Kamis, 23 Mei 2024 WIB

PBNU Minta Kasus Penganiayaan David Diproses Secara Adil

Menag dan Menkeu Jenguk David
Redaksi - Minggu, 26 Februari 2023 09:07 WIB
520 view
PBNU Minta Kasus Penganiayaan David Diproses Secara Adil
Foto: Dok/Internet
BESUK: Menteri Keuangan Sri Mulyani membesuk David di RS Mayapada, Sabtu (25/2). Ia meminta maaf kepada orangtua korban atas kasus penganiayaan yang dilakukan anak pejabat Ditjen Pajak. 
Jakarta (SIB)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat bicara soal kasus anak anggota pengurus pusat GP Ansor, Cristalino David Ozora alias David (17), yang dianiaya anak mantan pejabat Ditjen Pajak, Mario Dandy Satrio (20). PBNU meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Imron Rosyadi berharap pihak yang terlibat dalam penganiayaan David bisa diproses hukum secara adil. Alasannya, untuk memberikan efek jera kepada yang bersangkutan.

"Kita berharap tindakan main hakim sendiri yang disertai tindakan biadab terhadap korban (David) yang dilakukan tersangka harus diproses secara adil dan hukuman yang nanti dijatuhkan akan memberikan efek jera kepada yang bersangkutan dan juga kepada yang lain agar tidak terjadi tindakan serupa di masa yang akan datang," kata Imron saat dihubungi, Sabtu (25/2).

PBNU juga mengapresiasi pihak kepolisian yang bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Imron menyebut semua pihaknya perlu mengawal terus perkara tersebut hingga para tersangka diadili.

"Semua pihak perlu mengawal prosesnya hingga nanti di kejaksaan dan pengadilan," ujarnya.

Lebih lanjut, PBNU mengapresiasi tindakan Kementerian Keuangan yang mengambil langkah memberikan sanksi kepada ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo. Dia menilai Rafael lalai mendidik anaknya.

"Kita juga mengapresiasi Kementerian Keuangan yang telah memberikan sanksi disiplin dan pencopotan terhadap orang tua tersangka yang lalai mendidik anaknya untuk tidak boleh melakukan tindakan pelanggaran hukum apalagi yang jauh dari nilai kemanusiaan," jelasnya.


Jenguk David
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjenguk David di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Iya betul (Sri Mulyani dan Yaqut menjenguk David), sekitar pukul 11.00," kata Paman David, Rustam, saat dikonfirmasi.[br]


Rustam mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan untuk David. Dia berharap agar David segera diberi kesembuhan.

"Terima kasih atas kunjungan, support dan doa Ibu Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani, yang telah berkunjung bersama Ketua Umum PP GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, datang sebagai Ibu yang sangat prihatin terhadap korban kebiadaban, sebagai Ibu yang prihatin anaknya sampai saat ini masih tidak berdaya. Sebagai Ibu yang mengutuk keras saat nilai-nilai kemanusiaan diinjak-injak. Datang bersama Ayah, Bapak kami semua kader Banser, pimpinan yang berduka ketika anaknya teraniaya sedemikian rupa," ungkapnya.



Ingin Minta Maaf
Di pihak lain, pengacara Mario Dandy, Dolfie Rompas mengungkapkan kliennya sudah menyadari perbuatan penganiayaan terhadap David. Dolfie mengatakan Mario Dandy ingin meminta maaf kepada David.

"Dari kemarin-kemarin tentunya dia sudah menyadari, sudah menyampaikan," kata Dolfie kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Dolfie menyebut, Mario Dandy ingin menyampaikan permintaan maafnya secara langsung. Namun terhalang karena statusnya sebagai tersangka dan tengah ditahan dalam kasus penganiayaan tersebut.

"Dia tidak bisa ketemu iya kan, tapi selalu disarankan orang tua. Wajar lah harus menyampaikan mohon maaf, tapi kan tidak bisa ketemu dengan korban kan beliau masih dalam proses hukum," ujarnya.


Papan Bunga Berjejer
Di tempat terpisah, sejumlah papan bunga dengan kalimat dukungan agar polisi menangkap perempuan berinsial A alias AG (15) di kasus penganiayaan David berjejer di Mapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel). Perempuan A merupakan pacar Mario.

Pantauan di lokasi, pukul 17.03 WIB, ada 11 papan bunga seruan agar A turut diproses hukum. Pengirimnya menamai diri mereka dengan sebutan beragam, seperti Aliansi Masyarakat Anti Kekerasan, Warga Anti Kekerasan, Netyjen Pecinta Keadilan dan lain-lain.

"Ga ada provokasi dari A, ga bakal ada yang koma. Pak Polisi tangkap A plis," tulisan dalam salah satu papan bunga.


Diperiksa hingga Subuh
Sebelumnya, A alias AG telah diperiksa sebagai saksi sedari malam hingga subuh oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jaksel.

"Sudah pulang, kami dari tadi malam sampai jam empat subuh (Kamis subuh-red) kami mendampingi saksi anak ini," ujar pengacara A, Mangatta Toding Allo, kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (24/2) malam.

Mangatta Toding Allo lalu mengatakan kliennya tidak terlibat dalam penganiayaan David. Mangatta membantah perempuan A menyuruh Mario Dandy untuk melakukan penganiayaan terhadap David.[br]


"Untuk menyuruh melakukan itu tidak mungkin, karena dia masih di bawah umur, dan dia tidak ada niatan untuk itu," jelas Mangatta.

Mangatta mengatakan bukan perempuan A yang mengadu soal 'perbuatan tidak baik' David kepada Mario Dandy. Tetapi saksi perempuan inisial APA-lah yang mengadukan hal itu kepada Mario Dandy.

"Dia (A) tidak mengadu (ke Mario). Itu harus diluruskan, tidak ada (A) yang mengadu. Yang bilang itu APA ke MDS, itu statement berbahaya," terang Mangatta.

"Saksi APA juga sudah mengakui barusan dan seperti yang diterangkan Pak Kapolres, Pak Kapolres sudah menyampaikan keterangan yang disampaikan saksi APA ini bahwa klien kami ini A tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dituduhkan di medsos," tambahnya.


Peringatkan Mario
Mangatta menyampaikan kliennya sudah berulang kali mengingatkan Mario Dandy untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Perempuan A juga sudah mengingatkan Dandy di mobil Jeep Rubicon dalam perjalanan sepulang dari sekolah.

"Jadi MDS itu sekali lagi menjemput klien kami di sekolahnya secara tiba-tiba dia ada planning. Jadi dijemput, akhirnya ada komunikasi harus mengambil barang di sana dan memang sudah diperingatkan sekali dua kali ini untuk di-make sure untuk jangan sampai dilakukan tindakan yang tidak diinginkan," katanya.[br]


Mangatta mengatakan kliennya dirugikan oleh tuduhan-tuduhan tersebut. Pada kenyataannya, A tidak memiliki niat juga untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi sudah dicek di BAP ini klien kami tidak ada niatan untuk itu, dan ini memang murni atas pilihan yang dilakukan saudara tersangka ini. Dan sekali lagi, klien kami A sudah memperingatkan dua sampai tiga kali. Bahkan di mobil saat turun dan dia juga sudah secara psikis diam dia akhirnya benar-benar menyampaikan ke kami bahwa pada saat saudara korban ini sudah tergeletak, dia bukan selfie, dia memegang kepalanya dan meminta pertolongan," katanya.

"Jadi berita yang ada ini sangat-sangat merugikan klien kami. Kami menunggu momen ini saksi dari APA ini meluruskan semuanya dan memberikan pencerahan dan pemulihan untuk klien kami," tambahnya. (detikcom/d)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemenag: Jemaat Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024
Pesawat Jemaah Haji Keluarkan Percikan Api, Kemenag Tegur Garuda
Kemenkeu Copot Kepala Bea Cukai Purwakarta RE Hutahaean
Kanwil Kemenag Sumut dan IAIN Lhokseumawe Teken MoU, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kemenag Sumut: Visa Jemaah Haji Tuntas Akhir April 2024
PBNU Segera Copot Rektor UNU Gorontalo Diduga Lecehkan 12 Orang
komentar
beritaTerbaru