PDIP Ungkap Perintah Mega: Prananda di Hulu, Puan di Hilir


187 view
Dok. PDIP
Prananda-Megawati-Puan (dari kiri ke kanan pakai baju hitam)
Jakarta (SIB)
Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mendorong Prananda Prabowo menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP dibanding Puan Maharani. Elite PDIP, Hendrawan Supratikno, mengungkap perintah Megawati kepada Prananda dan Puan.

Dia awalnya bicara soal AD/ART PDIP. Menurutnya, Ketum PDIP yang baru nantinya diputuskan oleh Megawati selaku Ketum petahana.

"Dalam AD/ART PDI-P sudah jelas, ketum yang baru diputuskan oleh ketum petahana. Jadi tidak perlu ada kubu-kubuan, dukung mendukung, atau seru menyeru. Ibu Megawati yang akan memutuskan," kata Hendrawan kepada wartawan, Senin (12/4).

Dalam struktur kepengurusan DPP PDIP, Prananda menjabat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital. Sementara Puan Maharani menjabat Ketua Bidang Politik dan Keamanan.

Hendrawan menjelaskan, Megawati memerintahkan Puan bergerak di hilir PDIP, seperti eksekutif hingga legislatif. Sedangkan Prananda, kata Hendrawan, bergerak di hulu seperti mengkonsolidasi partai.

"Selama ini ada dua anak ketum yang terlibat dalam kegiatan partai, yaitu Bu Puan Maharani dan Mas Prananda Prabowo. Bu Puan lebih banyak bergerak di 'hilir' atau fraksi, eksekutif, dan hubungan antarlembaga, Mas Nanan lebih banyak di 'hulu' atau konsolidasi partai, penempatan kader di badan/organisasi sayap," ujar senior PDIP itu.

Gerak Prananda dan Puan, menurut Hendrawan, adalah bersinergi membangun PDIP. Gerak seperti ini disebutnya berasal dari perintah Megawati.

"Jadi yang dibangun adalah sinergi hulu-hilir. Ketum membangun arsitektur kewenangan ini untuk memperkokoh integrasi internal," ujarnya.

Kongres PDIP yang akan memilih ketua umum PDIP akan berlangsung 2024 atau 3 tahun lagi. Namun, Ketua DPC PDIP Solo Fx Hadi Rudyatmo sudah berani memunculkan nama Prananda Prabowo sebagai calon Ketua Umum PDIP paling layak untuk menggantikan Megawati.

Rudy, sapaannya, menilai tidak ada yang salah ketika nama calon ketum dimunculkan sejak dini. Apalagi, menurutnya, Megawati sudah lima periode memimpin partai berlambang banteng itu.

"Kaderisasi harus dilakukan sedini mungkin. Karena Bu Mega Ketua Umun PDIP sejak 1998. Kalau 2024 ingin menyerahkan tongkat estafet, kita harapkan ke Mas Prananda," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Senin (12/4).

Mantan Wali Kota Solo itu menilai penerus tampuk kepemimpinan PDIP haruslah berasal dari trah Sukarno. Prananda Prabowo dinilai paling tepat di antara nama-nama trah Sukarno, seperti Puan Maharani hingga Puti Guntur Soekarno.

"Mau tidak mau kita yang ditinggalkan ini harus melanjutkan cita-cita Bung Karno untuk menyejahterakan kaum marhaen. Kader yang layak dan pantas menjadi Ketua Umum PDIP ya Mas Prananda," kata Rudy. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com