Pelapor Tak Gentar Kamaruddin Simanjuntak Lapor Balik soal Hoax Brigadir J


467 view
Pelapor Tak Gentar Kamaruddin Simanjuntak Lapor Balik soal Hoax Brigadir J
(Foto: Azhar/detikcom)
Kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. 

Jakarta (SIB)

Pengacara Kamaruddin Simanjuntak mengancam akan melaporkan balik pihak yang melaporkan dirinya atas tuduhan menyebar informasi bohong (hoax) terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua atau Brigadir J jika tidak bisa membuktikan laporannya itu.

Pihak pelapor pun tak gentar akan ancaman Kamaruddin itu.

"Kita proporsional saja, kalau dia mau lapor, silakan, itu juga merupakan hak dia. Kita kembalikan pada institusi yang berwenang untuk menerima atau sebaliknya menolak LP (laporan polisi) yang diajukannya terkait masalah ini," kata Ketua Umum Aliansi Advokat Antihoax, Zakirudin Chaniago, kepada wartawan, Sabtu (3/9).

Zakirudin mengklaim telah memiliki cukup bukti dalam melaporkan Kamaruddin ke Bareskrim Polri.

Menurutnya, bukti-bukti menyangkut pernyataan-pernyataan hoax Kamaruddin yang dilontarkan di beberapa media itu telah diserahkan ke pihak kepolisian.

"Kita sudah ajukan laporan polisi tentunya didasarkan pada bukti yang cukup, itu sebabnya pihak Bareskrim Mabes Polri akhirnya bisa menerima LP kami dari aliansi. Justru dalam hal ini silakan dia buktikan bahwa LP kami tanpa dasar dan alasan hukum atau membuktikan hal sebaliknya," ucapnya.

Bantah Numpang Tenar

Kamaruddin menuding pihak yang melaporkan dirinya itu hanya ingin terkenal. Namun, hal tersebut dibantah Zakirudin, yang menyebut penilaian Kamaruddin tidak relevan.

"Adapun penilaiannya mengatakan saya cuma numpang tenar itu tidak relevan, bagi saya ketenaran sudah tidak penting. Sebagai advokat senior, saya hanya menginginkan suatu ketertiban hukum sesuai status kami sebagai penegak hukum yang diberikan Pasal 5 ayat 1 UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat," ujarnya.

"Jadi sejauh seorang advokat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya memberi bantuan hukum kepada kliennya sudah sesuai aturan perundang-undangan dan kode etik advokat yang berlaku, maka akan kami lindungi. Sebaliknya bila kerjanya hanya melontarkan hoax secara liar untuk maksud penggiringan opini publik yang menyesatkan hingga bikin gaduh dan onar dalam masyarakat, serta berdampak pada tercorengnya citra advokat yang officium nobile, maka yang seperti ini akan berhadapan dengan Aliansi Advokat Antihoax (A3H)," tambahnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com