Pasar Murah di GSG Pancing Amburadul, Plt Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Minta Maaf

* Pasar Murah Tanda Kasih Gubernur Sumut pada Warganya

289 view
Pasar Murah di GSG Pancing Amburadul, Plt Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Minta Maaf
Dok/Diskopsu
MEMBLUDAK: Seribuan masyarakat datangi Pasar Murah KUMKM di Gedung Serba Guna (GSG), Jalan Willem Iskandar, Pancing, perbatasan Medan-Deliserdang, Minggu (17/5). 
Medan (SIB)
Plt Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Ridha Haykal Amal meminta maaf atas amburadulnya pelaksanaan hari pertama pasar murah Pemprov Sumut di titik Gedung Serba Guna (GSG), Jalan Willem Iskandar Pancing/perbatasan Medan-Deli Serdang, Minggu (17/5).

Dia juga meminta dukungan kalangan media membesarkan pihaknya untuk masyarakat. Juga meminta media jangan membuat pihaknya jera untuk mengabdi kepada masyarakat. "Karena terus terang, kami tidak ada niat untuk berbuat kerumunan ataupun tidak mematuhi protokol kesehatan. Namun itu di luar kehendak kami karena kepada masyarakat sudah kami ingatkan berulang-ulang," katanya dalam menjawab pertanyaan wartawan melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Whiko Irwan D SpB, saat live youtube paparan update terkini covid-19, Minggu (17/5).

Adapun pasar murah itu, kata dia, merupakan tanda kasih Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada warganya.

Walau pasar murah itu disebutkannya merupakan tanda kasih Gubernur, namun anggaran yang digunakan untuk itu bukan dana pribadi gubernur, tetapi bersumber dari refocusing anggaran Covid-19 yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut.

Namun Haykal tidak menyebutkan berapa besar anggaran untuk pasar murah itu.

Belajar dari amburadulnya pelaksanaan pasar murah di GSG Pancing itu, pihaknya melakukan evaluasi internal. Masyarakat yang ingin berbelanja, harus memiliki kupon bernomor. Kalau tak punya, tak boleh masuk ke dalam arena pasar murah.

Terhadap ketidaknyamanan di hari pertama itu, kata dia tidak disangka pihaknya. Karena pihaknya berpikir yang berkerumun itu adalah yang hibah Bansos, ternyata terbalik, yang mendapat diskon justru yang ramai sekali. Itu di luar ekspektasi pihaknya. "Pelaku UKM yang menyediakan sembako di sana, juga kami tak menyangka, 1 jam antre 300 orang," katanya mengakhiri.

Bantu Warga
Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sumut menggelar pasar murah KUMKM takjil - kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Pasar murah dilaksanakan di 4 tempat, yakni di Lapangan Yon Zipur Helvetia Medan, Gedung Serba Guna Pancing, Gedung eks Bandara Polonia dan di Rumah Pondopo Wali Kota Binjai selama 5 hari mulai, 17 sampai 21 Mei 2020.

Ketua Pasar Murah KUMKM Sumut Ridha Haykal Amal SH MH melalui Wakil Ketua Drs Unggul Sitanggang MSi kepada SIB, Minggu (17/5) mengatakan, pasar murah merupakan kegiatan Gugus Tugas Covid-19 bekerja sama Dinas Koperasi dan UKM Sumut untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.

"Kegiatan ini kita laksanakan selama 5 hari. Setiap hari kita menjual 600 paket sembako, 1 paket besar Rp 149 ribu terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak goreng dan 1 papan telur. Paket kecil Rp 101 ribu terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula, 1 liter minyak goreng dan 1 papan telur," katanya.

Dijelaskan, penjualan paket beras disubsidi Gugus Tugas Covid-19 sebesar 20 persen. Beras dibeli dari pelaku UMKM dan Koperasi Sumut, tujuannya untuk membangkitan kembali pelaku UMKM dan koperasi yang terpuruk akibat Covid-19.

"Pak Gubernur Edy Rahmayadi selaku Ketua Gugus Tugas Civid-19 mencoba membangkitkan kembali pelaku UMKM dan koperasi di Sumut yakni dengan membeli beras dari pelaku UMKM dan koperasi," ujarnya.

Sementara untuk membeli paket sembako di Pasar Murah KUMKM harus membawa KTP asli dan fotocopy 1 lembar. "Semua warga Sumut bebas membeli, yang penting memiliki KTP. Tetapi harus dimaklumi karena paket terbatas, jadi kalau tidak dapat hari ini besok agak cepat datang," katanya.

Berikut harga paket murah yang dijual pada Pasar Murah KUMKM. Beras 10 kg dijual Rp 85.000, gula 1 kg Rp 11.000, minyak goreng 1 liter Rp 7.000 dan telur 1 papan Rp 25.000.

Pantauan SIB di Lapangan Yon Zipur Helvetia Medan penjualan kupon terlihat ante tetap menjaga protokol kesehatan. Para warga yang datang membeli diatur personil Yon Zipur, Dinas Koperasi dan juga Nukami Event Organizer CV Angrek Putih. Semua warga yang masuk wajib pakai masker, jaga jatak, disemprot disinpektan dan cek suhu tubuh.

Abaikan
Terkait membludaknya pengunjung pasar murah yang digelar Pemprov Sumut di GOR Pancing, Jalan Wiliem Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Minggu (17/5) menuai kritik keras dari Badko HMI Sumut. Kegiatan tersebut dinilai mengabaikan protokol kesehatan seperti physical distancing di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Badko HMI Sumut Alwi Hasbi Silalahi menilai, Pemprovsu telah mengabaikan keselamatan masyarakat.

"Substansi dari pasar murah itu sendiri sebenarnya sangat baik, sangat membantu masyarakat, khususnya yang akan berlebaran.

Tapi dalam kasus pasar murah yang digelar tersebut, Pemprovsu justru telah mengabaikan keselamatan masyarakatnya," katanya saat diwawancarai awak media.

Hasbi memaparkan, sekaliber Pemprovsu harusnya memiliki cara yang lebih baik dan aman untuk membantu masyarakat dalam menyediakan bahan pokok murah jelang lebaran.

"Maka dari itu kami menilai bahwa Pemprovsu hari ini diisi oleh orang-orang amatiran. Orang-orang yang tidak mampu menciptakan perencanaan yang baik. Sementara pihak yang menggelar acara serupa dengan strategi yang lebih baik saja, seperti pemberian kupon bisa kebobolan," ujarnya.

"Kasihan masyarakat, Pemprovsu membuat masyarakat mengejar kebutuhan pokok sekaligus mendekatkannya dengan bahaya. Besar potensi pelaksanaan pasar murah tadi menyebarkan virus Corona," sambung Hasbi.

Oleh karena itu, Hasbi mendesak gubernur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajarannya.

"Pemprovsu tidak pantas berkilah bahwa masyarakat susah diatur. Evaluasi dan beri sanksi penanggungjawab kegiatan tadi.

Selain itu evaluasi besar-besaran juga harus dilakukan karena kita selalu disuguhkan oleh banyak hal amatir yang ditunjukkan pemprov selama musim pandemi," tuturnya. (M12/M17/d)

Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com