PBNU Gelar R20 ISORA, Dorong Pemimpin Agama Bersuara untuk Gaza


238 view
PBNU Gelar R20 ISORA, Dorong Pemimpin Agama Bersuara untuk Gaza
Foto: Devi Puspitasari/Detikcom
FOTO BERSAMA: Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf foto bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair SM Al Shun dan lainnya saat acara Road to R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/11). 

Jakarta (SIB)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA). Kegiatan ini bertujuan mendorong pemimpin agama bersuara terkait konflik Israel dan Hamas di Gaza.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam acara Road to ISORA di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/11), mengatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka meletakkan pengaruh bagi para pemangku kebijakan dan komunitas di sekitarnya.

Acara ini turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, dan Wasekjen PBNU Najib Azka.

"Otoritas agama akan memobilisasi kekuatan yang mereka punya untuk bergerak dan meletakkan pengaruh pada komunitasnya dan lingkaran pemangku kebijakan untuk bergerak maju," kata Gus Yahya dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina. "Menghentikan segera bencana kemanusiaan berlangsung di Gaza," tururnya.

Gus Yahya menyampaikan ISORA akan membahas mengenai masalah fundamental konflik yang masih terjadi sampai sekarang bahkan semakin parah di Timur Tengah. Yaitu, melemahnya tatanan internasional yang seharusnya menjadi aturan internasional dan disepakati negara-negara.

"Memberikan solusi berkelanjutan yang kita hadapi bersama. Bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada satu kelompok saja, tapi masalah bagi kemanusiaan. Jika kemanusiaan tidak bisa menyelesaikan masalah Palestina, maka kemanusiaan itu gagal pada dirinya sendiri," ucapnya.

Gus Yahya meyakini bahwa kemanusiaan masih dapat patut untuk membantu. Dia berharap bahwa kegiatan ini dapat berlanjut bekerja bersama untuk menyelesaikan masalah konflik dan berjuang untuk kehidupan internasional yang lebih damai dan harmonis.

"Kita tidak boleh berhenti (bertindak) sampai menemukan solusi untuk masalah saudara-saudara kita di Palestina dan seluruh orang yang menghadapi masalah sama. Ini nanti kita berharap hasil ISORA bukan hanya pernyataan bersama, tapi kesepakatan bertindak dalam jangkauan masing-masing untuk mempengaruhi dinamika sekarang," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun menyampaikan bahwa dunia butuh perdamaian yang sesungguhnya. Menurutnya, orang tidak percaya bahwa Palestina mengalami genosida, holocaust baru, dan kriminal yang dilakukan Israel.

"Orang tidak akan percaya apa yang terjadi di Gaza, Palestina hari-hari ini, yaitu sebuah genosida, holocaust baru, dan kriminal yang dilakukan Israel. Orang-orang dibunuh sampai hari demi hari. Kita berharap ini sudah terakhir," jelasnya.

Diketahui, dalam R-20 ISORA akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti 150 partisipan dengan 40 di antaranya dari luar negeri. Kegiatan ini akan mengangkat tema 'Peran Agama dalam Mengatasi Kekerasan di Timur Tengah dan Ancaman terhadap Tatanan Internasional Berbasis Aturan.'

Kegiatan ini akan dihadiri oleh 4 narasumber kunci, yakni Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Grand Syekh Al-Azhar Syekh Ahmad al-Thayyeb, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Mohammed bin Abdul Karim al-Issa, dan (4) Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gueterres. (detikcom/d)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com