PPKM Diperpanjang Hingga 30 Agustus, Beberapa Daerah Turun Level 3

* Jokowi Beri Menkes Target Vaksinasi 100 Juta Dosis Hingga Akhir Agustus

265 view
PPKM Diperpanjang Hingga 30 Agustus, Beberapa Daerah Turun Level 3
Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM Level 4,3 dan 2 di Jawa-Bali hingga 30 Agustus 2021    

Jakarta (SIB)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali diperpanjang pada 24-30 Agustus 2021. Namun, beberapa wilayah diturunkan statusnya dari level 4 menjadi level 3.


"Pemerintah memutuskan mulai tanggal 24 Agustus hingga 30 Agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan levelnya dari level 4 jadi level 3," kata Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/8).


Jokowi menyebut penurunan status menjadi level 3 ini untuk wilayah Jawa-Bali diterapkan di aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kabupaten kota lainnya bisa mulai menerapkan PPKM Level 3 pada 24-30 Agustus 2021.


Presiden mengungkapkan alasan pemerintah menurunkan status PPKM di beberapa wilayah ialah karena tren kasus Covid-19 terus mengalami penurunan sejak titik puncak pada 15 Juli 2021. Kasus sembuh juga terus menunjukkan tren peningkatan.


"Tren kasus Covid-19 terus menurun hingga mencapai 78 persen. Selain itu BOR nasional pada angka 33 persen," ujarnya.

Meskipun demikian, Jokowi mengingatkan bahwa pandemi covid-19 belum selesai dan di beberapa negara saat ini sedang mengalami gelombang ketiga dengan penambahan kasus yang signifikan.


Adapun, PPKM berbasis Level sendiri telah diperpanjang beberapa kali yaitu pada 21-25 Juli 2021, 26 Juli-2 Agustus 2021, 3-9 Agustus 2021, 10-16 Agustus 2021 dan terakhir 16-23 Agustus 2021.


Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 pada Senin (23/8) atau di hari terakhir PPKM, penambahan kasus positif Covid-19 secara nasional di bawah 10.000 kasus.


Satgas mencatat kasus positif bertambah 9.604 sehingga totalnya menjadi 3.989.060 kasus, sedangkan kasus sembuh bertambah 24.758 kasus sehingga totalnya menjadi 3.571.082.


Adapun, penambahan kasus meninggal akhirnya di bawah 1.000 kasus yaitu bertambah 842 sehingga totalnya menjadi 126.372 kasus.


PPKM

Presiden Jokowi juga menyatakan, untuk PPKM level 4 di luar Jawa-Bali, pemberlakuannya berkurang menjadi 7 provinsi dan 104 kabupaten/kota. Sedangkan PPKM level 3 menjadi 234 kabupaten/kota.


"Untuk luar Jawa-Bali juga ada perkembangan yang membaik tetapi tetap harus waspada. Level 4 dari 11 provinsi jadi 7 provinsi, level 4 dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota. Level 3 dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota," kata Jokowi.


Jokowi juga memaparkan jumlah daerah yang memberlakukan PPKM level 2 di luar Jawa dan Bali, yaitu sebanyak 48 kabupaten/kota.


"Level 2 dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan pemerintah juga melakukan pelonggaran pada beberapa sektor. Dia menyebut rumah ibadah boleh beroperasi maksimal 25 persen kapasitas.


"Dengan melihat mulai membaiknya beberapa indikator pemerintah akan mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap atas beberapa pembatasan kegiatan masyarakat. Antara lain tempat ibadah diperbolehkan dibuka untuk kegiatan ibadah maksimal 25 persen kapasitas atau maksimal 30 orang," kata dia.


Restoran juga diperbolehkan makan di tempat dengan kapasitas 50 persen. Jam operasi dibatasi hingga pukul 20.00 malam.


"Restoran diperbolehkan makan ditempat dengan maksimal 25 persen kapasitas, 2 orang per meja dengan pembatasan jam operasional hingga jam 20.00," tuturnya.


Sementara untuk mal, Jokowi menerangkan bahwa jam operasi hingga pukul 20.00. Kapasitas mal maksimal 50 persen.


"Pusat perbelanjaan, mal diperbolehkan buka sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal 50 persen kapasitas, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah," jelasnya.


Target Vaksinasi

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin diberi target oleh Presiden Jokowi terkait capaian vaksinasi Covid-19. Di akhir Agustus, Presiden Jokowi ingin 100 juta dosis vaksin sudah disuntikkan ke warga.


Dalam konferensi pers itu, awalnya Presiden Jokowi membahas capaian vaksinasi terkini.


"Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat cakupan vaksinasi juga terus meningkat dan saat ini 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan," kata Presiden Jokowi.


Selanjutnya Presiden Jokowi menyampaikan dirinya menugaskan Budi untuk menggencarkan vaksinasi hingga di angka 100 juta dosis sampai akhir bulan ini. "Saya minta kepada Menteri Kesehatan sampai akhir bulan Agustus ini kita harus bisa mencapai penyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin," sambung dia.


Presiden Jokowi kemudian mengatakan TNI-Polri telah aktif melakukan tracing terhadap kontak erat pasien Covid-19. Sehingga rasio tracing kontak erat yang pada akhir Juli di angka 1,9, kini naik signifikan di angka 6,5.


"Keterlibatan TNI dan Polri dalam melakukan tracing turut berkontribusi terhadap peningkatan angka rasio kontak erat. Pada 20 Agustus 2021 rasio kontak erat mencapai 6,5, jauh meningkat dibanding pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1,9," jelas Presiden Jokowi.


Meski situasi membaik, Presiden Jokowi meminta semua pihak tak lengah. Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan (prokes), dan pemerintah diminta terus menggencarkan tracing serta testing.


"Perbaikan situasi Covid-19 yang kita miliki saat ini tetap harus kita sikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan prokes, testing dan tracing yang tinggi, serta cakupan vaksinasi yang semakin luas," ujar Presiden Jokowi. (detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com