Pakistan Dilanda Banjir, 33 Juta Orang Terdampak

Ratusan Orang Tewas-Rumah Hancur

253 view
Pakistan Dilanda Banjir, 33 Juta Orang Terdampak
Foto AP/Zahid Hussain via taiwannews
BERLINDUNG: Sebuah keluarga berlindung di bawah tenda di rumah mereka yang rusak dan dikelilingi banjir, di Jaffarabad, sebuah distrik di provinsi Baluchistan barat daya Pakistan, Sabtu (27/8). 

Islamabad (SIB)

Jutaan orang telah terkena dampak banjir di Pakistan, ratusan orang telah tewas dan pemerintah telah menyatakan keadaan darurat nasional.


Pada Jumat, Otoritas Manajemen Bencana Nasional mengatakan, lebih dari 900 orang telah tewas sejak Juni - termasuk 34 dalam 24 jam terakhir, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (27/8).


Di kota tua Sukkur di provinsi Sindh selatan, tenda-tenda usang berjejer di jalan-jalan, ketika orang-orang mencari perlindungan.


Banyak yang duduk hanya dengan tempat tidur, semua harta benda mereka hilang ke air.


Jalanan kebanjiran, dan sampah plastik telah dimuntahkan dari pipa limbah. Genangan besar air kotor telah terkumpul, memperlambat drainase apa pun.


Warga khawatir, genangan air akan membawa penyakit yang ditularkan melalui air. Hujan turun sepanjang minggu di provinsi Sindh dan hanya ada sedikit kelonggaran bagi masyarakat yang berharap untuk kembali ke rumah untuk melihat apa yang bisa diselamatkan.


Sejumlah rumah di pusat kota telah rusak, dibiarkan hanya dengan tembok.


Di provinsi Sindh saja, banjir telah menewaskan lebih dari 300 orang. Di sepanjang jalan-jalan sempit, orang-orang menggunakan sepetak tanah kering apa pun yang masih tersedia untuk mendirikan tenda, karena lebih banyak hujan diperkirakan.



33 Juta Orang Terdampak Banjir


Pada hari Jumat, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan, 33 juta orang telah dilanda banjir, sekitar 15% dari populasi.


Negara itu telah meminta lebih banyak bantuan internasional, dan Sharif telah mengadakan pertemuan dengan duta besar asing di Islamabad.


Dia mengatakan, kerugian yang disebabkan oleh banjir musim ini sebanding dengan yang terjadi selama banjir 2010-2011.


Sebelumnya, Menteri iklim Sherry Rehman mengatakan, negara itu sedang melalui siklus angin mosun kedelapan, biasanya negara itu hanya memiliki tiga hingga empat siklus hujan.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com