Pemerintah Rumuskan Naskah Akademik RUU RPJPN Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045


235 view
Pemerintah Rumuskan Naskah Akademik RUU RPJPN Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Foto: Antara/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden RI
KETERANGAN PERS: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberikan keterangan pers selepas rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/3). 

Jakarta (SIB)

Pemerintah tengah merumuskan naskah akademik Rancangan Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang bertujuan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas telah menyusun kisi-kisi naskah akademik tersebut yang telah dibahas dalam rapat terbatas (ratas) evaluasi paruh waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan pengusulan RPJPN 2025-2045 yang dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/3).

"Tadi yang sudah disetujui Visi Indonesia Emas 2045 adalah negara maritim yang berdaulat dan berkelanjutan, dan kami telah menyampaikan kerangka pikirnya," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam keterangan pers selepas ratas di Kantor Presiden.

Suharso menegaskan bahwa Presiden Jokowi akan melakukan peluncuran RPJPN 2025-2045 pada April mendatang.

Menurut Menteri PPN UU RPJPN 2025-2045 itu nantinya akan dijadikan pedoman bagi seluruh calon presiden dan calon wakil presiden serta calon kepala daerah dalam menyusun visi dan misi mereka untuk periode pemerintahan 2024-2029.

Suharso menyampaikan bahwa dalam paparannya Bappenas telah mengulas capaian pembangunan selama dua dasawarsa mendatang.

"Kami juga memperhitungkan mega trend global dan apa yang kita miliki sebagai modal dasar pembangunan dan tentu tantangan-tantangan yang harus kita jawab ke depan dengan paradigma baru, terobosan baru, imperatif, dan kohesif," katanya.

Menteri PPN menyampaikan Indonesia menghadapi tantangan untuk memanfaatkan bonus demografi dalam 18 tahun ke depan guna melipatgandakan Gross National Income (GNI) per kapita agar bisa keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.

Selain itu, tantangan juga hadir dalam bentuk apa yang disebut Suharso sebagai triple planetary crisis meliputi perubahan iklim, polusi, dan degradasi keanekaragaman hayati.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com