PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 6 September

* Orang Positif Covid-19 yang Berkeliaran Bakal Ditandai Hitam

176 view
PPKM di Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 6 September
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi.
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perpanjangan PPKM level 3 dan 4 di Jawa-Bali. PPKM level 3 dan 4 diperpanjang hingga 6 September 2021.

"Pemerintah memutuskan (perpanjangan PPKM) mulai tanggal 31 Agustus hingga 6 September," kata Jokowi dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/8).

Jokowi mengumumkan Malang Raya dan Solo Raya turun ke PPKM level 3. Kabar baiknya yakni Semarang Raya yang menjadi level 2.

"Sehingga secara keseluruhan di Jawa Bali ada perkembangan yang cukup baik," kata Jokowi.

Jokowi memerinci data PPKM level di Jawa Bali yang terbaru:

Level 4 dari 51 kabupaten kota menjadi 25 kabupaten kota,
Level 3 dari 67 kabupaten kota menjadi 76 kabupaten kota,
Level 2 dari 10 kabupaten kota menjadi 27 kabupaten kota.

Presiden Jokowi juga mengumumkan data PPKM level di luar Jawa-Bali. Ada perkembangan baik juga yang disampaikan Jokowi.

"Untuk wilayah di luar Jawa Bali juga terjadi perbaikan," kata Jokowi sembari memerinci level 4 dari 7 provinsi menjadi 4 provinsi, level 4 dari 104 kabupaten kota menjadi 85 kabupaten kota; level 3 dari 234 kabupaten kota menjadi 232 kabupaten kota; dan level 2 dari 48 kabupaten kota menjadi 68 kabupaten kota.

"Kemudian level 1 dari tidak ada kabupaten menjadi 1 kabupaten kota," kata Jokowi.

Jokowi menyebut hasil evaluasi juga menunjukkan penerapan protokol kesehatan di beberapa sektor sudah memperlihatkan hal yang cukup baik.
Jaga Bersama
Jokowi meminta semua pihak untuk menjaga tren penurunan kasus Corona.

"Kita harus bersama-sama menjaga agar kasus Covid-19 tidak naik lagi, kuncinya sederhana, ayo segera ikut vaksin, ayo disiplin terapkan protokol kesehatan," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan untuk berhati-hati di tengah perbaikan kasus Corona dalam sepekan terakhir. Dia menyinggung kasus di negara lain yang mengalami lonjakan Corona meski sudah melakukan 60 persen vaksinasi.

"Beberapa negara yang penduduknya sudah divaksinasi sebanyak lebih dari 60 persen ternyata saat ini juga masih mengalami gelombang lonjakan kasus Covid-19 lagi, hal ini terjadi karena masyarakatnya tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Jokowi.

perbaikan
Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Hal itu, lanjutnya, ditunjukkan dengan kasus Covid-19 nasional yang turun hingga 90,4 persen kemarin.

"Perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan dengan capaian yang sangat baik sekali. Hal ini dapat terlihat dari tren kasus konfirmasi secara nasional yang turun hingga 90,4% pada hari ini," kata Luhut.

Luhut mengungkapkan, di Jawa dan Bali, kasus Covid-19 turun hingga 94 persen.

"Secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 94% dari titik puncaknya 15 Juli yang lalu," ujarnya.

Membaiknya perkembangan Covid-19 itu pun berimbas pada diturunkannya level sejumlah daerah pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pekan ini.
Ditandai Hitam
Pemerintah akan menambahkan kategori warna hitam pada aplikasi PeduliLindungi untuk mencegah orang positif Covid-19 berkeliaran di ruang publik. Mereka yang tetap berkeliaran akan segera diisolasi dan dikarantina terpusat.

"Pada minggu kita akan melakukan perubahan kategori warna pada PeduliLindungi. Akan ditambahkan kategori warna hitam bagi orang yang teridentifikasi positif atau kontak erat sehingga kita bisa lebih cepat dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran kasus," kata Luhut.

Luhut menegaskan bahwa mereka yang memaksa melakukan aktivitas di ruang publik akan langsung dievakuasi. Mereka akan dikarantina langsung.

"Jika orang-orang ini masih memaksa melakukan aktivitas di ruang publik, maka mereka langsung dievakuasi, isolasi atau dikarantina terpusat," tegasnya.

Luhut menjelaskan bahwa sudah ada 13,6 orang yang melakukan screening Corona di aplikasi PeduliLindungi. Dari screening itu, ada kategori merah yang tidak diperkenankan melakukan aktivitas.

"Masyarakat yang melakukan screening dengan PeduliLindungi di beberapa sektor publik, seperti perbelanjaan, industri olahraga, dan lainnya, telah mencapai 13,6 juta orang. Dan total dari 13,6 juta tersebut terdapat 46.200 masuk kategori merah tidak diperkenankan masuk melakukan aktivitas oleh sistem," ungkapnya.

Dia pun mengingatkan jangan sampai mereka yang positif Covid-19 masih berjalan-jalan di daerah publik. Karena itu, pemerintah pun menambahkan kategori warna hitam.

"Di sini yang perlu kita waspadai bersama, jangan sampai yang positif masih jalan-jalan di daerah publik yang bisa menularkan pada banyak orang," ujarnya.
Jam Buka
Sementara itu, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan penyesuaian aktivitas masyarakat terkini seusai perpanjangan PPKM hingga 6 September. Salah satunya menyangkut soal dine-in atau makan di tempat di dalam mal.

"Seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik dan penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, ada beberapa penyesuaian masyarakat yang bisa dilakukan," kata Luhut.

Dine-in di mal kini menjadi 50 persen. Jam buka mal pun diperpanjang hingga pukul 21.00. Aturan ini berlaku untuk wilayah yang bisa membuka mal.

Selain itu, ada uji coba outlet restoran di Jakarta hingga Surabaya. Pembatasan pengunjung dilakukan. Berikut ini aturannya:

1. Penyesuaian kapasitas dine-in di dalam mal menjadi 50 persen dan waktu jam ops mal diperpanjang menjadi 21.00
2. Uji coba 1.000 outlet restoran di luar mal dan yang berada d ruang tertutup u bisa beroperasi dengan 25 persen kapasitas di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Semarang. (detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com