PBNU Minta Polisi Tes Kejiwaan Siti Elina yang Coba Terobos Istana

* Densus 88 Dalami 4 Pistol yang Disita dari Siti Elina

293 view
PBNU Minta Polisi Tes Kejiwaan Siti Elina yang Coba Terobos Istana
(Foto: Dok. Polisi)
Siti Elina 

Jakarta (SIB)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta agar kejiwaan Siti Elina, perempuan yang mencoba menerobos Istana dan menodongkan pistol ke Paspampres, diperiksa. Menurutnya, hal yang dilakukan oleh Siti Elina tidaklah normal.


"Mungkin kurang sehat pikiran, perlu diperiksa kejiwaannya. Dan dari mana latar belakangnya sehingga punya pistol.

Apakah asli atau mainan kan ada registrasinya," ucap Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, saat dihubungi, Rabu (26/10).


Pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu menduga Siti Elina mengalami gangguan jiwa.


"Ya, saya menduga demikian (gangguan kejiwaan). Nekad dan tidak waras," ujarnya.


Gus Fahrur juga bicara soal ide negara khilafah.


Menurutnya, ide tersebut merupakan romantisme masa lalu yang tidak akan berhasil diterapkan di era modern ini.


"Ide negara khilafah baru hanya romantisme masa lalu yang tidak akan bisa dibentuk di dunia modern saat ini. Mereka perlu disadarkan pentingnya negara kesatuan yang aman," katanya.


Kondisi Indonesia saat ini, menurut Gus Fahrur, perlu disyukuri. Sebab, menurutnya Indonesia menerapkan aturan kebebasan beragama.


"NKRI adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Kebebasan beragama, tidak ada larangan," ucapnya.


Gus Fahrur juga menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan harga mati.


Dasar negara itu pun sudah diakui oleh kalangan pemuka agama, khususnya Islam.


"Soal dasar negara, sudah disepakati semua ulama sejak zaman kemerdekaan dahulu dan sudah final. Ulama pendiri bangsa ini sudah sepakat memilih negara kesatuan NKRI juga berdasar pertimbangan hukum Islam juga," ucapnya.


Ingin Bertemu Jokowi

Tujuan Siti Elina menodong Paspampres dan mencoba menerobos Istana Negara terkuak. Rupanya ia hendak bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Dia datang ke Istana, sebenarnya hasil pemeriksaan kita tujuannya adalah ingin bertemu Pak Jokowi," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam konferensi pers, Rabu (26/10).


Siti hendak menyampaikan sejumlah hal terkait dasar negara. Menurutnya, dasar Negara Indonesia salah.


"(Siti) ingin menyampaikan bahwa Indonesia ini salah, karena dasarnya bukan Islam, tapi ideologinya Pancasila,"lanjutnya.


Dapat Wangsit

Densus 88 Antiteror Polri kemudian mengungkap motif lain Siti. Siti mengaku mendapat mimpi masuk surga.


"Saat ini semua keterangan yang bersangkutan itu seperti mendapat mimpi atau wangsit, jadi yang bersangkutan mimpi masuk surga dan neraka sampai ada kesimpulan dia harus menegakkan ajaran yang benar," kata Kabag Banops Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta.


Dia mengatakan motif Siti Elina masih didalami. Polisi bakal melibatkan psikolog untuk memeriksa kondisi Siti Elina.


"Kita dalami motif. Kita sarankan bertemu psikolog untuk mendalami kejiwaan terhadap yang bersangkutan. Kita ingin supaya kita hidup damai, aman, tenteram semuanya," ucap Aswin.


Dalami

Sementara itu, polisi bersama Densus 88 menemukan empat buah pistol dalam kasus Siti Elina, wanita yang mencoba menerobos Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.


Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan masih mendalami empat pistol tersebut.


Sebagai informasi, dari empat pistol yang ditemukan, salah satunya milik pamannya yang merupakan mantan anggota ABRI atau TNI.


Aswin mengatakan pihaknya akan mendalami apakah semua pistol yang disita dari rumah Siti Elina juga milik pamannya atau bukan.


"Kalau masalah punya dia (paman Siti Elina) semua, itu yang mau kita dalami lagi. Kita belum ada keterangan lanjut ke sana. Jadi empat-empatnyakah punya dia atau bukan, masih kita dalami," kata Aswin saat dihubungi, Kamis (27/10).


Aswin mengatakan paman Siti Elina sekarang bekerja sebagai sekuriti. Paman Siti Elina, kata dia, memiliki pistol untuk mendukung pekerjaannya, seperti sekuriti.


"Itu milik dari pamannya, yang purnawirawan yang sekarang kerja sekuriti. Tapi sebenarnya tidak penting dia purnawirawannya ya. Jangan salah, persoalannya dia pekerjaannya sekuriti. Sehingga dia memang ya menyimpan atau memiliki senpi itu dalam rangka melakukan pekerjaannya kalau keterangan dia," jelasnya.


Aswin menuturkan pistol jenis FN diamankan saat Siti Elina mencoba menerobos Istana. Sedangkan tiga pistol lain diambil saat dilakukan penggeledahan di rumah pribadi Siti Elina.


"Iya betul. Yang digeledah rumahnya mereka. Barang bukti yang ada saat ini, satu senjata sejenis FN, 2 airgun dan 1 senjata tajam berbentuk pistol," ujarnya.


Aswin melanjutkan, meskipun keempatnya berbentuk pistol, Densus 88 masih mendalami apakah memang betul senjata api atau bukan.


Selain itu, bagian-bagian dalam senjata juga turut diperiksa, untuk mengetahui rakitan atau bukan.


"Sebenarnya semuanya berbentuk pistol ya. Jangan bilang senjata api dulu. Karena kenyataannya itu kita belum tahu bisa nembak atau tidak, karena bentuknya memang seperti pistol. Sekarang sedang diuji, kemudian parts-nya atau bagian senjata sedang diperiksa apakah betul kategori senjata api atau senjata rakitan atau airgun," tutupnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com