Pangeran Philip Meninggal, Suku di Vanuatu Bingung Pilih "Dewa" Pengganti


126 view
AFP PHOTO/FIONA HANSON
Dalam foto file ini diambil pada tahun 2007 dan dirilis 18 November 2007 menunjukkan Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh (kiri) berjalan di Broadlands, Hampshire.
TANNA (SIB)
Suku Vanuatu yang memuja Pangeran Philip menuturkan: mereka saat ini belum menentukan siapa pengganti pemimpin spiritual mereka setelah si bangsawan meninggal. Selama bertahun-tahun, penduduk di Desa Yaohnanen dan Yakel, Pulau Tanna, menjadikan Duke of Edinburgh sebagai “dewa”. Seperti diketahui, suami Ratu Elizabeth II itu meninggal dalam usia 99 tahun pada Jumat (8/4) di Kastil Windsor.

Kepala Desa Yakel, Albi, mengaku tidak tahu bagaimana kematian Pangeran Philip akan berdampak pada kegiatan keagamaan mereka. Mereka yakin arwah sang bangsawan saat ini sedang terombang-ambing dan mencari tempat hunian baru. Banyak pihak luar yakin bahwa putra Philip, Pangeran Charles, ataupun dua cucunya, Pangeran William dan Pangeran Harry, akan menjadi "dewa."

Namun, seperti diberitakan AFP, Senin (12/4), Albi mengaku tidak tahu siapa yang bakal menggantikan Philip. "Jiwa Pangeran Philip memang sudah meninggalkan tubuhnya. Namun, masih terlalu dini untuk mengatakan ke mana dia akan berlabuh," ucapnya. Banyak tetua desa percaya, Charles yang bergelar Prince of Wales (Putra Mahkota Kerajaan Inggris) akan menggantikan ayahnya.

Sebabnya, dia sudah mendapatkan gelar Mal Menaringmanu dalam kunjungan ke Port Vila, ibu kota Vanuatu, pada 2018. Para pemimpin suku menyatakan, mereka sudah mengirimkan pesan kepada kerajaan setelah Philip meninggal, tanpa menjabarkan isinya.

Agama Pangeran Philip diyakini dimulai pada 1970-an, ketika si bangsawan berkunjung pada 1974, kala itu masih bernama Hebrides Baru. Pejabat Inggris yang melakukan penyelidikan berujar, kepercayaan itu bersumber pada satu legenda setempat. Dikatakan bahwa akan ada seorang anak yang memiliki kulit pucat kembali ke negara kawasan Pasifik tersebut. Mengingat Duke of Edinburgh tidak berasal dari Inggris, Prancis, atau AS, maka mereka berasumsi dia berasal dari Tanna.

Para pemujanya percaya bahwa Philip berasal dari Tanna dan menikahi perempuan paling kuat di dunia, dan kembali membawa uang banyak. Para antropolog menduga, fenomena tersebut merupakan upaya desa setempat untuk terhubung dengan dunia luar. Meski dikenal akan reputasi politiknya yang kurang baik, Philip begitu dipuja oleh penduduk setempat. (AFP/kps/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com