Senin, 20 Mei 2024 WIB

Parasut Tak Mengembang, Prajurit TNI AU Jatuh dari Ketinggian 1.600 Kaki

Redaksi - Kamis, 10 November 2022 10:13 WIB
449 view
Parasut Tak Mengembang, Prajurit TNI AU Jatuh dari Ketinggian 1.600 Kaki
Foto : Rifkianto Nugroho/detikcom
Ilustrasi
Jakarta (SIB)

Salah satu prajurit TNI Angkatan Udara (AU) mengalami insiden saat kegiatan terjun payung. Saat melompat dari pesawat yang terbang di ketinggian 1.600 feet (kaki), parasutnya tak mengembang di udara.

"Betul ada kejadian bahwa salah satu siswa kita, dalam rangka mengikuti kegiatan latihan materinya Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat), itu ada insiden," kata Kepala Penerangan Kopasgat, Kolonel Gunawan, saat dimintai konfirmasi, Rabu (9/11).

"1.600 feet," imbuh Gunawan saat ditanya soal ketinggian pesawat saat prajurit melakukan terjun payung.

Gunawan menjelaskan, proses latihan sudah melalui tahapan teknis yang sesuai dengan aturan. Proses tersebut dari pemeriksaan kelayakan parasut, tata cara melipat parasut, hingga menggunakannya di udara.

"Artinya semua itu kan tidak ada unsur kesengajaan ya, karena semua sudah melalui suatu teknisi yang berkenaan dengan penggunaan payung ya," jelas Gunawan.

"Semuanya sudah melalui suatu tahapan mempelajari, melipat payung, dan lain-lain, tentu kan melalui satu pengawasan pelatih yang ahlinya berkaitan dengan kelayakan dari payung itu," tambah Gunawan.[br]



Detik-detik parasut penerjun payung tak mengembang di udara hingga jatuhnya penerjun payung ini dari ketinggian terekam kamera amatir. Videonya viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi di Bandung, Jawa Barat.



Tali Putus

Sementara itu, Kopasgat menyampaikan penyebab insiden parasut tak mengembang adalah salah satu tali yang putus. Kondisi itu menyebabkan parasut tak mengembang sempurna di udara,

"Ada tali kur payung yang terputus pada saat loncat. Sehingga payung tidak bisa mengembang sempurna, seperti itu," terang Kepala Penerangan Kopasgat, Kolonel Gunawan.

Gunawan menjelaskan segala peralatan terjun payung yang digunakan siswa pendidikan Kopasgat telah dicek kelayakannya. Namun ada faktor tertentu yang membuat terjadinya insiden ini.

"Semua sudah dites dan dinyatakan layak, bisa digunakan. Namanya juga insiden, di atas kan dengan kecepatan angin, beban tubuh siswanya sendiri. Tentunya kan ada hentakan ya, sehingga hentakan itu kan kita tidak bisa memprediksi," jelas Gunawan.

Gunawan kemudian mengatakan Kopasgat akan melalukan evaluasi pasca-insiden ini. Evaluasi akan dilakukan secara komprehensif.

"Tentu pasti ada evaluasi baik dari berbagai pihak yang berkewenangan terkait penggunaan payung. Kemudian dari si siswa sendiri.

Kemudian juga dari sisi yang lain, faktor-faktor penyebab lainnya ya," ujar Gunawan. (detikcom/a)






Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Parasut Tidak Terbuka, Penerjun Payung di Inggris Tewas
komentar
beritaTerbaru