Pemerintah Siapkan Rp 15,8 Triliun Bantu PKL dan UMKM


169 view
Pemerintah Siapkan Rp 15,8 Triliun Bantu PKL dan UMKM
(Foto SIB/Roy Damanik)
BERI BANTUAN: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Menteri Perekonomian Ir Airlangga Hartarto memberikan bantuan kepada pedagang kecil yang terdampak PPKM Level 4, di Mapolrestabes Medan, Kamis (9/9).
Medan (SIB)
Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 15,8 triliun untuk membantu para pedagang kaki lima (PKL) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Keterangan itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati SE MSc PhD ketika menyaksikan penyaluran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), di halaman Mapolrestabes Medan, Kamis (9/9) siang. Dijelaskan Sri Mulyani, dengan meningkatnya varian delta, Presiden Joko Widodo memutuskan usaha kecil diberikan bantuan lagi tahun ini.

"Tahun lalu diberikan, dan tahun ini diberikan lagi, yaitu dengan anggaran Rp15,8 triliun. Bantuan tunai ini diberikan karena meningkatnya penyebaran Covid-19, terutama varian delta di beberapa daerah," ujarnya.

Daerah di Indonesia yang mengalami PPKM Level 4, sambungnya, maka masyarakatnya tidak bisa melakukan kegiatan mobilitas, itu pasti berdampak secara ekonomi.

"Akibat penerapan PPKM Level 4, pemilik warung dan PKL memberikan testimoni bahwa kehidupan mereka menjadi lebih berat. Omsetnya turun sampai 75%," ungkapnya.

Lanjut Menteri Keuangan, berbeda dari tahun sebelumnya, yang mana penyaluran melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Maka bantuan untuk pedagang kecil terdampak Covid-19 di wilayah PPKM Level 4 disalurkan lewat TNI-Polri.

"Selama ini bantuan untuk usaha kecil menengah disalurkan melalui Kementerian Koperasi dan UMKM di masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda). Dan itu sudah lebih dari 12 juta UMKM dan koperasi kecil. PKL yang mendapat bantuan masing-masing Rp 1,2 juta per pengusaha kecil itu," terang Sri.

Lanjutnya, dengan adanya varian delta yang meningkat luar biasa, TNI-Polri meminta masyarakat agar disiplin protokol kesehatan. Kadang-kadang itu tentunya menimbulkan suasana ketegangan. Oleh karena itu, Presiden Jokowi memutuskan TNI dan Polri juga diberikan kewenangan untuk menyalurkan langsung kepada PKL.

"Dengan demikian tugas yang dilakukan oleh TNI dan Polri bisa dipahami oleh masyarakat. Karena memang kita meminta kepada warungnya harus tutup dan berpindah. Bantuan ini akan disalurkan di seluruh wilayah yang terkena PPKM Level 4," pungkasnya.

Sementara, Menteri Perekonomian Perekonomian Ir Airlangga Hartarto MBA MMT IPU menjelaskan bahwa pemberian bantuan ini pertama kali diujicoba di Kota Medan. Khususnya para UKM, PKL dan Warteg yang terdampak Covid-19.

"Alhamdulillah, hari ini bisa dicairkan. Selanjutnya tentu bisa dilanjutkan melalui TNI-Polri di berbagai wilayah. Dan operasionalisasi di lapangan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Diharapkan ini menjadi bantalan bahwa mereka yang terkena mendapatkan bantuan untuk modal hidup dan modal kerja dalam usaha mereka masing-masing," katanya.

Pantauan di Polrestabes Medan, kedatangan dua Menteri itu didampingi Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak, Wakapoldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto, para PJU. Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wagub Sumut Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, serta para pedagang kecil yang akan diberikan bantuan.

Jumpai Pedagang
Airlangga bersama Sri Mulyani serta Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto di Jalan Bintang Medan menjumpai para pedagang. Secara bergantian Airlangga menanyakan perihal kondisi pedagang di masa pandemi.

Para pedagang mengaku jualannya menurun hingga 50 persen. Kemudian, Airlangga mewakili pemerintah langsung menyerahkan bantuan tunai sebanyak Rp 1,2 juta kepada para pedagang yang telah didata.

Setelah itu, para rombongan pun meninjau vaksinasi bagi para pelajar di Yayasan Perguruan Sutomo, Medan.

"Jadi pemberian bantuan telah disampaikan terkait dengan bantuan langsung dan dalam bentuk tunai untuk PKL dan warteg. Total dana yang disediakan itu adalah Rp 1, 2 triliun. Hari ini sesuai arahan Bapak Presiden ujicoba di Kota Medan," kata Airlangga kepada wartawan.

Selain bantuan, pihaknya meninjau vaksinasi di Medan. Airlangga menyebut ada 1200 orang.
"Hari ini kami melihat vaksinasi di Medan dan di sekolah ini dapat laporan bahwa yang divaksinasi targetnya 1.200, vaksinatornya ada 6 tim dari AD, AL, dan menggunakan vaksin Sinovac. Kami berdiskusi dengan adik-adik pelajar yang ada di sini, mereka semua antusias karena mereka berharap segera dibuka sekolah tatap muka," ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan untuk daerah yang sudah masuk level 3, sudah bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu telah tertuang dalam SKB 4 Menteri.

"Sekolah tatap muka untuk yang level 3 ini bisa dimulai dengan Peraturan SKB 4 Menteri yang dari Mendikbud. Jadi tentu berharap mereka yang bersekolah nanti sudah tervaksinasi semua baik guru maupun murid-murid yang di atas 12 tahun," ucap Airlangga.

Airlangga menyebut saat pertemuan di Kantor Gubernur Sumut, telah menyampaikan bahwa target vaksinasi Sumut mencapai rata-rata nasional yakni 32 persen. Hal ini, katanya harus membutuhkan usaha dan kerja keras.

"Pemerintah melihat bahwa jumlah vaksin yang sudah datang di bulan Agustus mendekati 70 juta, dan nanti di bulan September ini juga 72 juta demikian juga di bulan Oktober. Sehingga vaksinasi bisa di akselerasi dan dengan langkah yang dilakukan pemerintah pencegahan penularan Covid didorong dengan PPKM hingga mobilitas di turunkan dan langkah kedua tentu vaksinasi," ucap Airlangga. (A14/detikcom/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com