Panglima TNI: Pengamanan Papua Diubah Pakai Pendekatan Teritorial-Sosial

* Temui Wapres, KSAD Bicara soal Rangkul KKB Papua

281 view
Panglima TNI: Pengamanan Papua Diubah Pakai Pendekatan Teritorial-Sosial
(Site News/TNI AD)
Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa 
Jayapura (SIB)
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkap kebijakan baru pengamanan di Papua menggunakan pola pendekatan teritorial. Pola pengamanan baru yang dimaksud akan lebih mengedepankan tugas Kodim dan Babinsa yang bisa langsung menyentuh masyarakat setempat.

"Sejak saya dilantik menjadi Panglima TNI, pada tanggal 27 November 2021 saya telah membuat kebijakan baru untuk pola pengamanan di Papua melalui pendekatan teritorial dan pendekatan sosial," ujar Jenderal Andika kepada wartawan dalam jumpa pers di Makodam XVII/Cenderawasih Jayapura, Papua, Rabu (1/12).

Dia menjelaskan, semua organisasi satuan yang ditugaskan dari Mabes TNI baik tugas pokok organik maupun Satgas, akan ditempatkan di Kodim dan Koramil setempat.

"Intinya kita mengorganisir satuan tugas yang digelar Mabes TNI yang tugas pokok organik maupun satgas TNI AD ditempatkan di Kodim dan Koramil yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan pembinaan teritorial," katanya.

Demikian juga Satgas TNI AU, ketika pangkalan udara dengan tugas pokok dan fungsi pengamanan pangkalan udara serta pembinaan kedirgantaraan dan pembinaan teritorial. Demikian juga TNI AL menjadi bagian pangkalan TNI AL dengan tugas pokok pembinaan kemaritiman dan pembinaan potensial daerah.

"Pola pengamanan ini sama di seluruh wilayah Indonesia. Kita punya 15 Kodam tugasnya pembinaan teritorial dan di bawahnya ada 333 Kodim dan 3.620 Koramil. Ada 42 Pangkalan Usara (Lanud). Ada 65 Pangkal Laut dan ada 204 jajaran Pos," jelasnya.

Khusus di Papua, Andika mengakui bahwa Kodim dan Koramil masih sangat kurang seperti Korem 174/Merauke hanya ada 3 Kodim, Korem 173/Biak hanya ada 4 Kodim, dan Korem 172/ Jayapura hanya ada 5 kodim.

"Seharusnya di Papua 1 Korem memiliki 12 Kodim untuk itu dalam waktu dekat kita akan tambah 8 kodim," ujarnya.

Temui Wapres
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Pada pertemuan itu, Dudung melaporkan mengenai strategi menjaga keamanan di Papua.

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, menyampaikan bahwa Ma'ruf memberikan apresiasi kepada Dudung yang akan melakukan pendekatan keamanan di Papua yang lebih humanis.

"Wapres sangat mengapresiasi gagasan yang dikemukakan oleh KSAD yang akan dilakukan secara lebih humanis," ucap Masduki dalam keterangan yang diterima, Rabu (1/12).

Masduki menilai pendekatan itu bisa membangun suasana damai di Papua serta dapat membangun keakraban di Papua.

"Pendekatan ini punya perspektif yang bisa membangun suasana kedamaian dan keakraban di Papua," tutur Masduki.

Selain membahas soal pendekatan humanis, Dudung, kata Masduki melaporkan soal rencana pendekatan secara teritorial.

Pendekatan teritorial tersebut, kata Masduki, berdasarkan wilayah yang diharapkan dapat tepat sasaran pada masyarakat.

"Pendekatan teritorial dengan basisnya kalau di tingkat kabupaten itu ada Kodim, lalu kemudian ada Koramil atau Danramil, sampai ke tingkat Babinsa. Wapres juga sangat setuju," ungkapnya.

Masduki menyebut gagasan yang disampaikan Dudung sejalan dengan pemikiran Ma'ruf. Dia menyatakan pembahasan yang sama juga didiskusikan oleh Ma'ruf dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa beberapa waktu lalu.

"Yang dikemukakan oleh Bapak KSAD ini memang sejalan dengan pikiran Bapak Wapres, dan dengan Bapak Andika ternyata gagasannya sama. Jadi, antara gagasan Wapres, KSAD, dan Panglima TNI itu in line," jelas Masduki.

Masduki pun memberikan contoh pola pendekatan yang dilakukan oleh Dudung sebagai pimpinan Angkatan Darat.

Pendekatan itu adalah merangkul kelompok kriminal bersenjata (KKB), sebab mereka adalah saudara.

"Membangun hubungan kemanusiaan itu sudah dibuktikan oleh Pak KSAD yang menyatakan teman-teman kita di Papua, KKB itu adalah saudara yang perlu dirangkul bersama-sama," pungkasnya.

Masduki menyebut pertemuan itu berlangsung selama 1 jam. Selain Masduki Baidlowi, hadir mendampingi Wapres, Plt Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com