Pakar Soroti Lima Masalah Bahasa Indonesia di Media


255 view
Pakar Soroti Lima Masalah Bahasa Indonesia di Media
Foto: Ist/harianSIB.com
Budayawan dan Dosen Universitas Pasundan Dr Hawe Setiawan

Jakarta (SIB)

Bahasa Indonesia telah diperjuangan sebagai Bahasa persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka, antara lain oleh Mohammad Tabrani Soerjowitjitro.

Tapi penggunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat, khususnya oleh kalangan jurnalis masih bermasalah.

Budayawan dan Dosen Universitas Pasundan Dr Hawe Setiawan mencatat setidaknya ada lima masalah, yakni penyusunan kalimat yang logis, hemat, pemilihan kata yang tepat, penempatan kata dalam sistem kalimat, dan pemakaian gaya bahasa serta ungkapan khas.

Dia mencontohkan, soal penggunaan kata sinergitas yang tidak tepat dalam kalimat yang dicuplik dari sebuah media online.

"Menpora Zainudin Amali menekankan sinergitas antara pemangku kepentingan di bidang kepemudaan demi mewujudkan pemuda Indonesia yang berkualitas."

"Sinergitas ataukah sinergi?," kata Hawe. Begitu pun dengan kalimat, "antara pemangku kepentingan bidang kepemudaan" seharusnya ada padanan dan siapa, sebelum dilanjutkan dengan "demi mewujudkan pemuda Indonesia yang berkualitas."

Contoh lain dikutip dari cnnindonesia.com 28 Juli 2022, "Beberapa remaja tanggung yang kerap nongkrong di Citayam Fashion Week mengaku tak setuju jika dipindahkan ke tempat lain, termasuk jika pindah ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara."

Dalam kalimat tersebut, kata Hawe, "Siapa yang mungkin dipindahkan? "Beberapa remaja tanggung" ataukah tempat penyelenggaraan "Citayam Fashion Week"?

Hawe Setiawan mengungkapkan hal itu dalam diskusi Forum Bahasa Media Massa (FBMM) bertajuk "Tabrani dan Masa Depan Bahasa Indonesia" di Aula Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Cikini - Jakarta, Jumat (5/8).

Turut menjadi pembicara dalam diskusi yang dipandu Rita Sri Hastuti itu mantan Ketua Umum FBMM T.D. Asmadi dan Wartawan Republika yang juga Pegiat Jejak Republik, Pryantono.

Tentang sosok Tabrani, selain sebagai pegiat Jong Java asal Madura, ia juga ketua panitia Kongres Pemuda 1926, sarjana Indonesia yang mempelajari jurnalisme di Jerman, dan salah seorang penggagas pers Indonesia.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com