Pakar Soroti Lima Masalah Bahasa Indonesia di Media


298 view
Pakar Soroti Lima Masalah Bahasa Indonesia di Media
Foto: Ist/harianSIB.com
Budayawan dan Dosen Universitas Pasundan Dr Hawe Setiawan

Tabrani, kata Hawe, menyebut zamannya sebagai "kurun peralihan" (overgangsperiode).

Dalam kurun itu, ikhtiar untuk menggagas, mencari, dan memakai bahasa Indonesia ditempuh dalam pertautannya dengan perjuangan politik.

Itulah ikhtiar bersama untuk menampik kolonialisme, khususnya kolonialisme dalam arti tata kuasa yang antara lain mewujud dalam pemakaian bahasa Belanda di tanah jajahan.

Dalam hal ini, bahasa Indonesia menjadi salah satu pilar "persatuan" (eenheid) masyarakat antikolonial. Bahasa Indonesia juga hendak dijadikan medium pendidikan masyarakat oleh elite pengetahuan.

"Adapun "senjata" (wapen) yang sangat diperlukan dalam perjuangan seperti itu tiada lain dari media massa, khususnya surat kabar harian," kata Hawe.

Buku karya Tabrani yang berjudul Ons Wapen: De Nationaal Indonesische Pers en Hare Organisatie (Senjata Kita: Pers Nasional Indonesia dan Organisasinya) terbitan 1929, menurut Hawe, mestinya jadi salah satu bacaan wajib buat mahasiswa jurnalistik di Indonesia.

Sebab buku yang tebalnya sekitar 50-an halaman itu berisi uraian ilmiah mengenai lapangan persuratkabaran dan tantangannya di Indonesia pada zaman kolonial.

Tabrani yang merupakan tokoh pergerakan dan ketua panitia Kongres Pemuda I pada 1926 dan perumus Sumpah Pemuda, di masa kemerdekaan kemudian tercatat pernah menjadi direktur di perusahaan Coca Cola.

"Ini bagi saya menarik sekali bila dibuatkan biografi untuk mendapatkan gambaran lebih utuh tentang sosok Pak Tabrani," kata Hawe. (detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com