAN 1, Orang Tua Siswa “Geruduk” Kantor Disdik Sumut


1.639 view
Nilai Rata-rata Siswa 90 Lebih Tidak Lulus di SMAN 1, Orang Tua Siswa “Geruduk” Kantor Disdik Sumut
(Foto SIB/ Horas Pasaribu)
DIALOG: Kadis Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin berdialog dengan para orang tua siswa yang datang ke kantor disdik memprotes hasil PPDB 2021, Kamis (17/6). 
Medan (SIB)
Puluhan orang tua siswa, menggeruduk kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Jalan Cik Di Tiro, Medan, Kamis (17/6).

Pasalnya putra-putri mereka yang mendaftar PPDB (Penerimaan Peserta Didik baru) di SMA Negeri 1 Medan tidak lulus pada seleksi jalur prestasi, padahal nilai rapornya mulai semester I-V rata-rata 90 ke atas. Sementara menurut pengakuan mereka, nilai di bawah 90 ada yang lulus.

Orang tua siswa yang mendatangi kantor Disdik tersebut di antaranya Hendriko Sihombing, putrinya bernama Johana Monalisa Sihombing asal SMP St Thomas Medan memiliki nilai rata-rata 92, tapi tidak lulus. Calon siswa lainnya adalah Waway Ratu Liyeu asal SMP Harapan 2 memiliki nilai rata-rata 97,2 tidak lulus. Padahal, temannya sesama SMP Harapan 2 lulus ke SMA Negeri 1 dengan nilai rata-rata 95. Sementara Azura asal SMP As-Syafi’iya memiliki nilai rata-rata 94,2 juga tidak lulus. Beredar kabar ada yang memiliki nilai 89 bisa lulus.

Para orang tua siswa merasa kurang puas dengan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 yang telah diumumkan, Kamis (17/6). Pengumuman dinilai tidak transparan, pemberitahuan dikirim panitia kepada siswa melalui WhatsApp.

Seharusnya diumumkan secara online atau manual di sekolah yang dituju sehingga tahu berapa nilai tertinggi dan terendah.

“Katanya penilaian berdasarkan perangkingan, mana perankingannya. Kita tidak tahu siapa-siapa yang lulus dan berapa nilai rata-ratanya. Semestinya diumumkanlah secara terbuka, kalau memang anak kami tidak lulus karena nilainya tidak tidak mencukupi kami terima dengan lapang dada, tapi harus terbuka. Apa yang harus disembunyikan,” ucap Hendriko kepada wartawan.

Para orang tua siswa datang sekaligus meminta penjelasan dan solusi dari Disdik Sumut. Mereka berdatangan dan berkumpul di aula Amir Hamzah, tempat pemanduan pendaftaran PPDB secara online. Tampak sejumlah staf Disdiksu menerima kedatangan para orang tua siswa sekaligus menerima aspirasi yang disampaikan oleh para orang tua. Para orang tua siswa mengisi daftar pengaduan yang tersedia di aula Disdiksu tersebut. Ketua Panitia PPDB Ikhsan Lubis dan Seketaris Panitia Suhendri tidak berada di tempat.

"Kami tidak tau di mana kesalahannya kok, anak saya yang memiliki nilai lebih tinggi tidak lulus sedangan ada yang nilai rapornya lebih rendah lulus. Ini kan jelas ada kesalahan input data atau verifikasinya buruk, “ kata sejumlah orang tua siswa.

Para orang tua mengaku sudah mendatangi pihak sekolah. Namun dari pihak sekolah malah mengarahkan untuk datang langsung ke dinas. ”Kami berharap ada jawaban terbaik dari persoalan ini,” ungkap mereka lagi.

Mereka tampak makin beringas ketika tidak ada pihak berkompeten yang bisa menerima pengaduan, akhirnya mereka berkerumun di lt 2 Sub Bidang SMA dan mengancam akan menginap di ruangan tersebut kalau tidak ada pejabat Disdik yang menerima mereka. Akhirnya, Kadis Pendidikan Provsu Prof Wan Syaifuddin menemui orang tua siswa dan berdialog.

Kadisdik memahami betul perasaan para orang tua siswa yang anaknya tidak lulus.

Prof Wan Syaifuddin menjelaskan, sistem penilaian seleksi PPDB jalur prestasi tersebut yakni, 70 persen dari nilai rapor dan 30 persen dari akreditasi sekolah asal.”Bukan mutlak dari nilai rapor,” katanya.

Kadisdik tetap mengakomodir semua keluhan orang tua siswa dan akan melakukan, evaluasi menyeluruh terkait PPDB ini.

Seluruh aspirasi dari para orang tua siswa ditindaklanjuti dengan cara mencatat nama, nilai rapor dan asal sekolah di secarik kertas. ”Kasus ini tidak boleh terjadi lagi, kita akan perbaiki semua sistemnya serta sosialiasinya akan dimaksimalkan, sehingga tidak ada lagi informasi soal PPDB yang tidak sampai ke masyarakat. Kadis berjanji memperbaiki sistim pengumuman. Namun para orang tua siswa Nampak belum puas dengan janji Kadis, mereka akan datang lagi ke kantor dinas guna melihat bukti apakah hasil PPDB jalur prestasi diumumkan secara terbuka untuk SMAN 1 setelah diprotes. (A8/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com