Pemerintah Siapkan Kondisi Terburuk Bila Penularan Covid Tinggi Usai Lebaran

* Satgas: Lebaran Tahun Ini Lebih Berisiko dari Tahun Lalu

144 view
©2020 Humas BNPB
Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin.
Jakarta (SIB)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut pemerintah mempersiapkan kondisi terburuk terkait penanganan Covid-19 mendekati masa-masa Lebaran. Pemerintah khawatir penularan corona kembali tinggi setelah suasana lebaran selesai.

"Lebaran sudah dekat dan tugas kami adalah mempersiapkan kondisi terburuk. Saya merasa dan berharap Insya Allah ini tidak terjadi, tapi toh kalaupun terjadi peningkatan penularan kita ingin melakukan antisipasi agar kita tidak kaget dan cukup fasilitasnya," kata Budi di akun Sekretariat Presiden, Senin (10/5).

Budi mengungkapkan, sejak Januari pemerintah mengantisipasi kesediaan tempat tidur rumah sakit. Tujuannya supaya tidak terjadi seperti negara lain di mana kapasitas tempat tidurnya tidak siap, maupun obat-obatan dan fasilitas lainnya seperti oksigen. "Untuk rumah sakit total nasional tempat tidur yang kita miliki sekitar 390.000. Yang bisa dipakai Covid karena harus isolasi ada sekitar 70-an ribu," ucapnya.

"Dan kita juga punya ICU untuk yang parah secara nasional 22.000. Tapi ICU yang didedikasikan untuk Covid ada sekitar 7.500," tambah Budi.

Dia menjelaskan, saat ini ada 23.000 tempat tidur yang ditempati pasien isolasi Covid dari kapasitas 65.000 hingga 70.000 tempat tidur yang tersedia. Sehingga, pemerintah masih punya sekitar 40 ribu atau dua kali lipat dari keterisian pasien covid sekarang. "Kita tidak mengharapkan bahwa yang masuk rumah sakit akan naik dua kali lipat tapi sebagai informasi Bapak Ibu kita sudah menyiapkan kapasitas 65.000 atau sekitar 70.000-an. yang sekarang yang sudah setinggi 23000-an jadi masih ada room," tuturnya.

"Itu untuk memberikan gambaran ke Bapak Ibu persiapan sudah kita lakukan. saya berdoa persiapan itu tidak terpakai dan tetap menjadi kosong gitu ya tapi kalau toh pun ada seenggaknya kita sudah melakukan persiapan," pungkasnya.

Digenjot Lagi
Kemenkes akan terus mendorong percepatan vaksinasi corona setelah Lebaran. Targetnya, vaksinasi dapat mencapai 1 juta per bulan di Juni 2021.

"Alhamdulillah dengan bantuan banyak kementerian, Pak Airlangga Hartarto juga bantu, Pak Presiden, sehingga stok kita akan naik lagi bulan Mei ini," kata Menkes.

"Jadi pesan saya ke seluruh aparat di daerah, kita mulai genjot lagi karena stok vaksin sudah cukup. Sesudah Lebaran kita genjot lagi vaksinasinya untuk bisa naik, kalau bisa 1 juta per bulan di Juni," imbuh dia.

Budi mengingatkan, Indonesia telah mencapai 10 juta vaksinasi corona tercapai pada periode Maret-April. Sehingga ia berharap target 1 juta ini tak sulit dicapai. "Kita menembus angka 10 juta sejak Januari itu di 26 Maret. Kita cross 10 juta. Kita tembus 20 juta itu di 30 April. Jadi dalam sebulan kita bisa naik 10 juta. Totalnya kita sudah sampai 22 juta sekarang," tutur Budi.

Lebih Berisiko
Terpisah, Ketua Badan Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, Lebaran 2021 berpotensi meningkatkan jumlah kasus virus corona yang signifikan dibandingkan Lebaran 2020.

Sonny mengungkapkan, peningkatan kasus aktif per minggu dengan jumlah yang berlipat dibandingkan Lebaran tahun lalu menjadi tolak ukur prediksi peningkatan kasus aktif pada Lebaran tahun ini.

"Pada Idul Fitri tahun lalu itu kasus dalam satu minggu itu sekitar 3.000. Satu minggu. Bayangkan kondisi sekarang dalam satu hari kita kasusnya 4.000 sampai 6.000. Jadi sekarang tentunya lebih berisiko dibanding Lebaran tahun lalu," ujar Sonny dalam webinar yang digelar RS Premier Jatinegara, Senin (10/5).

Dengan terbitnya kebijakan larangan mudik yang diterapkan mulai 6 Mei hingga 18 Mei, diharapkan dapat menekan angka penularan Covid-19. Harry mengatakan kebijakan itu untuk menyelamatkan masyarakat dari potensi penularan, dengan kehadiran sejumlah varian baru yang sudah terdeteksi masuk Indonesia. (Merdeka.com/Kumparan/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com