Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi Dilaporkan ke Polisi

* Tumpak Panggabean: Mencoreng Citra KPK

163 view
Foto: Tempo.co
Ilustrasi gedung KPK. 
Jakarta (SIB)
KPK, yang dikenal dihuni orang-orang dengan integritas tinggi serta memiliki jargon 'Berani Jujur Hebat', ternodai kelakuan memalukan seorang pegawainya. Pegawai KPK itu mencuri dan menggadaikan barang bukti berupa emas batangan.

Pegawai berinisial IGAS itu merupakan anggota satuan tugas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi). Direktorat itu berada di bawah Kedeputian Bidang Penindakan dan Eksekusi di KPK.

Dia telah diadili secara etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK dengan putusan diberhentikan tidak dengan hormat. Selain itu, dia dilaporkan ke polisi. Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean menyampaikan perbuatan IGAS itu telah mencoreng citra KPK.

"Maka yang bersangkutan kemudian kami adili dan telah kami putuskan dengan bunyi amarnya bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran kode etik, tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi," kata Tumpak dalam konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/4).

"Ini adalah suatu pelanggaran dari nilai-nilai integritas yang ada dan kami atur sebagai pedoman perilaku seluruh insan KPK. Karena perbuatannya sedemikian rupa, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya kerugian keuangan negara dan berpotensi... bukan berpotensi, tapi sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal memiliki integritas yang tinggi sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan," imbuh Tumpak.

Tumpak menyebut emas batangan yang dicuri itu seberat 1.900 gram atau hampir 2 kg dan merupakan barang bukti dari perkara kasus korupsi yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Tumpak mengatakan, IGAS mengambil emas batangan itu tidak sekaligus, tetapi beberapa kali. Perbuatannya diketahui saat barang bukti itu hendak dieksekusi untuk dilelang dan hasilnya disetorkan ke kas negara.

"Sebagian barang bukti diambil ini digadaikan, nggak semuanya. Lainnya disimpan," kata Tumpak.
Sebagian emas yang digadaikan itu disebut Tumpak untuk pembayaran utang IGAS terkait bisnis.
Perbuatan IGAS disebut Tumpak sudah mencoreng citra KPK.

"Dan karena perbuatannya, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal sebagai integritas yang tinggi sudah ternodai," kata Tumpak.

"Oleh karena itu, majelis memutuskan yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat, yaitu memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat," imbuh Tumpak.

"Inisial IGAS anggota satgas ditugaskan untuk menyimpan dan mengelola, mengamankan barang bukti yang ada di KPK," ucap Tumpak.

Dari 1,9 kg emas batangan itu diketahui digadaikan IGAS seberat 1 kg. Sisanya masih disimpan oleh IGAS. Namun saat ketahuan emas yang 900 gram dikembalikan ke KPK, sedangkan emas yang sudah digadaikan ditebus kembali oleh IGAS dan dikembalikan ke KPK.

"Pada akhirnya barang bukti ini pada Maret 2021 berhasil ditebus oleh yang bersangkutan dengan cara mendapatkan berhasil menjual tanah warisan orang tuanya di Bali," ucap Tumpak.

"Berapa uang gadai? Rp 900 juta tapi sudah ditebus. Nilai tebusannya itu kurang-lebih Rp 900 juta. Jadi sudah bisa dibayangkanlah berapa itu, itu baru sebagian itu, karena nggak semua digadaikan," imbuhnya.

Tumpak juga menyampaikan IGAS telah dilaporkan secara pidana ke Polres Jakarta Selatan.

"Terhadap permasalahan ini Pimpinan KPK sudah memutuskan bahwa kasus ini dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan ke pihak Polres Jakarta Selatan," ucap Tumpak.

"Dan yang bersangkutan pun sudah diperiksa oleh penyidik Polres beserta juga beberapa saksi dari sini. Jadi sidang kami ini tidak menghapuskan pidana, pidana tetap jalan," imbuh Tumpak.

Selidiki
Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki kasus pencurian hampir 2 kg emas batangan barang bukti kasus korupsi di KPK oleh pegawainya. Pegawai KPK berinisial IGAS itu masih berstatus sebagai saksi.

"Iya benar, itu masih lidik (penyelidikan). Barang buktinya masih di KPK," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma saat dihubungi, Kamis (8/4).

Jimmy menyebut telah melakukan pemeriksaan terhadap IGAS. Saat ini mantan pegawai KPK itu masih berstatus saksi dalam penyelidikan dugaan pencurian emas tersebut.

"Sudah kita periksa. Statusnya masih saksi juga," imbuh Jimmy. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com