Pabrik Baterai Mobil Listrik Rp 15 T di Karawang Mulai Dibangun

* Bos LG Energy Sebut RI Potensial Jadi Pusat Industri Kendaraan Listrik Dunia

154 view
Pabrik Baterai Mobil Listrik Rp 15 T di Karawang Mulai Dibangun
Foto: Ant/Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto
RESMIKAN: Presiden Joko Widodo meninjau sebuah kendaraan listrik dan alat pengisi daya baterainya saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9). Proyek pembangunan pabrik baterai mobil listrik pertama di Asia Tenggara ini merupakan realisasi investasi konsorsium LG dan Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis dan LG Energy Solution.
Jakarta (SIB)
Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT HKML Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat mulai dibangun. Pabrik ini memiliki nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp 15,62 triliun (kurs Rp 14.200).

Dimulainya pembangunan (groundbreaking) pabrik baterai kendaraan listrik ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karawang.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia saya nyatakan dimulai," ucapnya disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9).

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, pabrik milik HKML Battery Indonesia merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama, bukan hanya di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara.

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar US$ 1,1 miliar," tuturnya.

Jokowi melanjutkan pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam melakukan hilirisasi di industri.

"Era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi masuk ke industrialisasi. Menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis kepada pengembangan inovasi teknologi," tutupnya.

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik itu merupakan bagian dari rencana investasi Korea Selatan di hilirisasi nikel untuk menjadi produk kendaraan listrik senilai US$ 9,8 miliar atau setara Rp 142 triliun.

potensial
Sementara itu, CEO LG Energy Solution Jonghyun Kim menyebut Indonesia memiliki potensi menjadi pusat industri kendaraan listrik di dunia. Indonesia kini tengah berproses membangun pabrik baterai sel kendaraan listrik sebagai upaya menyiapkan rantai pasok industri yang terintegrasi.

“Ketika pabrik selesai, Indonesia akan selangkah lebih dekat untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia sebagai pusat industri kendaraan listrik,” ujar Kim dalam sambutannya pada peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik tersebut.

Kim mengungkapkan Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara penyimpan cadangan bijih nikel terbesar di dunia. Adapun nikel merupakan bahan baku utama pembuatan baterai listrik.

Selain dari sisi pasokan bahan bakunya, Indonesia juga merupakan pasar terbesar bagi kendaraan mobil. Dengan berbagai potensi ini, Indonesia dianggap bisa lebih cepat membangun industri terintegrasi untuk kendaraan nol emisi.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kita membuat sejarah sukses dalam transisi menuju sistem ramah lingkungan,” ucap Kim.

LG Energy Solution bersama Hyundai Motor Group membentuk joint venture atau perusahaan patungan untuk membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan investasi senilai US$ 9,8 miliar atau setara dengan Rp 142 triliun. Indonesia meneken MoU kerja sama sejak 2019 bersama Hyundai dan pada 2020 bersama LG.

Dalam pelaksanaannya, konsorsium LG dan Hyundai bermitra dengan konsorsium BUMN melalui PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC). Konsorsium IBC itu beranggotakan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara. IBC juga bermitra dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.

Kim pun menyampaikan bahwa pembangunan pabrik baterai akan menerapkan teknologi baru nickel, cobalt, manganese, aluminum atau NCMA. “Ini adalah generasi mendatang dari LG dan akan dipasang di berbagai kendaraan listrik dan platform ekslusif Hyundai-KIA mulai 2024,” katanya.

Adapun kawasan pabrik baterai di Karawang akan memiliki lima klaster industri. Di antaranya mobil, elektronik, bahan bangunan, makanan, dan jasa logistik. (Detikfinance/T/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com