Pangdam I/BB dan Wakapolda Sumut Cek Lokasi, 3.592 WNI dan WNA Dikarantina Covid-19

* Kapolri Instruksikan Perketat Penyekatan, Waspada Malam Hari

210 view
Foto: Dok/Humas Poldasu
CEK LOKASI: Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin (kiri) bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto mengecek lokasi karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan WNA (Asing) di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, Minggu (9/5).
Medan (SIB)
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto mengecek lokasi karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan WNA (Asing) di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, Minggu (9/5).

Dalam peninjauan itu, Pangdam I/BB bersama Wakapolda Sumut menyambangi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Jalan Bunga Raya, Kecamatan Medan Sunggal, yang gedungnya sementara waktu dijadikan sebagai lokasi karantina bagi WNI.

Setibanya di lokasi, rombongan Pangdam I/BB dan Wakapolda Sumut disambut petugas karantina. Dalam pertemuan itu, Pangdam I/BB berharap kepada petugas karantina untuk benar-benar menjalankan tugasnya mengawasi para WNI yang datang dari luar negeri menjalani isolasi Covid-19.

"Pastikan semuanya berjalan sesuai aturan isolasi. Jangan sampai para WNI yang saat ini menjalani isolasi merasa kekurangan, perhatikan kebutuhannya selama berada di karantina," ucap Pangdam I/BB kepada petugas karantina.

Usai dari lokasi karantina LPMP, Pangdam I/BB dan Wakapolda Sumut melanjutkan peninjauan dengan menyambangi lokasi karantina di Dikmas Paud Sumut, Jalan Kenanga Raya, Kecamatan Medan Selayang.

Pangdam I/BB meminta agar para petugas karantina memperketat protokol kesehatan kepada seluruh WNI yang tengah menjalani isolasi. "Laporkan bila ada WNI yang sakit ketika menjalani isolasi," terang Mayjen Hasanuddin.

Setelah memastikan lokasi karantina di Dikmas Paud Sumut berjalan sesuai prosedur, Pangdam I/BB dan Waka Polda Sumut beserta rombongan bergerak ke Raz Hotel di Jalan Dr Mansyur. Diketahui, hotel itu juga dijadikan sebagai tempat penampungan isolasi bagi WNI.

Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam I/BB mengatakan selama dua hari ini telah meninjau lokasi karantina di Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan.

"Saya bersama Wakapolda Sumut ingin melihat langsung kesiapan petugas karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) di Deliserdang dan warga negara Indonesia (WNI) di Kota Medan," katanya.

Dalam peninjauan itu, Hasanuddin mengungkapkan proses karantina mulai dari kedatangan di Bandara Kualanamu hingga dibawa ke tempat isolasi semuanya berjalan baik. Walaupun begitu, Tim Satgas Covid-19 tetap selalu melakukan evaluasi dalam peningkatan pengawasan.

"Saat ini ada 3.592 orang (WNI) dan (WNA) yang menjalani karantina isolasi Covid-19. Alhamdulillah, semuanya dalam kondisi sehat," sebut Pangdam I/BB.

Perketat
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan anak buahnya melakukan penyekatan pemudik. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada beberapa hari kedepan.

"Saya lihat untuk kegiatan penyekatan di wilayah Banten, untuk arus yang melakukan kegiatan mudik di tahun-tahun sebelumnya kecenderungannya akan semakin ramai pada saat menjelang malam dan menjelang pagi,"ujarnya saat pemaparan di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Minggu (9/5).

Kapolri berharap penyekatan pemudik dapat mencegah penyebaran Covid-19. Setiap anggota polisi harus memberikan penjelasan kepada masyarakat.

"Harus disampaikan kepada masyarakat bahwa kegiatan operasi saat ini adalah kegiatan dalam rangka untuk mencegah agar laju ataupun penularan Covid ini bisa kita tekan semaksimal mungkin. Agar tidak terjadi perpindahan dari satu daerah ke daerah lain," ujarnya.

Menurutnya, ada peningkatan penularan Covid-19 di beberapa wilayah di Sumatera. Sehingga pengawasan dan penguatan terhadap aturan protokol kesehatan harus betul-betul dilaksanakan. Terutama di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.

"Saya minta kepada rekan rekan untuk betul-betul melaksanakan pengawasan dan penguatan terhadap aturan protokol kesehatan, khususnya yang melalui penyeberangan ASDP," katanya.

Kapolri menambahkan, koordinasi dengan satgas dan rumah sakit rujukan harus dilakukan. Perlu dilakukan tracing orang terdekat bila ditemukan pemudik yang positif.

"Maka dari itu ketersediaan swab antigen harus cukup, dan koordinasi dengan rumah sakit rujukan harus betul-betul dikuti dan dipantau. Kemudian kendaraan yang harus dipersiapkan yang cukup mobil ambulans ini menjadi penting untuk keselamatan bagi yang lain," tutupnya.

Siapkan posko
Listyo Sigit Prabowo meminta petugas di lapangan lebih waspada menjelang hari-H Idul Fitri 1442 H. Kewaspadaan itu mengingat keinginan mudik mendekati Lebaran biasanya semakin kuat.

Kebiasaan pemudik di Pelabuhan Merak mendekati hari-H Lebaran, lanjut Sigit, adalah melakukan perjalanan menjelang malam dan dini hari. Petugas di lapangan pun diminta mengantisipasi lonjakan pemudik yang masih nekat.

Sigit juga meminta jajarannya menyiapkan posko-posko di tempat wisata yang dibuka. Posko tersebut nantinya untuk menyekat warga-warga yang tak mematuhi protokol kesehatan.

"Di wilayah zona merah itu tempat wisata ditiadakan, tolong untuk di wilayah-wilayah wisata yang tidak berbayar, untuk rekan-rekan, siapkan posko. Sehingga pembagian masker khususnya di daerah-daerah yang wisatanya dibuka, sehingga masyarakat yang berkunjung kita yakin bahwa mereka dalam kondisi seluruhnya memakai masker," tutur dia.

"Kedua, laksanakan kegiatan pengecekan suhunya dan sebagainya sehingga kita yakin dan pasti bahwa pengunjung yang ada itu pada saat masuk kondisinya betul-betul dalam kondisi sehat. Ini tolong betul-betul dilaksanakan," imbuh Sigit. (A18/Merdeka.com/detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com