PBNU: Aksi Nuril Rekam Percakapan Mesum Kepsek Bukan Pidana

* Koin Nuril Tembus Rp 192 Juta

315 view
Jakarta (SIB) -PBNU membela Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus perekam percakapan mesum kepala sekolah. PBNU menilai perbuatan Baiq Nuril tidak masuk dalam delik pidana.

"Perlu ditegaskan, perbuatan M (kepala sekolah) menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan perempuan bukan istrinya kepada Baiq Nuril tersebut secara hukum patut dikualifikasi sebagai pelecehan seksual terhadap diri Baiq Nuril. Sedangkan perbuatan Baiq Nuril merekam perilaku mesum yang diceritakan M bukan merupakan delik pidana," kata Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/11).

Menurut Robikin, perbuatan Baiq Nuril juga untuk melindungi diri dari perilaku kepala sekolah itu. Baiq Nuril disebut untuk mempertahankan rumah tangga bersama keluarganya dari tuduhan selingkuh.

"Karena hal itu dimaksudkan untuk melindungi diri dari kemungkinan pelecehan seksual lebih lanjut oleh M (kepala sekolah) dan sekaligus merupakan upaya Baiq Nuril untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga bersama keluarganya dari kemungkinan tudingan selingkuh suaminya," jelas dia.

"Bukankah melindungi diri dari kemungkinan pelecehan seksual dan mempertahankan keutuhan keluarga merupakan hak yang harus dihormati dalam sistem hukum kita?" imbuh Robikin.

Kasus ini bermula saat kepsek menelepon Nuril dan menggoda serta berbicara kotor berbau mesum pada 2012. Omongan itu direkam Nuril. Kasus pun bergulir ke pengadilan.

Awalnya Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi oleh Mahkamah Agung (MA), Nuril dinyatakan bersalah dan dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Robikin berharap nama baik dan martabat Baiq Nuril dipulihkan oleh Mahkamah Agung.

"Lagi pula, bukankah secara falsafati di antara tujuan UU ITE adalah untuk memanfaatkan sarana teknologi dalam pembuktian tindak pidana? Saya berharap nama baik dan harkat martabat Baiq Nuril Makmun dapat dipulihkan MA melalui putusan PK Kelak, layaknya Pengadilan Negeri Mataram menjatuhkan putusan tanggal 26 Juli 2017," jelas Robikin. 

Tembus Rp 192 Juta
Sementara itu, warga menggalang dana untuk Baiq Nuril agar lolos dari denda Rp 500 juta. Selain itu, Nuril masih tetap terancam 6 bulan panjara karena merekam perbuatan mesum atasannya yang juga Kepsek SMAN 7 Mataram, NTB.

Penggalangan dana itu dibuat di kitabisa.com. Hingga Jumat (16/11) pukul 09.30 WIB, telah terkumpul Rp 192.162.951.

"Kita kaget juga sudah sebanyak itu," kata inisiator penggalangan dana, Anindya Joedion.

Yang cukup mengagetkan, Rp 192 juta terkumpul dalam tiga hari. Hal ini menandakan keresahan nasib Nuril juga dirasakan masyarakat.

"Ini pertanda masyarakat resah. Selama ini dikira UU ITE hanya untuk buzzer, ternyata anggak. Ini lho Ibu Nuril cuma staf TU SMAN bisa kena juga," ujar Anindya.

Penggalangan dana itu ditargetkan mencapai Rp 550 juta. Namun, penyerahan dana itu akan dikordinasikan lewat kuasa hukum Nuril. Sebab, target perjuangan Nuril adalah bebas.

"Kita lihat nanti upaya hukumnya. Kalau bebas, maka uangnya diserahkan ke Bu Nuril," ujar Anindya.

Sebagaimana diketahui, Baiq Nuril merekam percakapannya dengan Kepsek M tentang cerita mesum yang dilakukannya dengan atasan Nuril di bagian keuangan SMAN 7 Mataram. Tindakan perekaman itu justru membuat Nuril diberhentikan bekerja. Nuril dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap menyebarkan rekaman percakapannya dengan M.

Akan tetapi Baiq Nuril mengaku bahwa dirinya merekam percakapan tersebut hanya untuk menjaga keutuhan hubungan keluarganya serta melindungi dirinya karena merasa dilecehkan secara seksual.

"Soalnya suami saya tahu kalau saya suka pulang larut malam. Waktu itu si kecil (anak bungsu) masih menyusui. Tapi si kepala sekolah ini dulu tetap dia ajak saya pulang malam," cerita Nuril menjelaskan alasan merekam perilaku cabul atasannya.

Belakangan rekaman itu beredar dan ia diproses. Awalnya, Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Tapi oleh MA, Nuril divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. (detikcom/d/f)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com