PPKM Diperpanjang Hingga 8 November, Sumut Level 1

* Kasus Baru Covid-19 di Sumut 35, Meninggal 1 Orang

256 view
PPKM Diperpanjang Hingga 8 November, Sumut Level 1
(Edi Wahyono)
Foto: Ilustrasi PPKM 

Medan (SIB)

Pemerintah pusat kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel untuk menangani pandemi Covid-19 di sejumlah daerah luar Jawa-Bali mulai 19 Oktober sampai 8 November 2021.


Pada perpanjangan PPKM ini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) turun ke level 1 dari sebelumnya di level 2. Seperti diketahui, pemerintah sejauh ini telah memberlakukan PPKM level 4, 3, dan 2 sebanyak 11 kali perpanjangan sejak awal penanganan pandemi Covid-19.


"Perpanjangan PPKM tadi disampaikan kepada bapak Presiden dan disetujui untuk di luar Jawa diberlakukan 19 Oktober sampai 8 November dalam 3 minggu dengan evaluasi tetap dilakukan setiap minggu," kata Menko Perekonomian yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto lewat konferensi pers yang diterima jurnalis harianSIB.com, Senin (18/10).


Airlangga mengatakan kondisi di luar Jawa-Bali kian membaik dari hari ke hari. Sudah tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang menerapkan PPKM level 4. "PPKM level 3 hanya satu di Kaltara," sebutnya.


Kemudian ada 23 provinsi menerapkan level 2. Provinsi yang menerapkan PPKM level 1 antara lain Sumut, NTB dan Kepulauan Riau.


Pemerintah mengaku akan terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM di seluruh wilayah Indonesia setiap dua pekan sekali. PPKM berlevel di seluruh kabupaten/kota akan ditetapkan ulang oleh pemerintah berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah indikator penilaian yang ada.


Indikator penilaian tersebut mencakup jumlah kasus positif Covid-19, kasus kematian, kasus kesembuhan, tingkat testing dan tracing, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, hingga capaian vaksinasi di wilayah masing-masing tersebut.


Belakangan ini pertambahan kasus Covid-19 mulai mengalami tren penurunan. Terhitung sejak 29 September sampat saat ini, pertambahan kasus positif tak pernah di atas 2.000 per hari.


Kasus aktif Covid-19 memang cenderung turun, namun ancaman gelombang tiga Covid-19 di Indonesia diprediksi terjadi pada akhir 2021 berkenaan dengan momen libur Natal dan Tahun baru.


Pemerintah tengah mempersiapkan diri guna mencegah lonjakan kasus terjadi lagi. Vaksinasi pun terus digencarkan guna menciptakan kekebalan kelompok dari penularan virus corona.


Kasus Baru

Sementara itu, kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumut Senin (18/10) , tercatat 35 orang, mengalami kenaikan dari sehari sebelumnya 25 orang, angka kesembuhan 49 orang menurun dari sebelumnya 51 orang. Kasus meninggal 1 orang, menurun dari sehari sebelumnya 2 orang. Jumlah ini diperoleh melalui laporan media harian Covid-19 Kemenkes RI, Senin (18/10).


Di hari yang sama, Sumut peringkat keenam sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia. Posisi Sumut juga mengalami kenaikan dari sehari sebelumnya peringkat 10.


Peringkat pertama diraih DKI Jakarta 107 orang, Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 67 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 63 orang.


Sulawesi Selatan peringkat keempat sebanyak 48 orang, Jawa Timur peringkat kelima sebanyak 43 orang, Sumatera Utara peringkat keenam sebanyak 35 orang.


Terpisah, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19 di rumah sakit wilayah Sumut terus menurun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, saat ini angkanya tak sampai 5 persen.


Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis menyebutkan, angka BOR ICU Covid-19 Sumut yaitu 4,26 persen. "Pada awal bulan Oktober ini, BOR ICU mencapai 11,78 persen. Namun, saat ini turun menjadi 4,26 persen. Penurunan terjadi sejak sekitar dua minggu terakhir," katanya, Senin (18/10).


Ia menyebutkan penurunan juga terjadi pada BOR Isolasi Covid-19 Sumut. Sebelumnya pada awal bulan ini mencapai 6,13 persen, kini turun menjadi 2,53 persen.


"Begitu juga untuk BOR Isolasi Covid-19 Medan, saat ini di angka 3,47 persen dari sebelumnya 8,05 persen dan BOR ICU 5,24 persen dari 15,3 persen," sebutnya.


Ia mengatakan berdasarkan peta risiko BOR Covid-19 rumah sakit di Sumut, kini kondisinya sudah 'hijau' (dipantau). "Berdasarkan rumah sakit yang melaporkan data secara online, rata-rata sudah hijau semua," ujarnya.


Sementara itu, berdasarkan data kondisi tempat tidur Covid-19 tersedia dan terpakai di rumah sakit rujukan/non rujukan Covid-19 per 18 Oktober 2021, di RSUP H Adam Malik, tempat tidur ICU Covid-19 hanya terpakai 4 dari 62 yang tersedia.

Sedangkan tempat tidur isolasi Covid-19 hanya terpakai 11 dari 216 tersedia. Tak jauh beda di RSUD Dr Pirngadi Medan, tempat tidur ICU dan Isolasi Covid-19 hanya terpakai 2 dari 80 yang tersedia. (SS6/c)



Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com